Follow Us :              

Olahraga Padel Makin Digemari, Gubernur Didapuk sebagai Dewan Pelindung PBPI Jateng

  01 October 2025  |   10:30:00  |   dibaca : 1283 
Kategori :
Bagikan :

Olahraga Padel Makin Digemari, Gubernur Didapuk sebagai Dewan Pelindung PBPI Jateng

01 October 2025 | 10:30:00 | dibaca : 1283
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Olahraga Padel Makin Digemari, Gubernur Didapuk sebagai Dewan Pelindung PBPI Jateng
Olahraga Padel Makin Digemari, Gubernur Didapuk sebagai Dewan Pelindung PBPI Jateng
Olahraga Padel Makin Digemari, Gubernur Didapuk sebagai Dewan Pelindung PBPI Jateng
Olahraga Padel Makin Digemari, Gubernur Didapuk sebagai Dewan Pelindung PBPI Jateng
Olahraga Padel Makin Digemari, Gubernur Didapuk sebagai Dewan Pelindung PBPI Jateng

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., didapuk sebagai Dewan Pelindung Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Jawa Tengah Periode 2025–2029. 

Pada kesempatan itu, Gubernur menyampaikan, PBPI harus bisa menyatukan para pecinta olahraga serta menciptakan atlet-atlet padel profesional. 

“Saya ucapkan selamat kepada pengurus yang terbentuk, PBPI harus jadi organisasi akuntabel yang bisa melahirkan atlet profesional,” ucapnya di sela acara Pengukuhan Pengurus PBPI Jawa Tengah di Hotel Santika, Kota Semarang pada Rabu, 1 Oktober 2025.

Gubernur berpesan agar PBPI Jateng segera berkoordinasi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Sebab, ia menginginkan pembentukan PBPI tidak hanya formalitas, tetapi juga bisa berdampak pada pengembangan olahraga padel di Jateng.

“Jadi padel tidak hanya primadona orang-orang tertentu, tetapi bisa untuk semua,” ujarnya.

Ketua PBPI Jawa Tengah, Arganto Cahyo Wibowo Pangarso, menyebut, saat ini fasilitas lapangan padel di Jateng tidak hanya ada di kota besar, seperti Kota Semarang, tetapi juga tersebar di Kendal, Pekalongan, Kudus, dan Karanganyar.

“Masih banyak lagi yang dalam tahap pembangunan. Artinya, perkembangan padel di Jateng sangat signifikan,” ucapnya.

Ia menambahkan, PBPI Jateng sebagai wadah pengembangan bagi atlet-atlet padel agar mereka bisa meraih banyak prestasi. Guna mewujudkan hal tersebut, salah satu cara yang dilakukan adalah menyiapkan agenda kompetisi bergengsi.

“Akan ada turnamen dengan model series. Kami juga siap menggelar turnamen padel memperebutkan Piala Gubernur. Kami harap kolaborasi dengan pemerintah, pengusaha, dan komunitas terus berjalan, agar PBPI Jateng bisa berprestasi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum PBPI, Galih Dimuntur Kartasasmita, menegaskan bahwa padel bukan sekadar olahraga rekreasi atau hiburan.

“Olahraga ini bukan hanya for fun (untuk senang-senang), tetapi bisa jadi prestasi yang membanggakan. PBPI Pusat sudah mengirim timnas Padel ke Asia Cup,” katanya.

Ia menyebut, Jawa Tengah memiliki atlet-atlet muda potensial yang bakatnya bisa terus diasah dan dikembangkan, sehingga bisa tercipta atlet-atlet padel profesional di provinsi ini. 

“Kuncinya ada di U-17. Maka ini harus disosialisasikan agar regenerasi atlet berjalan,” ujarnya.


Bagikan :

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., didapuk sebagai Dewan Pelindung Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Jawa Tengah Periode 2025–2029. 

Pada kesempatan itu, Gubernur menyampaikan, PBPI harus bisa menyatukan para pecinta olahraga serta menciptakan atlet-atlet padel profesional. 

“Saya ucapkan selamat kepada pengurus yang terbentuk, PBPI harus jadi organisasi akuntabel yang bisa melahirkan atlet profesional,” ucapnya di sela acara Pengukuhan Pengurus PBPI Jawa Tengah di Hotel Santika, Kota Semarang pada Rabu, 1 Oktober 2025.

Gubernur berpesan agar PBPI Jateng segera berkoordinasi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Sebab, ia menginginkan pembentukan PBPI tidak hanya formalitas, tetapi juga bisa berdampak pada pengembangan olahraga padel di Jateng.

“Jadi padel tidak hanya primadona orang-orang tertentu, tetapi bisa untuk semua,” ujarnya.

Ketua PBPI Jawa Tengah, Arganto Cahyo Wibowo Pangarso, menyebut, saat ini fasilitas lapangan padel di Jateng tidak hanya ada di kota besar, seperti Kota Semarang, tetapi juga tersebar di Kendal, Pekalongan, Kudus, dan Karanganyar.

“Masih banyak lagi yang dalam tahap pembangunan. Artinya, perkembangan padel di Jateng sangat signifikan,” ucapnya.

Ia menambahkan, PBPI Jateng sebagai wadah pengembangan bagi atlet-atlet padel agar mereka bisa meraih banyak prestasi. Guna mewujudkan hal tersebut, salah satu cara yang dilakukan adalah menyiapkan agenda kompetisi bergengsi.

“Akan ada turnamen dengan model series. Kami juga siap menggelar turnamen padel memperebutkan Piala Gubernur. Kami harap kolaborasi dengan pemerintah, pengusaha, dan komunitas terus berjalan, agar PBPI Jateng bisa berprestasi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum PBPI, Galih Dimuntur Kartasasmita, menegaskan bahwa padel bukan sekadar olahraga rekreasi atau hiburan.

“Olahraga ini bukan hanya for fun (untuk senang-senang), tetapi bisa jadi prestasi yang membanggakan. PBPI Pusat sudah mengirim timnas Padel ke Asia Cup,” katanya.

Ia menyebut, Jawa Tengah memiliki atlet-atlet muda potensial yang bakatnya bisa terus diasah dan dikembangkan, sehingga bisa tercipta atlet-atlet padel profesional di provinsi ini. 

“Kuncinya ada di U-17. Maka ini harus disosialisasikan agar regenerasi atlet berjalan,” ujarnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu