Follow Us :              

Gubernur: Isi Kemerdekaan dengan Kerja Keras dan Gotong Royong

  17 August 2025  |   19:00:00  |   dibaca : 493 
Kategori :
Bagikan :


Gubernur: Isi Kemerdekaan dengan Kerja Keras dan Gotong Royong

17 August 2025 | 19:00:00 | dibaca : 493
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengatakan, perjuangan mengisi 80 tahun kemerdekaan tidak lagi dilakukan dengan senjata, tetapi dengan bekerja keras bersama-sama untuk mewujudkan cita-cita yang diinginkan. 

"Kalau dulu kita berjuang dengan senjata, maka hari ini perjuangan kita dengan bekerja keras. Cancut taliwanda (bekerja keras untuk mencapai tujuan), gugur gunung (gotong royong). Bersama-sama mengisi kemerdekaan kita," ucapnya dalam acara Resepsi Kenegaraan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Halaman Kantor Gubernur Jateng pada Minggu, 17 Agustus 2025.

Ia menyampaikan, kerja keras yang dilakukan bertujuan untuk memerdekakan diri dari kebodohan, kemiskinan, dan ketertinggalan. Maka dari itu, hal yang perlu dilakukan adalah bersama-sama menciptakan kesempatan kerja, pendidikan yang layak, serta memberikan jaminan keamanan dan ketertiban dalam rangka investasi di Jateng.

"Kerja-kerja kolaboratif ini yang harus kita kedepankan, sehingga kemerdekaan akan didapatkan," katanya.

Penyelenggaraan Resepsi Kenegaraan menjadi puncak peringatan HUT ke-80 RI Tingkat Provinsi Jawa Tengah. Acara ini menjadi bentuk refleksi bagi pemerintah dan masyarakat, khususnya yang ada di Jateng. Selain itu, kegiatan ini juga sebagai bentuk syukur atas jerih payah para pejuang, sehingga kemerdekaan bangsa Indonesia bisa terwujud hingga hari ini.

Dalam acara itu, Pemerintah provinsi Jawa Tengah juga memberikan tali asih kepada para pejuang sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasa dan pengorbanan mereka. Tali asih diberikan kepada janda perintis kemerdekaan dan anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) di Jateng. 

Adapaun tali asih bagi janda perintis kemerdekaan diberikan kepada Missuri dan Jumiatin, masing-masing menerima santunan sebesar Rp10 juta dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng. Sementara dua anggota veteran yang menerima tali asih adalah Sugiyanto dan Joso, masing-masing mendapatkan santunan dan bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) senilai Rp20 juta.

Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen; Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno; Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto; perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda); keluarga veteran dan perintis kemerdekaan; tokoh agama dan tokoh masyarakat; serta perwakilan mahasiswa.

Pada kesempatan itu, Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto, mengatakan bahwa Peringatan HUT ke-80 RI bukan sekadar perayaan, melainkan momentum refleksi untuk menghargai dan menghormati perjuangan para pahlawan yang berkorban untuk kemerdekaan. Semangat juang para pahlawan itulah yang berhasil memerdekakan negara sampai saat ini.

"80 tahun berarti sudah lebih dari satu generasi, karena rata-rata usia masyarakat Indonesia sekitar 73 tahun. Mari kita tingkatkan terus perjuangan ini. Salah satunya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah," katanya.

Guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat, menurutnya potensi Jateng terkait dengan swasembada pangan cukup besar. Maka dari itu, hal ini juga menjadi salah satu visi misi Gubernur Jateng. 

Terkait dengan upaya mendukung kemandirian pangan tersebut, ia menilai ada beberapa sektor yang perlu ditingkatkan, antara lain pertanian, peternakan, dan perikanan.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengatakan, perjuangan mengisi 80 tahun kemerdekaan tidak lagi dilakukan dengan senjata, tetapi dengan bekerja keras bersama-sama untuk mewujudkan cita-cita yang diinginkan. 

"Kalau dulu kita berjuang dengan senjata, maka hari ini perjuangan kita dengan bekerja keras. Cancut taliwanda (bekerja keras untuk mencapai tujuan), gugur gunung (gotong royong). Bersama-sama mengisi kemerdekaan kita," ucapnya dalam acara Resepsi Kenegaraan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Halaman Kantor Gubernur Jateng pada Minggu, 17 Agustus 2025.

Ia menyampaikan, kerja keras yang dilakukan bertujuan untuk memerdekakan diri dari kebodohan, kemiskinan, dan ketertinggalan. Maka dari itu, hal yang perlu dilakukan adalah bersama-sama menciptakan kesempatan kerja, pendidikan yang layak, serta memberikan jaminan keamanan dan ketertiban dalam rangka investasi di Jateng.

"Kerja-kerja kolaboratif ini yang harus kita kedepankan, sehingga kemerdekaan akan didapatkan," katanya.

Penyelenggaraan Resepsi Kenegaraan menjadi puncak peringatan HUT ke-80 RI Tingkat Provinsi Jawa Tengah. Acara ini menjadi bentuk refleksi bagi pemerintah dan masyarakat, khususnya yang ada di Jateng. Selain itu, kegiatan ini juga sebagai bentuk syukur atas jerih payah para pejuang, sehingga kemerdekaan bangsa Indonesia bisa terwujud hingga hari ini.

Dalam acara itu, Pemerintah provinsi Jawa Tengah juga memberikan tali asih kepada para pejuang sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasa dan pengorbanan mereka. Tali asih diberikan kepada janda perintis kemerdekaan dan anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) di Jateng. 

Adapaun tali asih bagi janda perintis kemerdekaan diberikan kepada Missuri dan Jumiatin, masing-masing menerima santunan sebesar Rp10 juta dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng. Sementara dua anggota veteran yang menerima tali asih adalah Sugiyanto dan Joso, masing-masing mendapatkan santunan dan bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) senilai Rp20 juta.

Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen; Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno; Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto; perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda); keluarga veteran dan perintis kemerdekaan; tokoh agama dan tokoh masyarakat; serta perwakilan mahasiswa.

Pada kesempatan itu, Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto, mengatakan bahwa Peringatan HUT ke-80 RI bukan sekadar perayaan, melainkan momentum refleksi untuk menghargai dan menghormati perjuangan para pahlawan yang berkorban untuk kemerdekaan. Semangat juang para pahlawan itulah yang berhasil memerdekakan negara sampai saat ini.

"80 tahun berarti sudah lebih dari satu generasi, karena rata-rata usia masyarakat Indonesia sekitar 73 tahun. Mari kita tingkatkan terus perjuangan ini. Salah satunya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah," katanya.

Guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat, menurutnya potensi Jateng terkait dengan swasembada pangan cukup besar. Maka dari itu, hal ini juga menjadi salah satu visi misi Gubernur Jateng. 

Terkait dengan upaya mendukung kemandirian pangan tersebut, ia menilai ada beberapa sektor yang perlu ditingkatkan, antara lain pertanian, peternakan, dan perikanan.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu