Follow Us :              

Wujudkan Visi Misi Jadi Penumpu Pangan Nasional, Pemprov Jateng Percepat Program Pompanisasi dan Irigasi Perpompaan

  04 July 2024  |   09:00:00  |   dibaca : 54 
Kategori :
Bagikan :


Wujudkan Visi Misi Jadi Penumpu Pangan Nasional, Pemprov Jateng Percepat Program Pompanisasi dan Irigasi Perpompaan

04 July 2024 | 09:00:00 | dibaca : 54
Kategori :
Bagikan :

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan menggenjot program pompanisasi dan irigasi perpompaan, guna mewujudkan visi misi sebagai penumpu pangan nasional.

"Ini merupakan langkah awal, karena dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045, Jawa Tengah ditetapkan pemerintah pusat sebagai penumpu pangan dan industri nasional," kata Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pompanisasi dan Irigasi Perpompaan di Hotel Grasia, Semarang pada Kamis, 4 Juli 2024.

Dampak fenomena el nino yang terjadi beberapa waktu lalu, berpengaruh terhadap penurunan produksi padi di Jateng. Maka dari itu, adanya program pompanisasi ini diharapkan mampu menanggulangi dampak kemarau panjang serta meningkatkan produktivitas pertanian.

Sekda menyampaikan, program pompanisasi dan irigasi perpompaan ini tidak hanya untuk memastikan ketersediaan alat, tetapi juga menjamin ketercukupan sumber daya air bagi lahan pertanian. Oleh karena itu, keterlibatan sejumlah dinas dan stakeholder terkait sangat diperlukan dalam mengelola pengairan lahan.

"Kami berharap dalam rakor ini, bisa menghasilkan langkah-langkah, untuk mengakselerasi pemanfaatan dari pompanisasi ini," kata Sekda.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Jateng, Supriyanto mengatakan, rakor ini dilaksanakan dalam rangka mengantisipasi dampak kekeringan akibat el nino. Selain itu, juga untuk mewujudkan ketahanan pangan Jateng di tengah kondisi iklim yang ekstrem.

"Kegiatan pompanisasi, bertujuan untuk menyediakan air, sehingga bisa mewujudkan perluasan areal tanam. Ini akan intensif dilakukan, untuk mengairi lahan pertanian di luar irigasi reguler, dengan menggunakan pompa," katanya.

Kepala Distanbun Jateng menyampaikan, realisasi penambahan areal tanam padi di Jateng, per 13 Mei 2024, tercatat sebesar 46.445 hektare. Hal ini menjadi bukti keberhasilan program pompanisasi yang telah dilaksanakan oleh pemerintah.

Berdasarkan data dari Distanbun Jateng, per 3 Juli 2024, Provinsi Jateng mendapatkan alokasi 1.682 irigasi perpompaan di 31 kabupaten/kota. Adapun alokasi bantuan lain, sebanyak 4.340 unit pompa juga disalurkan di 31 kabupaten/kota.

"Sedangkan progres pemasangan atau pemanfaatan pompa, sudah sebesar 69,7 persen (3.025 unit) dari 4.340 unit," ucap Kepala Distanbun.


Bagikan :

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan menggenjot program pompanisasi dan irigasi perpompaan, guna mewujudkan visi misi sebagai penumpu pangan nasional.

"Ini merupakan langkah awal, karena dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045, Jawa Tengah ditetapkan pemerintah pusat sebagai penumpu pangan dan industri nasional," kata Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pompanisasi dan Irigasi Perpompaan di Hotel Grasia, Semarang pada Kamis, 4 Juli 2024.

Dampak fenomena el nino yang terjadi beberapa waktu lalu, berpengaruh terhadap penurunan produksi padi di Jateng. Maka dari itu, adanya program pompanisasi ini diharapkan mampu menanggulangi dampak kemarau panjang serta meningkatkan produktivitas pertanian.

Sekda menyampaikan, program pompanisasi dan irigasi perpompaan ini tidak hanya untuk memastikan ketersediaan alat, tetapi juga menjamin ketercukupan sumber daya air bagi lahan pertanian. Oleh karena itu, keterlibatan sejumlah dinas dan stakeholder terkait sangat diperlukan dalam mengelola pengairan lahan.

"Kami berharap dalam rakor ini, bisa menghasilkan langkah-langkah, untuk mengakselerasi pemanfaatan dari pompanisasi ini," kata Sekda.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Jateng, Supriyanto mengatakan, rakor ini dilaksanakan dalam rangka mengantisipasi dampak kekeringan akibat el nino. Selain itu, juga untuk mewujudkan ketahanan pangan Jateng di tengah kondisi iklim yang ekstrem.

"Kegiatan pompanisasi, bertujuan untuk menyediakan air, sehingga bisa mewujudkan perluasan areal tanam. Ini akan intensif dilakukan, untuk mengairi lahan pertanian di luar irigasi reguler, dengan menggunakan pompa," katanya.

Kepala Distanbun Jateng menyampaikan, realisasi penambahan areal tanam padi di Jateng, per 13 Mei 2024, tercatat sebesar 46.445 hektare. Hal ini menjadi bukti keberhasilan program pompanisasi yang telah dilaksanakan oleh pemerintah.

Berdasarkan data dari Distanbun Jateng, per 3 Juli 2024, Provinsi Jateng mendapatkan alokasi 1.682 irigasi perpompaan di 31 kabupaten/kota. Adapun alokasi bantuan lain, sebanyak 4.340 unit pompa juga disalurkan di 31 kabupaten/kota.

"Sedangkan progres pemasangan atau pemanfaatan pompa, sudah sebesar 69,7 persen (3.025 unit) dari 4.340 unit," ucap Kepala Distanbun.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu