Follow Us :              

Bangkitkan Ekonomi Daerah, Gubernur Minta Bupati dan Wali Kota Bangun Kawasan Industri

  19 August 2025  |   08:30:00  |   dibaca : 759 
Kategori :
Bagikan :

Bangkitkan Ekonomi Daerah, Gubernur Minta Bupati dan Wali Kota Bangun Kawasan Industri

19 August 2025 | 08:30:00 | dibaca : 759
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Bangkitkan Ekonomi Daerah, Gubernur Minta Bupati dan Wali Kota Bangun Kawasan Industri
Bangkitkan Ekonomi Daerah, Gubernur Minta Bupati dan Wali Kota Bangun Kawasan Industri
Bangkitkan Ekonomi Daerah, Gubernur Minta Bupati dan Wali Kota Bangun Kawasan Industri
Bangkitkan Ekonomi Daerah, Gubernur Minta Bupati dan Wali Kota Bangun Kawasan Industri
Bangkitkan Ekonomi Daerah, Gubernur Minta Bupati dan Wali Kota Bangun Kawasan Industri

Foto : Fajar (Humas Jateng)

BATANG - Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., meminta seluruh bupati dan wali kota di Jateng untuk menyiapkan kawasan industri, guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan bangkitkan ekonomi masyarakat disekitarnya. 

Hal itu disampaikannya saat memberikan pengarahan kepada bupati/wali kota, usai memimpin Upacara Peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Tengah di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang pada Selasa, 19 Agustus 2025.

"Saya minta, saya mohon, kepada bupati dan wali kota, segera rapat untuk membentuk kawasan industri di wilayahnya masing-masing, apa pun bentuknya. Termasuk spot-spot produksi terkait dengan barang tertentu, sesuai dengan kearifan lokal di wilayah masing-masing," kata Gubernur. 

Menurutnya, adanya kawasan industri/kawasan ekonomi menjadi salah satu syarat agar perekonomian di masing-masing wilayah bisa tumbuh dan berkembang. Selain itu, keberadaan kawasan industri juga dinilai mampu mengurangi jumlah pengangguran terbuka. 

Saat ini, Jawa Tengah memiliki tujuh kawasan industri potensial, yakni KEK Industropolis Batang, KEK Kendal, Kawasan Industri Wijayakusuma Semarang, Kawasan Industri Candi Semarang, Kawasan Industri Jatengland Demak, Kawasan Industri BSB Semarang, dan Batang Industrial Park.

Tak hanya meminta bupati/wali kota untuk bergerak, Gubernur juga mendorong adanya Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) Industri Prioritas Provinsi. Kerja sama ini melibatkan pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait, seperti BUMN, BUMD, perusahaan swasta, dan lainnya, terkait dengan pemanfaatan aset atau sumber daya di daerah. Kolaborasi ini dilakukan dengan melihat potensi kawasan industri baru di daerah Rembang, Demak, Kota Semarang, Kendal, Batang, Brebes, Cilacap, Banyumas, dan Kebumen. 

Ia menilai, keberadaan kawasan industri yang tersebar di sejumlah daerah di Jateng menjadi salah satu daya tarik bagi para investor.  

"Cilacap sudah menawarkan 1.000 hektare lebih, Kebumen sudah menyiapkan tempat, Demak lewat HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) sudah ada hampir 100 hektare disiapkan. Kalau tidak salah, Kendal akan menambah (kawasan industri) lagi," paparnya.

Gubernur menegaskan, kawasan industri merupakan salah satu lokasi strategis untuk membangun daerah, sesuai arahan dari Presiden. Maka dari itu, kawasan industri dinilai dapat menjadi tolok ukur perkembangan suatu wilayah.  

Diketahui, realisasi investasi di Jawa Tengah semester I 2025 mencapai Rp45,58 triliun atau 58,19% dari target tahun ini. Realisasi investasi tersebut, terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp25,63 triliun dan Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) sebanyak Rp19,95 triliun.

Adapun daerah dengan capaian investasi tertinggi di Jateng, antara lain Demak, Kota Semarang, Kendal, Batang, dan Kabupaten Semarang. Sementara itu, negara penanam modal tertinggi di Jateng, meliputi Singapura, Tiongkok, Hong Kong, Korea Selatan, dan Samoa Barat.


Bagikan :

BATANG - Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., meminta seluruh bupati dan wali kota di Jateng untuk menyiapkan kawasan industri, guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan bangkitkan ekonomi masyarakat disekitarnya. 

Hal itu disampaikannya saat memberikan pengarahan kepada bupati/wali kota, usai memimpin Upacara Peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Tengah di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang pada Selasa, 19 Agustus 2025.

"Saya minta, saya mohon, kepada bupati dan wali kota, segera rapat untuk membentuk kawasan industri di wilayahnya masing-masing, apa pun bentuknya. Termasuk spot-spot produksi terkait dengan barang tertentu, sesuai dengan kearifan lokal di wilayah masing-masing," kata Gubernur. 

Menurutnya, adanya kawasan industri/kawasan ekonomi menjadi salah satu syarat agar perekonomian di masing-masing wilayah bisa tumbuh dan berkembang. Selain itu, keberadaan kawasan industri juga dinilai mampu mengurangi jumlah pengangguran terbuka. 

Saat ini, Jawa Tengah memiliki tujuh kawasan industri potensial, yakni KEK Industropolis Batang, KEK Kendal, Kawasan Industri Wijayakusuma Semarang, Kawasan Industri Candi Semarang, Kawasan Industri Jatengland Demak, Kawasan Industri BSB Semarang, dan Batang Industrial Park.

Tak hanya meminta bupati/wali kota untuk bergerak, Gubernur juga mendorong adanya Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) Industri Prioritas Provinsi. Kerja sama ini melibatkan pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait, seperti BUMN, BUMD, perusahaan swasta, dan lainnya, terkait dengan pemanfaatan aset atau sumber daya di daerah. Kolaborasi ini dilakukan dengan melihat potensi kawasan industri baru di daerah Rembang, Demak, Kota Semarang, Kendal, Batang, Brebes, Cilacap, Banyumas, dan Kebumen. 

Ia menilai, keberadaan kawasan industri yang tersebar di sejumlah daerah di Jateng menjadi salah satu daya tarik bagi para investor.  

"Cilacap sudah menawarkan 1.000 hektare lebih, Kebumen sudah menyiapkan tempat, Demak lewat HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) sudah ada hampir 100 hektare disiapkan. Kalau tidak salah, Kendal akan menambah (kawasan industri) lagi," paparnya.

Gubernur menegaskan, kawasan industri merupakan salah satu lokasi strategis untuk membangun daerah, sesuai arahan dari Presiden. Maka dari itu, kawasan industri dinilai dapat menjadi tolok ukur perkembangan suatu wilayah.  

Diketahui, realisasi investasi di Jawa Tengah semester I 2025 mencapai Rp45,58 triliun atau 58,19% dari target tahun ini. Realisasi investasi tersebut, terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp25,63 triliun dan Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) sebanyak Rp19,95 triliun.

Adapun daerah dengan capaian investasi tertinggi di Jateng, antara lain Demak, Kota Semarang, Kendal, Batang, dan Kabupaten Semarang. Sementara itu, negara penanam modal tertinggi di Jateng, meliputi Singapura, Tiongkok, Hong Kong, Korea Selatan, dan Samoa Barat.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu