Follow Us :              

Wagub Terus Gaungkan Pesantren Ramah Perempuan dan Anak

  29 May 2023  |   08:00:00  |   dibaca : 642 
Kategori :
Bagikan :


Wagub Terus Gaungkan Pesantren Ramah Perempuan dan Anak

29 May 2023 | 08:00:00 | dibaca : 642
Kategori :
Bagikan :

Foto : Rinto (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Rinto (Humas Jateng)

SEMARANG - Fakta dari seorang psikolog di RSUD Tugurejo Semarang yang menangani puluhan kasus kekerasan di pondok pesantren, menjadi pemikiran serius Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin. Lulusan Universitas Damascus Syiria itu menginginkan terwujudnya pondok pesantren yang ramah terhadap perempuan dan anak.

Saat menghadiri kegiatan Naharul Ijtima’ dan Halal bi Halal bersama Pengasuh Pesantren Putri se-Jawa Tengah, Senin (29/05/2023) Wagub Taj Yasin menuturkan, Rasulullah sudah memberikan teladan, bagaimana harus mencintai seorang anak. Kasih sayang yang diberikan kepada anak itu, dari orangtua turun ke anak.

"Kami di Pemprov Jateng bersyukur pada pagi hari ini, dibantu oleh para nawal, para ning, para bu nyai, mendorong lembaga pondok pesantren untuk ikut andil ramah terhadap anak dan perempuan," katanya di Sasana Widya Praja BPSDMD Jateng

Wagub pun menyampaikan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memiliki sejumlah program untuk melindungi perempuan dan anak, dari kekerasan. Beberapa program adalah Jokawin Bocah, dan jaga kanca. Bahkan, disediakan pula aplikasi sebagai sarana untuk melaporkan, apabila terjadinya kekerasan.

"Memang permasalahan perundungan, bullying, bahkan kekerasan, sampai kekerasan seksual, mohon maaf, ini belum banyak terungkap karena memang rasa ketakutannya anak-anak atau perempuan, atau mungkin bahkan santri," kata dia.

Wagub pun mendukung kegiatan Naharul Ijtima’ yang diselenggarakan Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) yang menghadirkan para Ibu Nyai se - Jawa Tengah. Pihaknya menilai, para Ibu Nyai punya peran strategis dalam menggaungkan pondok pesantren ramah anak dan perempuan, lantaran manajemen pondok pesantren rata-rata dipegang oleh Ibu Nyai.


Bagikan :

SEMARANG - Fakta dari seorang psikolog di RSUD Tugurejo Semarang yang menangani puluhan kasus kekerasan di pondok pesantren, menjadi pemikiran serius Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin. Lulusan Universitas Damascus Syiria itu menginginkan terwujudnya pondok pesantren yang ramah terhadap perempuan dan anak.

Saat menghadiri kegiatan Naharul Ijtima’ dan Halal bi Halal bersama Pengasuh Pesantren Putri se-Jawa Tengah, Senin (29/05/2023) Wagub Taj Yasin menuturkan, Rasulullah sudah memberikan teladan, bagaimana harus mencintai seorang anak. Kasih sayang yang diberikan kepada anak itu, dari orangtua turun ke anak.

"Kami di Pemprov Jateng bersyukur pada pagi hari ini, dibantu oleh para nawal, para ning, para bu nyai, mendorong lembaga pondok pesantren untuk ikut andil ramah terhadap anak dan perempuan," katanya di Sasana Widya Praja BPSDMD Jateng

Wagub pun menyampaikan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memiliki sejumlah program untuk melindungi perempuan dan anak, dari kekerasan. Beberapa program adalah Jokawin Bocah, dan jaga kanca. Bahkan, disediakan pula aplikasi sebagai sarana untuk melaporkan, apabila terjadinya kekerasan.

"Memang permasalahan perundungan, bullying, bahkan kekerasan, sampai kekerasan seksual, mohon maaf, ini belum banyak terungkap karena memang rasa ketakutannya anak-anak atau perempuan, atau mungkin bahkan santri," kata dia.

Wagub pun mendukung kegiatan Naharul Ijtima’ yang diselenggarakan Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) yang menghadirkan para Ibu Nyai se - Jawa Tengah. Pihaknya menilai, para Ibu Nyai punya peran strategis dalam menggaungkan pondok pesantren ramah anak dan perempuan, lantaran manajemen pondok pesantren rata-rata dipegang oleh Ibu Nyai.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu