Follow Us :              

Kementerian LHK RI Studi Lapangan ke Jateng, Pelajari Inovasi Lingkungan dan Kehutanan

  06 June 2024  |   08:30:00  |   dibaca : 272 
Kategori :
Bagikan :


Kementerian LHK RI Studi Lapangan ke Jateng, Pelajari Inovasi Lingkungan dan Kehutanan

06 June 2024 | 08:30:00 | dibaca : 272
Kategori :
Bagikan :

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

SEMARANG - Berbagai inovasi di bidang lingkungan dan kehutanan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, menarik perhatian Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI.

Sebanyak 38 peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) dari KLHK RI berkunjung ke Jateng untuk melakukan studi lapangan, guna mempelajari inovasi perencanaan dan kegiatan yang sudah dilaksanakan oleh Pemprov Jateng.

Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Sumber Daya Manusia Kementerian LHK RI, Kusdamayanti mengatakan, kegiatan studi lapangan ini bertujuan untuk memfasilitasi para peserta dalam mempelajari berbagai inovasi di Jateng.

Harapannya, program yang dilakukan oleh Pemprov Jateng menjadi inspirasi dalam membuat aksi perubahan, sehingga inovasi-inovasi yang ada bisa diterapkan di unit kerjanya masing-masing.

"Ini dalam rangka memperkaya wawasan para peserta,” ucap Kusdayamanti di Gedung B Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jateng pada Kamis, 6 Juni 2024.

Usai melakukan studi lapangan, para peserta nantinya akan menyusun draft perencanaan aksi perubahan, yang hasilnya akan dipaparkan dalam seminar pada 13 Juni 2024. 

Sekretaris Daerah  Provinsi Jateng, Sumarno mengatakan, Jateng telah melakukan banyak inovasi di bidang lingkungan dan kehutanan. Salah satunya, inovasi terkait pemanfaatan lahan kritis yang bekerja sama dengan KLHK serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.

"Inovasi dari teman-teman kehutanan misalnya, pemanfaatan daerah-daerah kritis dan upaya bersama dengan Balai Daerah Aliran Sungai," ucapnya.

Kerja sama lainnya berupa program pemanfaatan hasil sedimentasi laut di Pantai Moro Demak, untuk merevitalisasi fungsi ekologi (hubungan makhluk hidup dengan lingkungan), ekonomi, dan sosial. Selain itu, masih ada beberapa program, antara lain revitalisasi alur pergerakan kapal ikan, pelabuhan perikanan, dan tambak; rehabilitasi hutan bakau; penjagaan garis pantai; pengembangan pariwisata dan kuliner; serta penataan kawasan pesisir.

Pemprov Jateng juga berkolaborasi dengan KLHK dalam program Forest and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030. Dengan agenda penurunkan emisi gas rumah kaca untuk pengendalian perubahan iklim.

Sekda menegaskan, Pemprov Jateng berkonsentrasi pada masalah lingkungan dan kehutanan. Hal ini dibuktikan melalui asesmen atau penilaian bersama terhadap penerbitan perizinan usaha.

Maka dari itu, semua pihak mulai dari pemerintah, masyarakat, maupun perusahaan atau pun stakeholder terkait, juga harus terlibat dalam upaya menjaga kelestarian hutan dan lingkungan.


Bagikan :

SEMARANG - Berbagai inovasi di bidang lingkungan dan kehutanan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, menarik perhatian Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI.

Sebanyak 38 peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) dari KLHK RI berkunjung ke Jateng untuk melakukan studi lapangan, guna mempelajari inovasi perencanaan dan kegiatan yang sudah dilaksanakan oleh Pemprov Jateng.

Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Sumber Daya Manusia Kementerian LHK RI, Kusdamayanti mengatakan, kegiatan studi lapangan ini bertujuan untuk memfasilitasi para peserta dalam mempelajari berbagai inovasi di Jateng.

Harapannya, program yang dilakukan oleh Pemprov Jateng menjadi inspirasi dalam membuat aksi perubahan, sehingga inovasi-inovasi yang ada bisa diterapkan di unit kerjanya masing-masing.

"Ini dalam rangka memperkaya wawasan para peserta,” ucap Kusdayamanti di Gedung B Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jateng pada Kamis, 6 Juni 2024.

Usai melakukan studi lapangan, para peserta nantinya akan menyusun draft perencanaan aksi perubahan, yang hasilnya akan dipaparkan dalam seminar pada 13 Juni 2024. 

Sekretaris Daerah  Provinsi Jateng, Sumarno mengatakan, Jateng telah melakukan banyak inovasi di bidang lingkungan dan kehutanan. Salah satunya, inovasi terkait pemanfaatan lahan kritis yang bekerja sama dengan KLHK serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.

"Inovasi dari teman-teman kehutanan misalnya, pemanfaatan daerah-daerah kritis dan upaya bersama dengan Balai Daerah Aliran Sungai," ucapnya.

Kerja sama lainnya berupa program pemanfaatan hasil sedimentasi laut di Pantai Moro Demak, untuk merevitalisasi fungsi ekologi (hubungan makhluk hidup dengan lingkungan), ekonomi, dan sosial. Selain itu, masih ada beberapa program, antara lain revitalisasi alur pergerakan kapal ikan, pelabuhan perikanan, dan tambak; rehabilitasi hutan bakau; penjagaan garis pantai; pengembangan pariwisata dan kuliner; serta penataan kawasan pesisir.

Pemprov Jateng juga berkolaborasi dengan KLHK dalam program Forest and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030. Dengan agenda penurunkan emisi gas rumah kaca untuk pengendalian perubahan iklim.

Sekda menegaskan, Pemprov Jateng berkonsentrasi pada masalah lingkungan dan kehutanan. Hal ini dibuktikan melalui asesmen atau penilaian bersama terhadap penerbitan perizinan usaha.

Maka dari itu, semua pihak mulai dari pemerintah, masyarakat, maupun perusahaan atau pun stakeholder terkait, juga harus terlibat dalam upaya menjaga kelestarian hutan dan lingkungan.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu