Follow Us :              

Tindak Lanjuti Keluhan Warga, Gubernur Tinjau Perbaikan Ruas Jalan Parakan-Patean

  30 July 2025  |   09:00:00  |   dibaca : 317 
Kategori :
Bagikan :


Tindak Lanjuti Keluhan Warga, Gubernur Tinjau Perbaikan Ruas Jalan Parakan-Patean

30 July 2025 | 09:00:00 | dibaca : 317
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

TEMANGGUNG - Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., meninjau pengerjaan Ruas Jalan Parakan-Patean, tepatnya di Desa Batursari, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung pada Rabu, 30 Juli 2025.

Kondisi jalan yang menjadi poros penghubung wilayah Utara dan Selatan Jateng itu, sempat dikeluhkan oleh warga, karena banyak titik yang bergelombang, pecah, dan berlubang. Hal serupa juga disampaikan langsung oleh salah seorang kepala desa saat berdialog dengan Gubernur, di Pendopo Kabupaten Temanggung pada 15 Juli lalu.

"Ini merupakan respons yang sangat bagus ya. Mudah-mudahan ke depan bisa lebih baik lagi. Ini sudah sangat luar biasa, karena baru beberapa hari lalu dilaporkan langsung ditanggapi," ujar Kepala Desa Congkrang, Sugeng Jumadi, saat ditemui di lokasi pengerjaan jalan.

Ia menjelaskan, Ruas Jalan Parakan-Patean merupakan jalan utama menuju ke Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Kendal, terutama untuk masyarakat di wilayah Kecamatan Bejen, Candiroto, dan sekitarnya.

"Harapannya bisa memperlancar lalu lintas, juga menambah pertumbuhan ekonomi lebih baik lagi, karena perjalanan hulu-hilir petani lebih lancar," ucap Sugeng terkait ruas jalan yang sudah mulai diperbaiki.

Pada kesempatan itu, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menyampaikan, Ruas Jalan Parakan-Patean merupakan jalan provinsi. Sebelum mendapatkan laporan dari masyarakat, sebenarnya ruas jalan itu sudah masuk dalam rencana perbaikan jalan di Jateng.

"Untuk (APBD) perubahan ini Temanggung mendapatkan Rp15,2 miliar untuk pembangunan jalan. Memang paket seluruh Jawa Tengah pada perubahan adalah Rp674 miliar, khusus pembangunan jalan," katanya saat meninjau pengerjaan jalan.

Ia menegaskan, semua jalan di Jawa Tengah harus sudah dalam kondisi mantap dan tidak ada permasalahan pada akhir Desember 2025. Hal itu dilakukan, karena pada tahun 2026, prioritas pembangunan Jateng diarahkan pada swasembada pangan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Cipta Karya (DPUBMCK) Provinsi Jawa Tengah, Hanung Triyono, mengatakan, pada tahun ini ada 79 paket pekerjaan jalan provinsi yang dilakukan di 35 Kabupaten/Kota di Jateng. Ruas jalan Parakan-Patean merupakan salah satu jalan yang masuk dalam rencana perbaikan dari Pemerintah Provinsi Jateng.

"Ini ruas preservasi jalan Parakan-Patean yang kita aspal ulang dua lapis sekitar 4,5 km. Kita lakukan (pengaspalan), karena kemarin ada keluhan," katanya.

Ia menjelaskan, Ruas Jalan Parakan-Patean sudah sekitar 15 tahun tidak dilakukan overlay atau proses pelapisan ulang permukaan jalan. Sementara itu, lalu lintas di jalur tersebut cukup padat dan berat, karena menjadi salah satu poros penghubung wilayah Utara dan Selatan Jateng. Selain pelapisan atau overlay, juga dilakukan pengerjaan bahu jalan dan talud (dinding penahan tanah).

"Kemarin dikatakan, seperti rempeyek, memang tambalannya sudah banyak, memang harus ada overlay ulang. Overlay dua lapis dikerjakan dengan nilai Rp15,2 miliar," jelasnya.

Diketahui, Ruas Jalan Parakan-Patean memiliki panjang kurang lebih 23,7 km, yang terdiri dari jalan beton sepanjang 11,9 km dan jalan aspal sepanjang 11,8 km.


Bagikan :

TEMANGGUNG - Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., meninjau pengerjaan Ruas Jalan Parakan-Patean, tepatnya di Desa Batursari, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung pada Rabu, 30 Juli 2025.

Kondisi jalan yang menjadi poros penghubung wilayah Utara dan Selatan Jateng itu, sempat dikeluhkan oleh warga, karena banyak titik yang bergelombang, pecah, dan berlubang. Hal serupa juga disampaikan langsung oleh salah seorang kepala desa saat berdialog dengan Gubernur, di Pendopo Kabupaten Temanggung pada 15 Juli lalu.

"Ini merupakan respons yang sangat bagus ya. Mudah-mudahan ke depan bisa lebih baik lagi. Ini sudah sangat luar biasa, karena baru beberapa hari lalu dilaporkan langsung ditanggapi," ujar Kepala Desa Congkrang, Sugeng Jumadi, saat ditemui di lokasi pengerjaan jalan.

Ia menjelaskan, Ruas Jalan Parakan-Patean merupakan jalan utama menuju ke Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Kendal, terutama untuk masyarakat di wilayah Kecamatan Bejen, Candiroto, dan sekitarnya.

"Harapannya bisa memperlancar lalu lintas, juga menambah pertumbuhan ekonomi lebih baik lagi, karena perjalanan hulu-hilir petani lebih lancar," ucap Sugeng terkait ruas jalan yang sudah mulai diperbaiki.

Pada kesempatan itu, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menyampaikan, Ruas Jalan Parakan-Patean merupakan jalan provinsi. Sebelum mendapatkan laporan dari masyarakat, sebenarnya ruas jalan itu sudah masuk dalam rencana perbaikan jalan di Jateng.

"Untuk (APBD) perubahan ini Temanggung mendapatkan Rp15,2 miliar untuk pembangunan jalan. Memang paket seluruh Jawa Tengah pada perubahan adalah Rp674 miliar, khusus pembangunan jalan," katanya saat meninjau pengerjaan jalan.

Ia menegaskan, semua jalan di Jawa Tengah harus sudah dalam kondisi mantap dan tidak ada permasalahan pada akhir Desember 2025. Hal itu dilakukan, karena pada tahun 2026, prioritas pembangunan Jateng diarahkan pada swasembada pangan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Cipta Karya (DPUBMCK) Provinsi Jawa Tengah, Hanung Triyono, mengatakan, pada tahun ini ada 79 paket pekerjaan jalan provinsi yang dilakukan di 35 Kabupaten/Kota di Jateng. Ruas jalan Parakan-Patean merupakan salah satu jalan yang masuk dalam rencana perbaikan dari Pemerintah Provinsi Jateng.

"Ini ruas preservasi jalan Parakan-Patean yang kita aspal ulang dua lapis sekitar 4,5 km. Kita lakukan (pengaspalan), karena kemarin ada keluhan," katanya.

Ia menjelaskan, Ruas Jalan Parakan-Patean sudah sekitar 15 tahun tidak dilakukan overlay atau proses pelapisan ulang permukaan jalan. Sementara itu, lalu lintas di jalur tersebut cukup padat dan berat, karena menjadi salah satu poros penghubung wilayah Utara dan Selatan Jateng. Selain pelapisan atau overlay, juga dilakukan pengerjaan bahu jalan dan talud (dinding penahan tanah).

"Kemarin dikatakan, seperti rempeyek, memang tambalannya sudah banyak, memang harus ada overlay ulang. Overlay dua lapis dikerjakan dengan nilai Rp15,2 miliar," jelasnya.

Diketahui, Ruas Jalan Parakan-Patean memiliki panjang kurang lebih 23,7 km, yang terdiri dari jalan beton sepanjang 11,9 km dan jalan aspal sepanjang 11,8 km.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu