Follow Us :              

Pemprov Jateng Segera Lakukan Langkah Rehabilitasi Pascabencana

  24 March 2024  |   09:00:00  |   dibaca : 177 
Kategori :
Bagikan :


Pemprov Jateng Segera Lakukan Langkah Rehabilitasi Pascabencana

24 March 2024 | 09:00:00 | dibaca : 177
Kategori :
Bagikan :

Foto : Sigit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Sigit (Humas Jateng)

DEMAK – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah secepatnya menentukan langkah-langkah rahabilitasi pascabencana banjir yang terjadi di sejumlah daerah. 

Hal itu disampaikan oleh Pj Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Nana Sudjana A.S., M.M., di sela mendampingi Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi memberikan bantuan pangan kepada warga korban banjir di Kabupaten Demak pada Minggu, 24 Maret 2024. 

“Setelah seluruh genangan air disedot, dengan berkolaborasi bersama sejumlah pihak, pemerintah akan membantu membersihkan lingkungan permukiman warga,” ucapnya.

Rencananya, pada pertengahan pekan depan, Pemprov Jateng akan menyelenggarakan rapat koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dalam pertemuan tersebut, akan dibicarakan upaya perbaikan sanitasi, penuntasan masalah tanggul, serta perbaikan rumah warga dan jalan utama yang rusak.
 
"Saat ini sedang kita lakukan pendataan semua, termasuk jalan raya dan perumahan masyarakat. Pada saatnya, segera akan kami koordinasikan untuk diperbaiki. Apalagi jalan-jalan utama, jalan nasional yang memang sangat dibutuhkan bagi masyarakat, apalagi sebentar lagi ada arus mudik dan arus balik," kata Pj Gubernur. 

Adapun empat tanggul yang jebol, baik di Kabupaten Demak maupun Grobogan sudah berhasil ditutup. Seiring dengan hal tersebut, genangan air juga sudah mulai surut. Hingga kini, pemerintah telah mengoperasionalkan 22 pompa untuk membuang air yang masih menggenang di sejumlah lokasi ke sungai-sungai di sekitarnya. 

Terkait bantuan dari Bapanas, Pj Gubernur menyampaikan, terima kasih banyak atas perhatian yang telah diberikan oleh pemerintah pusat kepada masyarakat Kabupaten Demak yang terdampak banjir.  

Bantuan pangan yang diserahkan oleh Bapanas kepada para pengungsi senilai lebih dari Rp581 juta, diberikan dalam bentuk beras, sembako, telur ayam, susu, sosis, dan lainnya. Selain itu, juga ada bantuan berupa fasilitas yang tentunya bermanfaat bagi masyarakat penerimanya.

Sementara itu, Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi menyampaikan keprihatinannya atas bencana banjir yang terjadi di Demak. Sebab, daerah tersebut merupakan salah satu penyangga pangan nasional. Bahkan menurutnya, Demak menjadi salah satu daerah dengan kualitas beras terbaik.

Akibat bencana banjir yang terjadi di Demak, total 17.000 hektare lahan pertanian terendam. Dengan luas lahan tersebut, produksi beras telah hilang hingga 200.000 ton. 

"Kita sangat prihatin, karena sebenarnya di bulan Maret dan April ini, salah satu sumber padi kita adalah dari Demak. Ada yang bisa diselamatkan, ada yang tidak bisa diselamatkan. Tetapi kalau bisa diselamatkan, biasanya langsung dikeringkan, dan langsung masuk ke penggilingan padi," papar Arief. 

Sebagai bentuk kepedulian, Bapanas bersama Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sejumlah asosiasi, dan perusahaan-perusahaan di bidang pangan memberikan berbagai bantuan dalam bentuk pangan. Harapannya, bantuan ini mampu mencukupi kebutuhan para warga yang terdampak banjir.


Bagikan :

DEMAK – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah secepatnya menentukan langkah-langkah rahabilitasi pascabencana banjir yang terjadi di sejumlah daerah. 

Hal itu disampaikan oleh Pj Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Nana Sudjana A.S., M.M., di sela mendampingi Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi memberikan bantuan pangan kepada warga korban banjir di Kabupaten Demak pada Minggu, 24 Maret 2024. 

“Setelah seluruh genangan air disedot, dengan berkolaborasi bersama sejumlah pihak, pemerintah akan membantu membersihkan lingkungan permukiman warga,” ucapnya.

Rencananya, pada pertengahan pekan depan, Pemprov Jateng akan menyelenggarakan rapat koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dalam pertemuan tersebut, akan dibicarakan upaya perbaikan sanitasi, penuntasan masalah tanggul, serta perbaikan rumah warga dan jalan utama yang rusak.
 
"Saat ini sedang kita lakukan pendataan semua, termasuk jalan raya dan perumahan masyarakat. Pada saatnya, segera akan kami koordinasikan untuk diperbaiki. Apalagi jalan-jalan utama, jalan nasional yang memang sangat dibutuhkan bagi masyarakat, apalagi sebentar lagi ada arus mudik dan arus balik," kata Pj Gubernur. 

Adapun empat tanggul yang jebol, baik di Kabupaten Demak maupun Grobogan sudah berhasil ditutup. Seiring dengan hal tersebut, genangan air juga sudah mulai surut. Hingga kini, pemerintah telah mengoperasionalkan 22 pompa untuk membuang air yang masih menggenang di sejumlah lokasi ke sungai-sungai di sekitarnya. 

Terkait bantuan dari Bapanas, Pj Gubernur menyampaikan, terima kasih banyak atas perhatian yang telah diberikan oleh pemerintah pusat kepada masyarakat Kabupaten Demak yang terdampak banjir.  

Bantuan pangan yang diserahkan oleh Bapanas kepada para pengungsi senilai lebih dari Rp581 juta, diberikan dalam bentuk beras, sembako, telur ayam, susu, sosis, dan lainnya. Selain itu, juga ada bantuan berupa fasilitas yang tentunya bermanfaat bagi masyarakat penerimanya.

Sementara itu, Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi menyampaikan keprihatinannya atas bencana banjir yang terjadi di Demak. Sebab, daerah tersebut merupakan salah satu penyangga pangan nasional. Bahkan menurutnya, Demak menjadi salah satu daerah dengan kualitas beras terbaik.

Akibat bencana banjir yang terjadi di Demak, total 17.000 hektare lahan pertanian terendam. Dengan luas lahan tersebut, produksi beras telah hilang hingga 200.000 ton. 

"Kita sangat prihatin, karena sebenarnya di bulan Maret dan April ini, salah satu sumber padi kita adalah dari Demak. Ada yang bisa diselamatkan, ada yang tidak bisa diselamatkan. Tetapi kalau bisa diselamatkan, biasanya langsung dikeringkan, dan langsung masuk ke penggilingan padi," papar Arief. 

Sebagai bentuk kepedulian, Bapanas bersama Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sejumlah asosiasi, dan perusahaan-perusahaan di bidang pangan memberikan berbagai bantuan dalam bentuk pangan. Harapannya, bantuan ini mampu mencukupi kebutuhan para warga yang terdampak banjir.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu