Follow Us :              

Gubernur Dorong Peningkatan Kerja Sama Jateng dan Australia

  28 August 2025  |   09:00:00  |   dibaca : 249 
Kategori :
Bagikan :


Gubernur Dorong Peningkatan Kerja Sama Jateng dan Australia

28 August 2025 | 09:00:00 | dibaca : 249
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menerima kunjungan Chief Executive Officer (CEO) sekaligus Founder IndOz Australia, David Widjaja, di ruang kerjanya pada Kamis, 28 Agustus 2025. 

Pertemuan tersebut membahas tentang upaya peningkatan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan Australia, khususnya melalui program Sister Province dengan Queensland yang telah terjalin selama puluhan tahun.

"Jawa Tengah dan Queensland ini sudah 34 tahun kerja sama, jadi kita coba tingkatkan lebih lagi dari segi ekonomi dan investasi, dari Australia atau sebaliknya,” ucap David Widjaja saat ditemui usai pertemuan tersebut. 

Ia menuturkan, investasi menjadi sektor yang memiliki potensi besar untuk ditingkatkan. Sebab, Jateng memiliki sejumlah kawasan industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang dapat dimanfaatkan untuk menggaet investor dari Australia. 

"Kita butuhkan peningkatan sumber daya manusia (SDM) di sini. Jawa Tengah itu sangat baik dari segi warga dan etos kerjanya, serta sopan santunnya, itu mendukung sekali untuk orang Australia buka pabrik di sini," katanya.

Meskipun demikian, potensi yang ada di Jateng perlu disosialisasikan secara lebih masif kepada calon investor di Australia. Salah satunya terkait dengan keberadaan pabrik pengolahan susu di Jateng yang kekurangan pasokan bahan mentah. Padahal, kebutuhan susu di Indonesia cukup besar, setidaknya dibutuhkan 5 juta liter susu, tetapi pasokan yang tersuplai baru sekitar 1 juta liter. 

Menurutnya, potensi investasi pada bidang ini cukup besar. Begitu pula dengan industri lainnya, seperti agrikultur, alas kaki, dan lainnya.

"Informasi itu harus masuk ke kami di Australia. Jadi masih banyak kebutuhan itu. Mungkin yang akan dilakukan bukan pengiriman susunya, tetapi sapi-sapi yang sudah bisa dikembangkan (bisa didatangkan langsung ke Indonesia) juga," ujar Warga Negara Indonesia yang sudah menetap di Brisbane selama 25 tahun itu.

Tak hanya itu, sektor lain yang juga perlu ditingkatkan adalah pendidikan, kaitannya dengan upaya untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas SDM. Selama ini, kerja sama di bidang pendidikan yang telah terjalin adalah program pengiriman pelajar ke Australia serta pengiriman guru SMK untuk transfer ilmu.

"Pendidikan ini sangat banyak, kita akan meningkatkan kerja sama, agar anak-anak kita bisa belajar di sana sembari bekerja, sehingga dapat membiayai kebutuhan mereka di sana, karena biaya hidup di Australia cukup mahal," jelasnya.

Pengiriman guru untuk belajar maupun mengajar di Australia juga perlu ditingkatkan. Jateng tecatat pernah mengirimkan guru dan kepala sekolah ke negeri Kanguru untuk mengikuti pelatihan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.  

Pada kesempatan itu, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menyampaikan, peningkatan investasi dari pengusaha Australia di Jateng menjadi salah satu prioritasnya. 

Saat ini, Australia masih berada di peringkat ke-31 negara yang berinvestasi di Jateng. Dalam lima tahun terakhir, investasi tertinggi dari Australia di Jateng ada pada semester I tahun 2025, dengan nilai sebesar Rp24,584 miliar.

"Saya sudah bertemu Dubes (Duta Besar) Australia, beliau bilang kalau beberapa perusahaan sudah ekplorasi di Batam dan Riau. Kenapa tidak di Jawa Tengah, karena di sini masih kecil investasinya. Maka kami akan tawarkan kawasan industri ke investor Australia," uja Gubernur.

Realisasi investasi Australia di Jateng berdasarkan sektornya, antara lain perdagangan dan reparasi, pertambangan, industri karet dan plastik, serta industri dan jasa lainnya. Adapun tiga perusahaan Australia dengan nilai investasi terbesar pada periode 2021-2025 semester I, yakni Indomus Trading Solutions (perdagangan dan reparasi) di Kota Semarang, Alexis Pradana Mineral (pertambangan) di Kabupaten Wonogiri, dan Boyz Entertainment Program (jasa lainnya) di Kabupaten Sukoharjo.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menerima kunjungan Chief Executive Officer (CEO) sekaligus Founder IndOz Australia, David Widjaja, di ruang kerjanya pada Kamis, 28 Agustus 2025. 

Pertemuan tersebut membahas tentang upaya peningkatan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan Australia, khususnya melalui program Sister Province dengan Queensland yang telah terjalin selama puluhan tahun.

"Jawa Tengah dan Queensland ini sudah 34 tahun kerja sama, jadi kita coba tingkatkan lebih lagi dari segi ekonomi dan investasi, dari Australia atau sebaliknya,” ucap David Widjaja saat ditemui usai pertemuan tersebut. 

Ia menuturkan, investasi menjadi sektor yang memiliki potensi besar untuk ditingkatkan. Sebab, Jateng memiliki sejumlah kawasan industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang dapat dimanfaatkan untuk menggaet investor dari Australia. 

"Kita butuhkan peningkatan sumber daya manusia (SDM) di sini. Jawa Tengah itu sangat baik dari segi warga dan etos kerjanya, serta sopan santunnya, itu mendukung sekali untuk orang Australia buka pabrik di sini," katanya.

Meskipun demikian, potensi yang ada di Jateng perlu disosialisasikan secara lebih masif kepada calon investor di Australia. Salah satunya terkait dengan keberadaan pabrik pengolahan susu di Jateng yang kekurangan pasokan bahan mentah. Padahal, kebutuhan susu di Indonesia cukup besar, setidaknya dibutuhkan 5 juta liter susu, tetapi pasokan yang tersuplai baru sekitar 1 juta liter. 

Menurutnya, potensi investasi pada bidang ini cukup besar. Begitu pula dengan industri lainnya, seperti agrikultur, alas kaki, dan lainnya.

"Informasi itu harus masuk ke kami di Australia. Jadi masih banyak kebutuhan itu. Mungkin yang akan dilakukan bukan pengiriman susunya, tetapi sapi-sapi yang sudah bisa dikembangkan (bisa didatangkan langsung ke Indonesia) juga," ujar Warga Negara Indonesia yang sudah menetap di Brisbane selama 25 tahun itu.

Tak hanya itu, sektor lain yang juga perlu ditingkatkan adalah pendidikan, kaitannya dengan upaya untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas SDM. Selama ini, kerja sama di bidang pendidikan yang telah terjalin adalah program pengiriman pelajar ke Australia serta pengiriman guru SMK untuk transfer ilmu.

"Pendidikan ini sangat banyak, kita akan meningkatkan kerja sama, agar anak-anak kita bisa belajar di sana sembari bekerja, sehingga dapat membiayai kebutuhan mereka di sana, karena biaya hidup di Australia cukup mahal," jelasnya.

Pengiriman guru untuk belajar maupun mengajar di Australia juga perlu ditingkatkan. Jateng tecatat pernah mengirimkan guru dan kepala sekolah ke negeri Kanguru untuk mengikuti pelatihan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.  

Pada kesempatan itu, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menyampaikan, peningkatan investasi dari pengusaha Australia di Jateng menjadi salah satu prioritasnya. 

Saat ini, Australia masih berada di peringkat ke-31 negara yang berinvestasi di Jateng. Dalam lima tahun terakhir, investasi tertinggi dari Australia di Jateng ada pada semester I tahun 2025, dengan nilai sebesar Rp24,584 miliar.

"Saya sudah bertemu Dubes (Duta Besar) Australia, beliau bilang kalau beberapa perusahaan sudah ekplorasi di Batam dan Riau. Kenapa tidak di Jawa Tengah, karena di sini masih kecil investasinya. Maka kami akan tawarkan kawasan industri ke investor Australia," uja Gubernur.

Realisasi investasi Australia di Jateng berdasarkan sektornya, antara lain perdagangan dan reparasi, pertambangan, industri karet dan plastik, serta industri dan jasa lainnya. Adapun tiga perusahaan Australia dengan nilai investasi terbesar pada periode 2021-2025 semester I, yakni Indomus Trading Solutions (perdagangan dan reparasi) di Kota Semarang, Alexis Pradana Mineral (pertambangan) di Kabupaten Wonogiri, dan Boyz Entertainment Program (jasa lainnya) di Kabupaten Sukoharjo.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu