Follow Us :              

Hasil Ternak Jawa Tengah Berkontribusi Besar Secara Nasional 

  27 September 2025  |   09:00:00  |   dibaca : 773 
Kategori :
Bagikan :


Hasil Ternak Jawa Tengah Berkontribusi Besar Secara Nasional 

27 September 2025 | 09:00:00 | dibaca : 773
Kategori :
Bagikan :

Foto : Medianto (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Medianto (Humas Jateng)

TEMANGGUNG - Kementerian Pertanian memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yang terus berupaya meningkatkan produktivitas peternakan di wilayahnya. Diketahui, hasil ternak Jateng sudah memberikan sumbangsih yang cukup besar bagi hasil ternak nasional.

Direktur Jenderal Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan), Hendra Wibawa, menyatakan bahwa provinsi yang dipimpin oleh Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., ini menjadi penyumbang daging tertinggi kedua tingkat nasional. Hasil ternak Jateng yang terbanyak, yakni daging sapi, kambing, domba, dan unggas. 

“Kami apresiasi apa yang sudah dilakukan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jateng, dalam upaya meningkatkan produktivitas (peternakan)," ucapnya dalam acara Peringatan Bulan Bhakti Peternakan dan Kesehatan Hewan Tingkat Provinsi Jateng, di Agro Center Soropadan, Kabupaten Temanggung pada Sabtu, 27 September 2025. 

Ia menyampaikan, hasil ternak Jateng yang paling unggul adalah unggas, karena sudah mencukupi kebutuhan bahkan diekspor ke negara lain. Sementara itu, produksi daging sapi dan susu masih harus ditingkatkan.  

Hendra mengatakan, produktivitas sektor peternakan harus terus digenjot. Sebab, peternakan menempati posisi strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional serta mengembangkan perekonomian.

"Produk peternakan, seperti daging, telur dan susu merupakan sumber protein hewani yang krusial bagi pertumbuhan dan kesehatan masyarakat," katanya.

Adapun beberapa upaya penguatan sektor peternakan yang dapat dilakukan, antara lain meningkatkan produktivitas kelembagaan peternakan, mengadopsi teknologi tepat guna, serta melakukan vaksinasi penyakit kuku dan mulut (PMK).

Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno, menyampaikan, generasi muda harus dilibatkan dalam upaya meningkatkan produktivitas hasil peternakan, tentunya untuk mendukung regenerasi para peternak, memunculkan ide/inovasi/gagasan baru dari anak muda untuk pengembangan di sektor peternakan, dan lainnya.

Tak hanya itu, Pemprov Jateng juga perlu mengawal kesejahteraan peternak dari sisi hulu hingga hilir, di antaranya dengan memastikan ketersediaan stok benih berkualitas, menjaga stabilitas harga pakan ternak, dan lainnya. 

"Kita ingin berswasembada pangan, apalagi Jawa Tengah ini sebagai penumpu pangan nasional. Selain pertanian, peternakan juga lebih diupayakan lagi untuk menunjang kebutuhan protein (hewani)," katanya. 

Sekda menambahkan, Jateng memiliki peternakan dengan Sumber Daya Genetik Hewan (SDGH) yang secara ekonomi berpotensi untuk dikembangkan, antara lain Rumpun Pengging Soloan (Boyolali); Itik Tegal (Kota Tegal); Itik Muntilan (Magelang), Ayam Kedu, Domba Sakub (Brebes); Domba Batur (Banjarnegara); Domba Wonosobo, Kambing Kejobong (Purbalingga Banyumas); Kambing Kaligesing (Purworejo); Sapi Peranakan Ongole (PO) Kebumen; Sapi Jabres (Jawa Brebes); Itik Pengging Soloan; dan Ayam Lingnan Maron. 

Berdasarkan data dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, pada tahun 2024 produksi daging di Jateng mencapai 930.177 ton atau berkontribusi sebesar 18,83% terhadap kebutuhan nasional. Bahkan, produksi daging ini berhasil menduduki peringkat 2 nasional. 

Sementara itu, produksi telur juga berada di peringkat yang sama. Kontribusinya sebesar 13,1% dengan hasil produksi hampir mencapai 902.098 ton. Adapun untuk komoditas susu, berada di peringkat 3 nasional atau berkontribusi sebesar 9,4% atau 76.113 ton.


Bagikan :

TEMANGGUNG - Kementerian Pertanian memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yang terus berupaya meningkatkan produktivitas peternakan di wilayahnya. Diketahui, hasil ternak Jateng sudah memberikan sumbangsih yang cukup besar bagi hasil ternak nasional.

Direktur Jenderal Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan), Hendra Wibawa, menyatakan bahwa provinsi yang dipimpin oleh Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., ini menjadi penyumbang daging tertinggi kedua tingkat nasional. Hasil ternak Jateng yang terbanyak, yakni daging sapi, kambing, domba, dan unggas. 

“Kami apresiasi apa yang sudah dilakukan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jateng, dalam upaya meningkatkan produktivitas (peternakan)," ucapnya dalam acara Peringatan Bulan Bhakti Peternakan dan Kesehatan Hewan Tingkat Provinsi Jateng, di Agro Center Soropadan, Kabupaten Temanggung pada Sabtu, 27 September 2025. 

Ia menyampaikan, hasil ternak Jateng yang paling unggul adalah unggas, karena sudah mencukupi kebutuhan bahkan diekspor ke negara lain. Sementara itu, produksi daging sapi dan susu masih harus ditingkatkan.  

Hendra mengatakan, produktivitas sektor peternakan harus terus digenjot. Sebab, peternakan menempati posisi strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional serta mengembangkan perekonomian.

"Produk peternakan, seperti daging, telur dan susu merupakan sumber protein hewani yang krusial bagi pertumbuhan dan kesehatan masyarakat," katanya.

Adapun beberapa upaya penguatan sektor peternakan yang dapat dilakukan, antara lain meningkatkan produktivitas kelembagaan peternakan, mengadopsi teknologi tepat guna, serta melakukan vaksinasi penyakit kuku dan mulut (PMK).

Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno, menyampaikan, generasi muda harus dilibatkan dalam upaya meningkatkan produktivitas hasil peternakan, tentunya untuk mendukung regenerasi para peternak, memunculkan ide/inovasi/gagasan baru dari anak muda untuk pengembangan di sektor peternakan, dan lainnya.

Tak hanya itu, Pemprov Jateng juga perlu mengawal kesejahteraan peternak dari sisi hulu hingga hilir, di antaranya dengan memastikan ketersediaan stok benih berkualitas, menjaga stabilitas harga pakan ternak, dan lainnya. 

"Kita ingin berswasembada pangan, apalagi Jawa Tengah ini sebagai penumpu pangan nasional. Selain pertanian, peternakan juga lebih diupayakan lagi untuk menunjang kebutuhan protein (hewani)," katanya. 

Sekda menambahkan, Jateng memiliki peternakan dengan Sumber Daya Genetik Hewan (SDGH) yang secara ekonomi berpotensi untuk dikembangkan, antara lain Rumpun Pengging Soloan (Boyolali); Itik Tegal (Kota Tegal); Itik Muntilan (Magelang), Ayam Kedu, Domba Sakub (Brebes); Domba Batur (Banjarnegara); Domba Wonosobo, Kambing Kejobong (Purbalingga Banyumas); Kambing Kaligesing (Purworejo); Sapi Peranakan Ongole (PO) Kebumen; Sapi Jabres (Jawa Brebes); Itik Pengging Soloan; dan Ayam Lingnan Maron. 

Berdasarkan data dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, pada tahun 2024 produksi daging di Jateng mencapai 930.177 ton atau berkontribusi sebesar 18,83% terhadap kebutuhan nasional. Bahkan, produksi daging ini berhasil menduduki peringkat 2 nasional. 

Sementara itu, produksi telur juga berada di peringkat yang sama. Kontribusinya sebesar 13,1% dengan hasil produksi hampir mencapai 902.098 ton. Adapun untuk komoditas susu, berada di peringkat 3 nasional atau berkontribusi sebesar 9,4% atau 76.113 ton.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu