Follow Us :              

Batik Solo Trans Harus Jalan dengan Cara Sharing, Gubernur akan Temui Wali Kota/Bupati se-Solo Raya

  01 October 2025  |   08:30:00  |   dibaca : 1476 
Kategori :
Bagikan :


Batik Solo Trans Harus Jalan dengan Cara Sharing, Gubernur akan Temui Wali Kota/Bupati se-Solo Raya

01 October 2025 | 08:30:00 | dibaca : 1476
Kategori :
Bagikan :

Foto : Gholib (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Gholib (Humas Jateng)

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menerima kunjungan dari Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, di kantornya pada Rabu, 1 Oktober 2025. Pertemuan ini membahas tentang operasional transportasi bus Batik Solo Trans (BST).

"Hari ini kami difasilitasi oleh Gubernur untuk membahas tentang aglomerasi transportasi di Surakarta,” ucap Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, usai bertemu Gubernur Jateng.

Ia menyampaikan, layanan bus Batik Solo Trans beroperasi di lima koridor dan melintasi 4 kabupaten/kota, meliputi Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Karanganyar, dan Kabupaten Boyolali.  

Tidak hanya difasilitasi dengan bus, lima koridor tersebut juga didukung setidaknya 7 unit feeder. Setiap hari, Batik Solo Trans dan feeder mampu melayani sekitar 13.000-14.000 masyarakat di sekitar Solo Raya.

Adapun pembiayaan dari lima koridor BST, yakni 3 koridor ditanggung oleh Kementerian Perhubungan, sedangkan 2 lainnya dibiayai oleh APBD Pemerintah Kota Surakarta.

"Ke depan pemerintah pusat akan mencabut penganggarannya. Oleh karenanya, kami mendorong cost sharing (berbagi pembiayaan) dengan kabupaten sekitar. Sebab, mayoritas pengguna Batik Solo Trans ini dari warga kabupaten sekitar," ungkap Wali Kota Surakarta. 

Menanggapi hal itu, Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengatakan bahwa Batik Solo Trans sudah memiliki roadmap/peta jalan, bahkan bisa menjadi percontohan terkait aglomerasi transportasi. Sejauh ini, operasionalnya juga berjalan baik, karena sudah terintegrasi dan melibatkan perusahaan otobus yang ada di wilayah Solo Raya.

Maka dari itu, Gubernur meminta Dinas Perhubungan Jawa Provinsi Tengah beserta stakeholder terkait untuk segera menggelar rapat. Ia ingin aglomerasi transportasi Bus Batik Solo Trans ini tetap berjalan untuk melayani masyarakat.

"Nanti segera rapatkan dengan dinas terkait. Ini harus jalan dengan cara sharing," katanya. 

Pada kesempatan itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, menyampaikan bahwa daerah harus bergotong royong untuk menutup pembiayaan dari APBD yang terdampak refocusing anggaran.

Rencananya, Gubernur akan bertemu dengan semua bupati dan wali kota se-Solo Raya untuk membahas konsep gotong royong tersebut. 

“Mudah-mudahan nanti ada kesepakatan yang baik," katanya.


Bagikan :

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menerima kunjungan dari Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, di kantornya pada Rabu, 1 Oktober 2025. Pertemuan ini membahas tentang operasional transportasi bus Batik Solo Trans (BST).

"Hari ini kami difasilitasi oleh Gubernur untuk membahas tentang aglomerasi transportasi di Surakarta,” ucap Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, usai bertemu Gubernur Jateng.

Ia menyampaikan, layanan bus Batik Solo Trans beroperasi di lima koridor dan melintasi 4 kabupaten/kota, meliputi Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Karanganyar, dan Kabupaten Boyolali.  

Tidak hanya difasilitasi dengan bus, lima koridor tersebut juga didukung setidaknya 7 unit feeder. Setiap hari, Batik Solo Trans dan feeder mampu melayani sekitar 13.000-14.000 masyarakat di sekitar Solo Raya.

Adapun pembiayaan dari lima koridor BST, yakni 3 koridor ditanggung oleh Kementerian Perhubungan, sedangkan 2 lainnya dibiayai oleh APBD Pemerintah Kota Surakarta.

"Ke depan pemerintah pusat akan mencabut penganggarannya. Oleh karenanya, kami mendorong cost sharing (berbagi pembiayaan) dengan kabupaten sekitar. Sebab, mayoritas pengguna Batik Solo Trans ini dari warga kabupaten sekitar," ungkap Wali Kota Surakarta. 

Menanggapi hal itu, Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengatakan bahwa Batik Solo Trans sudah memiliki roadmap/peta jalan, bahkan bisa menjadi percontohan terkait aglomerasi transportasi. Sejauh ini, operasionalnya juga berjalan baik, karena sudah terintegrasi dan melibatkan perusahaan otobus yang ada di wilayah Solo Raya.

Maka dari itu, Gubernur meminta Dinas Perhubungan Jawa Provinsi Tengah beserta stakeholder terkait untuk segera menggelar rapat. Ia ingin aglomerasi transportasi Bus Batik Solo Trans ini tetap berjalan untuk melayani masyarakat.

"Nanti segera rapatkan dengan dinas terkait. Ini harus jalan dengan cara sharing," katanya. 

Pada kesempatan itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, menyampaikan bahwa daerah harus bergotong royong untuk menutup pembiayaan dari APBD yang terdampak refocusing anggaran.

Rencananya, Gubernur akan bertemu dengan semua bupati dan wali kota se-Solo Raya untuk membahas konsep gotong royong tersebut. 

“Mudah-mudahan nanti ada kesepakatan yang baik," katanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu