Follow Us :              

Gubernur Ingatkan Warga Segera Evakuasi Diri Bila Bahaya Meningkat

  11 March 2023  |   11:00:00  |   dibaca : 380 
Kategori :
Bagikan :


Gubernur Ingatkan Warga Segera Evakuasi Diri Bila Bahaya Meningkat

11 March 2023 | 11:00:00 | dibaca : 380
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SURAKARTA - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengingatkan pada tim tanggap bencana yang diturunkan ke daerah terdampak erupsi Gunung Merapi, agar mengutamakan keselamatan warga. Demi keselamatan bersama, warga juga diminta segera mengevakuasi diri apabila kondisi semakin parah dengan mengikuti komando di lapangan.

"Masyarakat di sana sudah sangat paham, maka segera mengevakuasi diri (jika mengancam jiwa) sesuai dengan SOP yang sudah ada. Pakai maskernya, bawa barang berharga yang pernah dilatihkan (mitigasi) kepada mereka. Segera evakuasi diri dan ikuti seluruh perintah dari komando yang ada di lapangan," kata Gubernur sebelum melepas Presiden Joko Widodo ke Jakarta di Lanud Adi Soemarmo, Sabtu (11/3/2023).

Gubernur menyampaikan, terkait penanganan erupsi Gunung Merapi pihaknya telah mengirimkan tim tanggap bencana yang terdiri dari relawan, BPBD, dan SAR Jawa Tengah. Selain untuk membantu evakuasi warga terdampak, mereka juga ditugasi untuk melakukan pemetaan. Sementara kebutuhan logistik termasuk masker dan tempat pengungsian juga sudah disiapkan oleh tim di lapangan.

"Sampai dengan siang tadi mulai ada asap, terus kemudian batu-batu sudah mulai kelihatan. Saya sudah komunikasi sama beberapa kawan-kawan untuk mengecek," kata Gubernur. 

Baru pada sore hari, pukul 15.00,  Gubernur mendapatkan informasi baru, yang menyebutkan, ada tiga kabupaten di Jawa Tengah yang terdampak erupsi Gunung Merapi. Antara lain Kabupaten Magelang, Kabupaten Klaten, dan Kabupaten Boyolali. Lokasi di Kabupaten Magelang meliputi Kecamatan Dukun, Kecamatan Sawangan, dan Kecamatan Srumbung.

Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa, abu vulkanik mulai turun dan menganggu aktivitas  di beberapa wilayah terdampak. Hal itu ditunjukkan dari beberapa foto atau gambar yang diterima Gubernur dari tim di lapangan. 

"Sampai (sore) hari ini sudah kita turunkan dari tim BPBD. Kabupaten Magelang ada tiga tim yang sudah kita terjunkan untuk menuju di tiga kecamatan, sekaligus untuk asesmen di masing-masing lokasi. Dan mereka membawa bantuan masker karena ini yang pertama dibutuhkan," jelasnya.

Terkait bencana erupsi Gunung Merapi, dikutip dari akun twitter Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, guguran awan panas terjadi sekitar pukul 12.12 WIB. Guguran itu mengarah ke Kali Bebeng dan Krasak. Radius bahaya ditetapkan sejauh 7 kilometer dari puncak Gunung Merapi.
 
Selain di Kabupaten Magelang, tim tanggap bencana juga dikirim ke Kabupaten Klaten dan Kabupaten Boyolali. "Di Kabupaten Klaten ada satu tim yang kita dorong untuk melakukan asesmen kondisi cuaca dan angin yang terkait dengan cover abu di sana. Lalu, satu tim lagi yang ada di Boyolali. Jadi tiga titik ini sudah kita dorong (tim) ke sana. Mudah-mudahan hari ini sudah bisa tertolong masyarakat," ungkapnya.

Kepada tim di lapangan, Gubernur menginstruksikan agar dalam penanganan mereka mengutamakan keselamatan warga. Apabila situasi meningkat, evakuasi warga harus segera dilakukan. Sedangkan pada Kepala Daerah di Magelang, Klaten, dan Boyolali, Gubernur meminta mereka ikut turun memimpin penanganan di lokasi termasuk menyiapkan logistik.

"Saya minta untuk kepala daerah yang ada di Kabupaten Magelang, Klaten, dan Boyolali untuk bisa membantu memimpin kondisi ini agar bisa mengarahkan warga yang ada di sana, termasuk logistik disiapkan semuanya," paparnya.


Bagikan :

SURAKARTA - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengingatkan pada tim tanggap bencana yang diturunkan ke daerah terdampak erupsi Gunung Merapi, agar mengutamakan keselamatan warga. Demi keselamatan bersama, warga juga diminta segera mengevakuasi diri apabila kondisi semakin parah dengan mengikuti komando di lapangan.

"Masyarakat di sana sudah sangat paham, maka segera mengevakuasi diri (jika mengancam jiwa) sesuai dengan SOP yang sudah ada. Pakai maskernya, bawa barang berharga yang pernah dilatihkan (mitigasi) kepada mereka. Segera evakuasi diri dan ikuti seluruh perintah dari komando yang ada di lapangan," kata Gubernur sebelum melepas Presiden Joko Widodo ke Jakarta di Lanud Adi Soemarmo, Sabtu (11/3/2023).

Gubernur menyampaikan, terkait penanganan erupsi Gunung Merapi pihaknya telah mengirimkan tim tanggap bencana yang terdiri dari relawan, BPBD, dan SAR Jawa Tengah. Selain untuk membantu evakuasi warga terdampak, mereka juga ditugasi untuk melakukan pemetaan. Sementara kebutuhan logistik termasuk masker dan tempat pengungsian juga sudah disiapkan oleh tim di lapangan.

"Sampai dengan siang tadi mulai ada asap, terus kemudian batu-batu sudah mulai kelihatan. Saya sudah komunikasi sama beberapa kawan-kawan untuk mengecek," kata Gubernur. 

Baru pada sore hari, pukul 15.00,  Gubernur mendapatkan informasi baru, yang menyebutkan, ada tiga kabupaten di Jawa Tengah yang terdampak erupsi Gunung Merapi. Antara lain Kabupaten Magelang, Kabupaten Klaten, dan Kabupaten Boyolali. Lokasi di Kabupaten Magelang meliputi Kecamatan Dukun, Kecamatan Sawangan, dan Kecamatan Srumbung.

Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa, abu vulkanik mulai turun dan menganggu aktivitas  di beberapa wilayah terdampak. Hal itu ditunjukkan dari beberapa foto atau gambar yang diterima Gubernur dari tim di lapangan. 

"Sampai (sore) hari ini sudah kita turunkan dari tim BPBD. Kabupaten Magelang ada tiga tim yang sudah kita terjunkan untuk menuju di tiga kecamatan, sekaligus untuk asesmen di masing-masing lokasi. Dan mereka membawa bantuan masker karena ini yang pertama dibutuhkan," jelasnya.

Terkait bencana erupsi Gunung Merapi, dikutip dari akun twitter Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, guguran awan panas terjadi sekitar pukul 12.12 WIB. Guguran itu mengarah ke Kali Bebeng dan Krasak. Radius bahaya ditetapkan sejauh 7 kilometer dari puncak Gunung Merapi.
 
Selain di Kabupaten Magelang, tim tanggap bencana juga dikirim ke Kabupaten Klaten dan Kabupaten Boyolali. "Di Kabupaten Klaten ada satu tim yang kita dorong untuk melakukan asesmen kondisi cuaca dan angin yang terkait dengan cover abu di sana. Lalu, satu tim lagi yang ada di Boyolali. Jadi tiga titik ini sudah kita dorong (tim) ke sana. Mudah-mudahan hari ini sudah bisa tertolong masyarakat," ungkapnya.

Kepada tim di lapangan, Gubernur menginstruksikan agar dalam penanganan mereka mengutamakan keselamatan warga. Apabila situasi meningkat, evakuasi warga harus segera dilakukan. Sedangkan pada Kepala Daerah di Magelang, Klaten, dan Boyolali, Gubernur meminta mereka ikut turun memimpin penanganan di lokasi termasuk menyiapkan logistik.

"Saya minta untuk kepala daerah yang ada di Kabupaten Magelang, Klaten, dan Boyolali untuk bisa membantu memimpin kondisi ini agar bisa mengarahkan warga yang ada di sana, termasuk logistik disiapkan semuanya," paparnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu