Follow Us :              

Tangani Kebakaran Sumur Minyak di Blora, Pemprov Jateng Salurkan Bantuan Senilai Rp180 Juta

  22 August 2025  |   10:00:00  |   dibaca : 894 
Kategori :
Bagikan :


Tangani Kebakaran Sumur Minyak di Blora, Pemprov Jateng Salurkan Bantuan Senilai Rp180 Juta

22 August 2025 | 10:00:00 | dibaca : 894
Kategori :
Bagikan :

Foto : Medianto (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Medianto (Humas Jateng)

BLORA - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyalurkan bantuan senilai Rp180 juta untuk penanganan kebakaran sumur minyak di Dusun Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora. 

Sebagai informasi, kebakaran sumur minyak terjadi di Dusun Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora pada Minggu (17/08/2025). Musibah ini mengakibatkan 3 orang meninggal dunia, 2 orang luka-luka, dan sebanyak 303 KK atau sekitar 750 orang mengungsi. Kebakaran ini juga menyebabkan 1 rumah rusak berat, 4 rumah rusak sedang, dan 3 ekor ternak mati.

Bantuan senilai Rp180 juta secara simbolis diserahkan oleh Wakil Gubenur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, kepada warga terdampak kebakaran di Dusun Gendono pada Jumat, 22 Agustus 2025. 

Rincian bantuan yang disalurkan, meliputi uang sebesar Rp40 juta dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng untuk keluarga korban meninggal dunia dan luka-luka; logistik dan peralatan senilai Rp53,4 juta dari Dinas Sosial Jateng; beras 2 ton senilai Rp25 juta dari Dinas Ketahanan Pangan Jateng; logistik dan sembako senilai Rp37,4 juta dari BPBD Jateng; dan obat-obatan senilai Rp25,6 juta dari Dinas Kesehatan Jateng.

Wagub menegaskan, penanganan korban terdampak kebakaran menjadi prioritas utama. Pada kesempatan itu, pihaknya juga membahas mengenai santunan yang diharapkan oleh para warga.  

“Itu sedang kami bahas, apakah melalui BPJS atau lembaga lain, agar ada kepastian,” ujarnya.

Terkait rumah warga yang rusak, ia memastikan pemerintah akan melakukan pendataan dan segera menyalurkan bantuan. Koordinasi pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, hingga lembaga sosial juga dilakukan untuk memastikan penanganan kebakaran dilakukan secara menyeluruh.

“Tidak ada warga yang akan dibiarkan sendirian menghadapi musibah ini. Pemerintah hadir, baik untuk korban maupun pemulihan pascakejadian,” tegasnya.

Tak hanya itu, Wagub juga memastikan kebakaran sumur minyak ditangani dengan cepat. Ia berharap, kejadian ini jangan sampai terulang di Blora maupun daerah lain. 

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Pertamina dan para ahli akan menertibkan sumur-sumur minyak di Jateng yang tidak memiliki izin.

Sebagaimana Undang-Undang serta Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 14 Tahun 2025 tentang Kerja Sama Pengelolaan Bagian Wilayah Kerja untuk Peningkatan Produksi Minyak dan Gas, Pemprov Jateng telah membentuk Satuan Tugas Khusus untuk mengatur pengelolaan pengeboran, terutama pada sumur tua.

Diketahui, berbagai upaya penanganan kebakaran sudah dilakukan oleh Pemprov Jateng, BPBD Jateng, bersama pihak-pihak terkait. Beberapa hal yang dilakukan, antara lain melakukan kajian cepat penanganan kebakaran, mendirikan tenda pengungsian dan Posko Penanganan Darurat Bencana (PDB), serta menyediakan air bersih dan logistik permakanan untuk 900 jiwa.

Sementara itu, upaya pemadaman api masih terus dilakukan, salah satunya dengan membuat tanggul untuk smothering foam atau busa yang berfungsi menghalangi kontak api dengan oksigen, sehingga api tidak menyala kembali atau semakin meluas. 

Tak hanya itu, rencananya pada Sabtu (23/08/2025) akan dikirimkan 3.000 liter stok foam, dilakukan pemadaman lanjutan, serta ada tambahan 1 unit truk pemadam yang didatangkan ke lokasi.


Bagikan :

BLORA - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyalurkan bantuan senilai Rp180 juta untuk penanganan kebakaran sumur minyak di Dusun Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora. 

Sebagai informasi, kebakaran sumur minyak terjadi di Dusun Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora pada Minggu (17/08/2025). Musibah ini mengakibatkan 3 orang meninggal dunia, 2 orang luka-luka, dan sebanyak 303 KK atau sekitar 750 orang mengungsi. Kebakaran ini juga menyebabkan 1 rumah rusak berat, 4 rumah rusak sedang, dan 3 ekor ternak mati.

Bantuan senilai Rp180 juta secara simbolis diserahkan oleh Wakil Gubenur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, kepada warga terdampak kebakaran di Dusun Gendono pada Jumat, 22 Agustus 2025. 

Rincian bantuan yang disalurkan, meliputi uang sebesar Rp40 juta dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng untuk keluarga korban meninggal dunia dan luka-luka; logistik dan peralatan senilai Rp53,4 juta dari Dinas Sosial Jateng; beras 2 ton senilai Rp25 juta dari Dinas Ketahanan Pangan Jateng; logistik dan sembako senilai Rp37,4 juta dari BPBD Jateng; dan obat-obatan senilai Rp25,6 juta dari Dinas Kesehatan Jateng.

Wagub menegaskan, penanganan korban terdampak kebakaran menjadi prioritas utama. Pada kesempatan itu, pihaknya juga membahas mengenai santunan yang diharapkan oleh para warga.  

“Itu sedang kami bahas, apakah melalui BPJS atau lembaga lain, agar ada kepastian,” ujarnya.

Terkait rumah warga yang rusak, ia memastikan pemerintah akan melakukan pendataan dan segera menyalurkan bantuan. Koordinasi pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, hingga lembaga sosial juga dilakukan untuk memastikan penanganan kebakaran dilakukan secara menyeluruh.

“Tidak ada warga yang akan dibiarkan sendirian menghadapi musibah ini. Pemerintah hadir, baik untuk korban maupun pemulihan pascakejadian,” tegasnya.

Tak hanya itu, Wagub juga memastikan kebakaran sumur minyak ditangani dengan cepat. Ia berharap, kejadian ini jangan sampai terulang di Blora maupun daerah lain. 

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Pertamina dan para ahli akan menertibkan sumur-sumur minyak di Jateng yang tidak memiliki izin.

Sebagaimana Undang-Undang serta Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 14 Tahun 2025 tentang Kerja Sama Pengelolaan Bagian Wilayah Kerja untuk Peningkatan Produksi Minyak dan Gas, Pemprov Jateng telah membentuk Satuan Tugas Khusus untuk mengatur pengelolaan pengeboran, terutama pada sumur tua.

Diketahui, berbagai upaya penanganan kebakaran sudah dilakukan oleh Pemprov Jateng, BPBD Jateng, bersama pihak-pihak terkait. Beberapa hal yang dilakukan, antara lain melakukan kajian cepat penanganan kebakaran, mendirikan tenda pengungsian dan Posko Penanganan Darurat Bencana (PDB), serta menyediakan air bersih dan logistik permakanan untuk 900 jiwa.

Sementara itu, upaya pemadaman api masih terus dilakukan, salah satunya dengan membuat tanggul untuk smothering foam atau busa yang berfungsi menghalangi kontak api dengan oksigen, sehingga api tidak menyala kembali atau semakin meluas. 

Tak hanya itu, rencananya pada Sabtu (23/08/2025) akan dikirimkan 3.000 liter stok foam, dilakukan pemadaman lanjutan, serta ada tambahan 1 unit truk pemadam yang didatangkan ke lokasi.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu