Follow Us :              

Pergerakan Angkutan Orang dan Logistik Dukung Geliat Investasi di Jawa Tengah 

  12 September 2025  |   14:00:00  |   dibaca : 456 
Kategori :
Bagikan :


Pergerakan Angkutan Orang dan Logistik Dukung Geliat Investasi di Jawa Tengah 

12 September 2025 | 14:00:00 | dibaca : 456
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Komjen (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengatakan, keberadaan angkutan orang dan barang yang memadai akan menunjang geliat investasi dan ekonomi di wilayahnya. Hal itu disampaikannya saat membuka acara Government Auto Show Commercial Vehicle Expo (GAS CVE) Tahun 2025 di Lanumad Ahmad Yani, Kota Semarang pada Jumat, 12 September 2025. 

Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak akan ada gunanya, manakala tidak dibarengi dengan tranportasi logistik dan angkutan orang yang bagus. Sebab, salah satu faktor pertumbuhan ekonomi dan investasi adalah tersedianya tranportasi logistik dan orang yang representatif.

"Maksud kegiatan ini adalah menarik investasi di Jawa Tengah (agar) lebih kondusif,” katanya.

Peserta pameran dalam kegiatan yang akan berlangsung hingga 13 September 2025 ini, antara lain Daihatsu, Wuling, Suzuki, Nasmoco, Duta Hino, Karoseri Laksana, Sun Star Motor dan PT Bumen Redja Abadi. GAS CVE menjadi momentum penting untuk mempertemukan dealer/perantara yang membeli produk dan menjualnya kembali serta perusahaan karoseri atau struktur bodi/kerangka kendaraan dengan pelaku usaha, operator bus, perusahaan logistik, industri, maupun UMKM.

"Dealer akan menawarkan dan membuat transaksi dengan pengusaha atau perusahaan. Pemprov Jateng sendiri hadir dengan memberikan insentif, yang mendukung bergeraknya roda perekonomian di Jawa Tengah," kata Gubernur.

Sebagai informasi, insentif yang dimaksud adalah pengurangan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), bagi badan usaha yang membeli kendaraan baru. Nantinya, insentif/pengurangan yang diberikan nilainya sampai dengan 50%.

Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Jateng triwulan II 2025 sebesar 5,28% atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional. Sementara itu, nilai investasi hingga awal September 2025 sudah mendekati Rp58,7 triliun. 

Gubernur juga menegaskan, apabila Jateng tidak memiliki angkutan barang dan orang yang representatif, maka distribusi barang, mobilisasi orang, bahkan pergerakan ekonomi bisa terhambat. Oleh karena itu, upaya untuk memfasilitasi angkutan orang dan barang akan terus diupayakan, salah satunya dengan gelaran pameran, seperti GAS CVE 2025.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Komjen (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengatakan, keberadaan angkutan orang dan barang yang memadai akan menunjang geliat investasi dan ekonomi di wilayahnya. Hal itu disampaikannya saat membuka acara Government Auto Show Commercial Vehicle Expo (GAS CVE) Tahun 2025 di Lanumad Ahmad Yani, Kota Semarang pada Jumat, 12 September 2025. 

Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak akan ada gunanya, manakala tidak dibarengi dengan tranportasi logistik dan angkutan orang yang bagus. Sebab, salah satu faktor pertumbuhan ekonomi dan investasi adalah tersedianya tranportasi logistik dan orang yang representatif.

"Maksud kegiatan ini adalah menarik investasi di Jawa Tengah (agar) lebih kondusif,” katanya.

Peserta pameran dalam kegiatan yang akan berlangsung hingga 13 September 2025 ini, antara lain Daihatsu, Wuling, Suzuki, Nasmoco, Duta Hino, Karoseri Laksana, Sun Star Motor dan PT Bumen Redja Abadi. GAS CVE menjadi momentum penting untuk mempertemukan dealer/perantara yang membeli produk dan menjualnya kembali serta perusahaan karoseri atau struktur bodi/kerangka kendaraan dengan pelaku usaha, operator bus, perusahaan logistik, industri, maupun UMKM.

"Dealer akan menawarkan dan membuat transaksi dengan pengusaha atau perusahaan. Pemprov Jateng sendiri hadir dengan memberikan insentif, yang mendukung bergeraknya roda perekonomian di Jawa Tengah," kata Gubernur.

Sebagai informasi, insentif yang dimaksud adalah pengurangan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), bagi badan usaha yang membeli kendaraan baru. Nantinya, insentif/pengurangan yang diberikan nilainya sampai dengan 50%.

Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Jateng triwulan II 2025 sebesar 5,28% atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional. Sementara itu, nilai investasi hingga awal September 2025 sudah mendekati Rp58,7 triliun. 

Gubernur juga menegaskan, apabila Jateng tidak memiliki angkutan barang dan orang yang representatif, maka distribusi barang, mobilisasi orang, bahkan pergerakan ekonomi bisa terhambat. Oleh karena itu, upaya untuk memfasilitasi angkutan orang dan barang akan terus diupayakan, salah satunya dengan gelaran pameran, seperti GAS CVE 2025.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu