Follow Us :              

Pemprov Jateng Jajaki Kerja Sama Berbagai Sektor dengan Uzbekistan 

  30 September 2025  |   19:00:00  |   dibaca : 300 
Kategori :
Bagikan :


Pemprov Jateng Jajaki Kerja Sama Berbagai Sektor dengan Uzbekistan 

30 September 2025 | 19:00:00 | dibaca : 300
Kategori :
Bagikan :

Foto : Sigit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Sigit (Humas Jateng)

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bakal menjajaki berbagai sektor kerja sama dengan Uzbekistan, di antaranya pengenalan wisata religi, jasa dan produk halal, serta produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

"Di Uzbekistan ada makam tokoh muslim Imam Bukhari. Wisata religi di Jawa Tengah dan Uzbekistan mungkin nanti bisa dikoneksikan," ucap Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno, saat menghadiri undangan Kedutaan Besar Uzbekistan dalam acara 34Th Anniversary of The Independence of The Republic of Uzbekistan 1991-2025, di Four Square Hotel, Jakarta Selatan pada Selasa, 30 September 2025 malam. 

Jawa Tengah dan Uzbekistan memiliki beberapa kesamaan, antara lain penduduknya mayoritas muslim, dan sama-sama memiliki banyak pariwisata religi. 

"Memang sekarang belum sampai pada titik kesepakatan perjanjian kerja sama. Akan tetapi, penjajakan sudah dilakukan. Mudah-mudahan nanti dalam waktu dekat juga bisa ditindaklanjuti," ucapnya.

Sekda menilai, Provinsi Jawa Tengah dan Uzbekistan bisa membangun hubungan persaudaraan yang saling menguntungkan. 

Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia, Oybek Eshonov, mengatakan, Uzbekistan meningkatkan hubungan yang setara dan saling menguntungkan dengan seluruh negara di dunia, khususnya dengan Indonesia. Uzbekistan tertarik untuk membangun dialog politik dengan Indonesia, memperdalam kerja sama perdagangan dan ekonomi, serta meningkatkan hubungan budaya dan kemanusiaan. 

"Masyarakat kita dipersatukan oleh kesamaan agama, ikatan sejarah, serta kedekatan budaya dan spiritual," katanya.

Saat ini, negaranya terbuka untuk dunia. Jumlah wisatawan asing terus meningkat dari tahun ke tahun, bahkan melampaui 10 juta wisatawan pada tahun 2024.

Oybek mengatakan, berbagai cara dilakukan untuk menghidupkan kembali sejarah kuno di Uzbekistan, salah satunya dengan membangun beberapa fasilitas, di antaranya pusat peradaban Islam di Tashkent dan Kompleks Memorial Imam Bukhari di Samarkand.

"Kami yakin, situs-situs ini akan menjadi pusat spiritual dan pendidikan bagi dunia Muslim, yang akan menarik lebih banyak wisatawan," katanya.

Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Budi Santoso, mengatakan, Indonesia terus memperkuat ikatan persahabatan dan kemitraan dengan Uzbekistan, yang ditandai dengan terjalinnya hubungan diplomatik kedua negara, terutama dalam aspek agama, budaya, dan sejarah. 

Ia menyampaikan, hubungan perdagangan antara kedua negara juga terus menunjukkan perkembangan. Beberapa sektor utama perdagangan, antara lain pupuk, margarin, serta lemak hewani dan nabati.

"Sebagai mitra dagang terpenting Indonesia di kawasan Asia Tengah, masih perlu mengoptimalkan volume perdagangan lain, yakni produk dan jasa halal," katanya. 

Mendag meyakini, hubungan antara kedua negara ke depannya tidak hanya terbatas pada hal-hal tersebut. Akan tetapi, juga mencakup kerja sama di berbagai sektor, seperti kebudayaan, pendidikan, hubungan antarmasyarakat, investasi, industri, transformasi, pertanian, dan sebagainya.


Bagikan :

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bakal menjajaki berbagai sektor kerja sama dengan Uzbekistan, di antaranya pengenalan wisata religi, jasa dan produk halal, serta produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

"Di Uzbekistan ada makam tokoh muslim Imam Bukhari. Wisata religi di Jawa Tengah dan Uzbekistan mungkin nanti bisa dikoneksikan," ucap Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno, saat menghadiri undangan Kedutaan Besar Uzbekistan dalam acara 34Th Anniversary of The Independence of The Republic of Uzbekistan 1991-2025, di Four Square Hotel, Jakarta Selatan pada Selasa, 30 September 2025 malam. 

Jawa Tengah dan Uzbekistan memiliki beberapa kesamaan, antara lain penduduknya mayoritas muslim, dan sama-sama memiliki banyak pariwisata religi. 

"Memang sekarang belum sampai pada titik kesepakatan perjanjian kerja sama. Akan tetapi, penjajakan sudah dilakukan. Mudah-mudahan nanti dalam waktu dekat juga bisa ditindaklanjuti," ucapnya.

Sekda menilai, Provinsi Jawa Tengah dan Uzbekistan bisa membangun hubungan persaudaraan yang saling menguntungkan. 

Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia, Oybek Eshonov, mengatakan, Uzbekistan meningkatkan hubungan yang setara dan saling menguntungkan dengan seluruh negara di dunia, khususnya dengan Indonesia. Uzbekistan tertarik untuk membangun dialog politik dengan Indonesia, memperdalam kerja sama perdagangan dan ekonomi, serta meningkatkan hubungan budaya dan kemanusiaan. 

"Masyarakat kita dipersatukan oleh kesamaan agama, ikatan sejarah, serta kedekatan budaya dan spiritual," katanya.

Saat ini, negaranya terbuka untuk dunia. Jumlah wisatawan asing terus meningkat dari tahun ke tahun, bahkan melampaui 10 juta wisatawan pada tahun 2024.

Oybek mengatakan, berbagai cara dilakukan untuk menghidupkan kembali sejarah kuno di Uzbekistan, salah satunya dengan membangun beberapa fasilitas, di antaranya pusat peradaban Islam di Tashkent dan Kompleks Memorial Imam Bukhari di Samarkand.

"Kami yakin, situs-situs ini akan menjadi pusat spiritual dan pendidikan bagi dunia Muslim, yang akan menarik lebih banyak wisatawan," katanya.

Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Budi Santoso, mengatakan, Indonesia terus memperkuat ikatan persahabatan dan kemitraan dengan Uzbekistan, yang ditandai dengan terjalinnya hubungan diplomatik kedua negara, terutama dalam aspek agama, budaya, dan sejarah. 

Ia menyampaikan, hubungan perdagangan antara kedua negara juga terus menunjukkan perkembangan. Beberapa sektor utama perdagangan, antara lain pupuk, margarin, serta lemak hewani dan nabati.

"Sebagai mitra dagang terpenting Indonesia di kawasan Asia Tengah, masih perlu mengoptimalkan volume perdagangan lain, yakni produk dan jasa halal," katanya. 

Mendag meyakini, hubungan antara kedua negara ke depannya tidak hanya terbatas pada hal-hal tersebut. Akan tetapi, juga mencakup kerja sama di berbagai sektor, seperti kebudayaan, pendidikan, hubungan antarmasyarakat, investasi, industri, transformasi, pertanian, dan sebagainya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu