Follow Us :              

Pemprov Jateng Dorong Peningkatan Pemberdayaan Perempuan Melalui Wirausaha

  06 June 2024  |   19:00:00  |   dibaca : 112 
Kategori :
Bagikan :


Pemprov Jateng Dorong Peningkatan Pemberdayaan Perempuan Melalui Wirausaha

06 June 2024 | 19:00:00 | dibaca : 112
Kategori :
Bagikan :

Foto : Sigit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Sigit (Humas Jateng)

SEMARANG - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno mendorong peningkatan pemberdayaan perempuan melalui berbagai kegiatan wirausaha. Sebab, menurutnya potensi perempuan sebagai pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jateng cukup besar.

"Lebih dari 60 persen pelaku UMKM adalah perempuan. Ini menunjukkan perempuan itu ulet, dan semangatnya luar biasa," ucapnya dalam acara Final Day and Awarding Night Woman Ecosystem Catalyst (WEC) di Openaire Resto Semarang pada Kamis, 6 Juni 2024 malam.

Sekda mengatakan, Pemerintah Provinsi Jateng juga terus berupaya memfasilitasi para pelaku UMKM agar usahanya semakin berkembang. Beberapa upaya yang dilakukan, antara lain bekerja sama dengan Bank Indonesia, HM Sampoerna, maupun _stakeholder_ terkait, untuk menggelar pameran UMKM, pelatihan, dan program-program lainnya.

Pada kesempatan itu, ia juga mengapresiasi kegiatan WEC yang diinisasi oleh Dinas Koperasi dan UKM Jateng bersama HM Sampoerna, yang mengajarkan para perempuan pelaku UMKM untuk membuat produk berkualitas, memiliki tata kelola keuangan bisnis,_ memperluas jaringan pemasaran, dan lain sebagainya.

"Hasil kegiatan ini, dapat membangun ekosistem alumni. Nanti teman-teman HM Sampoerna, juga akan menghubungkan dengan para pengusaha-pengusaha yang sukses," ucap Sekda.

Menurutnya, selain sebagai sarana pemberdayaan UMKM dan usaha rintisan_(start up),_ program WEC juga menjadi salah satu solusi untuk mengurangi angka pengangguran di Jateng.

Sementara itu, Representative WEC, Sinta Arum mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021, tercatat sebanyak 64% UMKM dikelola oleh perempuan. Oleh karena itu, pihaknya terinspirasi untuk membuat organisasi dan program pengembangan bisnis, khusus untuk perempuan.

"Harapannya dengan adanya WEC ini, teman-teman pelaku UMKM bisa meningkatkan skala bisnisnya. Selain itu, juga bisa mempertemukan (para pelaku UMKM) dengan berbagai stakeholder, supaya menambah jaringan (usaha/bisnisnya)," ucapnya.

Diketahui, total pendaftar dalam program WEC sebanyak 1.526 orang, kemudian setelah melalui tahapan seleksi, didapatkan 20 wirausahan perempuan terbaik di berbagai macam bidang.

Sebanyak 20 Top WEC yang terpilih berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Jawa Tengah, Yogyakarta, Sumatra Utara, Lampung, Papua, Kalimantan Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

"Melalui program WEC, diharapkan terjalin kolaborasi antara pelaku usaha, dengan berbagai stakeholder, sehingga (para pelaku usaha) bisa mengembangkan usahanya," ucap Sinta.


Bagikan :

SEMARANG - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno mendorong peningkatan pemberdayaan perempuan melalui berbagai kegiatan wirausaha. Sebab, menurutnya potensi perempuan sebagai pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jateng cukup besar.

"Lebih dari 60 persen pelaku UMKM adalah perempuan. Ini menunjukkan perempuan itu ulet, dan semangatnya luar biasa," ucapnya dalam acara Final Day and Awarding Night Woman Ecosystem Catalyst (WEC) di Openaire Resto Semarang pada Kamis, 6 Juni 2024 malam.

Sekda mengatakan, Pemerintah Provinsi Jateng juga terus berupaya memfasilitasi para pelaku UMKM agar usahanya semakin berkembang. Beberapa upaya yang dilakukan, antara lain bekerja sama dengan Bank Indonesia, HM Sampoerna, maupun _stakeholder_ terkait, untuk menggelar pameran UMKM, pelatihan, dan program-program lainnya.

Pada kesempatan itu, ia juga mengapresiasi kegiatan WEC yang diinisasi oleh Dinas Koperasi dan UKM Jateng bersama HM Sampoerna, yang mengajarkan para perempuan pelaku UMKM untuk membuat produk berkualitas, memiliki tata kelola keuangan bisnis,_ memperluas jaringan pemasaran, dan lain sebagainya.

"Hasil kegiatan ini, dapat membangun ekosistem alumni. Nanti teman-teman HM Sampoerna, juga akan menghubungkan dengan para pengusaha-pengusaha yang sukses," ucap Sekda.

Menurutnya, selain sebagai sarana pemberdayaan UMKM dan usaha rintisan_(start up),_ program WEC juga menjadi salah satu solusi untuk mengurangi angka pengangguran di Jateng.

Sementara itu, Representative WEC, Sinta Arum mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021, tercatat sebanyak 64% UMKM dikelola oleh perempuan. Oleh karena itu, pihaknya terinspirasi untuk membuat organisasi dan program pengembangan bisnis, khusus untuk perempuan.

"Harapannya dengan adanya WEC ini, teman-teman pelaku UMKM bisa meningkatkan skala bisnisnya. Selain itu, juga bisa mempertemukan (para pelaku UMKM) dengan berbagai stakeholder, supaya menambah jaringan (usaha/bisnisnya)," ucapnya.

Diketahui, total pendaftar dalam program WEC sebanyak 1.526 orang, kemudian setelah melalui tahapan seleksi, didapatkan 20 wirausahan perempuan terbaik di berbagai macam bidang.

Sebanyak 20 Top WEC yang terpilih berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Jawa Tengah, Yogyakarta, Sumatra Utara, Lampung, Papua, Kalimantan Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

"Melalui program WEC, diharapkan terjalin kolaborasi antara pelaku usaha, dengan berbagai stakeholder, sehingga (para pelaku usaha) bisa mengembangkan usahanya," ucap Sinta.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu