Follow Us :              

Tingkatkan Pengetahuan dan Keterampilan, Dokter Puskesmas Dapat Bimbingan dari Dokter Spesialis 

  09 October 2025  |   09:00:00  |   dibaca : 532 
Kategori :
Bagikan :

Tingkatkan Pengetahuan dan Keterampilan, Dokter Puskesmas Dapat Bimbingan dari Dokter Spesialis 

09 October 2025 | 09:00:00 | dibaca : 532
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Tingkatkan Pengetahuan dan Keterampilan, Dokter Puskesmas Dapat Bimbingan dari Dokter Spesialis 
Tingkatkan Pengetahuan dan Keterampilan, Dokter Puskesmas Dapat Bimbingan dari Dokter Spesialis 
Tingkatkan Pengetahuan dan Keterampilan, Dokter Puskesmas Dapat Bimbingan dari Dokter Spesialis 
Tingkatkan Pengetahuan dan Keterampilan, Dokter Puskesmas Dapat Bimbingan dari Dokter Spesialis 
Tingkatkan Pengetahuan dan Keterampilan, Dokter Puskesmas Dapat Bimbingan dari Dokter Spesialis 

Foto : Fajar (Humas Jateng)

WONOGIRI - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan program bimbingan (mentoring) kepada dokter-dokter umum yang bertugas di puskesmas di wilayahnya. Bimbingan ini dilakukan oleh dokter spesialis untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dokter umum agar mereka bisa memberikan layanan kesehatan prima bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., saat meninjau kegiatan Dokter Spesialis Keliling (Speling) di Desa Wonoharjo, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri pada Kamis, 9 Oktober 2025.

Mentoring dokter spesialis sudah dimulai dalam beberapa hari terakhir di seluruh kabupaten/kota di Jateng. Salah satu contohnya, mentoring untuk dokter umum yang digelar bersamaan dengan kegiatan Speling di Desa Wonoharjo, Kabupaten Wonogiri. 

Pada kesempatan itu, Gubernur sempat mengecek dan berdialog langsung dengan para dokter di puskesmas yang mendapatkan mentoring. Ia sempat bertanya tentang kondisi dokter di puskesmas-puskesmas.

Ia menyampaikan, mentoring dokter juga dalam rangka mengatasi tantangan kekurangan dokter di masing-masing kabupaten/kota. 

"Kekurangan dokter di wilayah kita sangat banyak. Jadi di samping pendampingan, mereka (dokter puskesmas) dilatih oleh dokter-dokter spesialis, sehingga masyarakat menikmati layanan kesehatan yang kita lakukan," jelasnya.

Salah seorang dokter, Brianita Rizki, mengatakan bahwa di Puskesmas Purwantoro 1, tempatnya bekerja masih kekurangan jumlah perawat, tetapi hal ini masih dapat diatasi. Menurutnya, puskesmas tersebut juga masih kekurangan dokter, karena hanya ada satu dokter. 

"Padahal ada 10 desa yang dilayani Puskesmas Purwantoro," ujarnya.


Bagikan :

WONOGIRI - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan program bimbingan (mentoring) kepada dokter-dokter umum yang bertugas di puskesmas di wilayahnya. Bimbingan ini dilakukan oleh dokter spesialis untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dokter umum agar mereka bisa memberikan layanan kesehatan prima bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., saat meninjau kegiatan Dokter Spesialis Keliling (Speling) di Desa Wonoharjo, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri pada Kamis, 9 Oktober 2025.

Mentoring dokter spesialis sudah dimulai dalam beberapa hari terakhir di seluruh kabupaten/kota di Jateng. Salah satu contohnya, mentoring untuk dokter umum yang digelar bersamaan dengan kegiatan Speling di Desa Wonoharjo, Kabupaten Wonogiri. 

Pada kesempatan itu, Gubernur sempat mengecek dan berdialog langsung dengan para dokter di puskesmas yang mendapatkan mentoring. Ia sempat bertanya tentang kondisi dokter di puskesmas-puskesmas.

Ia menyampaikan, mentoring dokter juga dalam rangka mengatasi tantangan kekurangan dokter di masing-masing kabupaten/kota. 

"Kekurangan dokter di wilayah kita sangat banyak. Jadi di samping pendampingan, mereka (dokter puskesmas) dilatih oleh dokter-dokter spesialis, sehingga masyarakat menikmati layanan kesehatan yang kita lakukan," jelasnya.

Salah seorang dokter, Brianita Rizki, mengatakan bahwa di Puskesmas Purwantoro 1, tempatnya bekerja masih kekurangan jumlah perawat, tetapi hal ini masih dapat diatasi. Menurutnya, puskesmas tersebut juga masih kekurangan dokter, karena hanya ada satu dokter. 

"Padahal ada 10 desa yang dilayani Puskesmas Purwantoro," ujarnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu