Follow Us :              

Gubernur Usulkan Upaya Percepatan Penanganan Banjir Semarang-Demak, Kementerian PU Siap Dukung Penuh

  29 October 2025  |   13:00:00  |   dibaca : 1137 
Kategori :
Bagikan :

Gubernur Usulkan Upaya Percepatan Penanganan Banjir Semarang-Demak, Kementerian PU Siap Dukung Penuh

29 October 2025 | 13:00:00 | dibaca : 1137
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Gubernur Usulkan Upaya Percepatan Penanganan Banjir Semarang-Demak, Kementerian PU Siap Dukung Penuh
Gubernur Usulkan Upaya Percepatan Penanganan Banjir Semarang-Demak, Kementerian PU Siap Dukung Penuh
Gubernur Usulkan Upaya Percepatan Penanganan Banjir Semarang-Demak, Kementerian PU Siap Dukung Penuh
Gubernur Usulkan Upaya Percepatan Penanganan Banjir Semarang-Demak, Kementerian PU Siap Dukung Penuh
Gubernur Usulkan Upaya Percepatan Penanganan Banjir Semarang-Demak, Kementerian PU Siap Dukung Penuh

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk mempercepat pengerukan Kolam Retensi Terboyo, guna mengatasi banjir yang terjadi di Kota Semarang dan Kabupaten Demak dalam beberapa hari terakhir. 

“Kita usulkan agar Kolam Retensi Terboyo diperlebar dan perdalam,” ucapnya di sela memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Banjir Kota Semarang di kantornya pada Rabu, 29 Oktober 2025.

Hadir dalam rapat tersebut, Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PU, Dwi Purwantoro; Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti; Wakil Bupati Demak, Muhammad Badruddin; Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, Goeroeh Tjiptanto; serta para Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).

Pada kesempatan itu, Gubernur juga mengusulkan terkait normalisasi sejumlah sungai di Kota Semarang. Tujuannya agar sungai-sungai yang ada bisa menampung lebih banyak air, saat hujan. Ia menyampaikan, sejumlah sungai yang perlu dinormalisasi, meliputi Sungai Babon, Sringin, dan Tenggang, yang berada di bawah naungan Dirjen SDA Kementerian Pekerjaan Umum. 
 
Menurutnya, banjir yang terjadi sejak 22 Oktober 2025 di kawasan Kaligawe, Genuk, dan Sayung, menjadi pengingat bahwa sistem drainase/saluran air di wilayah pantura masih perlu diperkuat. Oleh karena itu, Gubernur menegaskan, perlu adanya kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah untuk mengendalikan banjir maupun melakukan mitigasi bencana di daerah tersebut. 

Tak hanya itu, ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada, mengingat potensi hujan masih mungkin terjadi hingga akhir tahun. 

Dirjen SDA Kementerian PU, Dwi Purwantoro, memastikan bahwa pemerintah pusat siap menindaklanjuti usulan Gubernur terkait penambahan 5 unit pompa total kapasitas 2.000 liter per detik. 

“Pompa akan kita datangkan dari Jakarta, Surabaya maupun dari Solo dalam minggu ini.,” ujarnya.

Ia juga mendukung penuh usulan Gubernur terkait dengan pengerukan Kolam Retensi Terboyo dan upaya normalisasi sungai-sungai di Semarang, guna meningkatkan kapasitas tampungan air serta memperlancar aliran air ke laut.

Dwi menambahkan, tim teknis dari BBWS Pemali Juana dan BBPJN Jawa Tengah-Daerah Istimewa Yogyakarta sudah berkoordinasi di lapangan untuk mengintegrasikan pekerjaan pompa, kolam retensi, dan sistem drainasenya.

“Kementerian juga akan mengupayakan penggantian pompa existing yang sudah berumur lebih dari 5 tahun,” tegasnya.

Berdasarkan data dari BBWS Pemali Juana, total kapasitas pompa yang dikerahkan di 4 titik utama penanganan banjir di Kota Semarang, yakni Kali Sringin, Terboyo, Kali Tenggang, dan Pasar Waru, mencapai 30.360 liter per detik.

Sementara itu, BBPJN Jateng-DIY sedang membangun sodetan Sungai Sayung yang akan memiliki panjang sekitar 168 meter. Nantinya akan dibangun rumah pompa menuju Kolam Retensi Terboyo dengan jumlah 2 unit pompa kapasitas masing-masing 50 liter per detik. 

Guna mendukung sistem drainase, BBPJN juga memperlebar saluran sementara (temporary channel) dari 10 meter menjadi lebih lebar, serta melakukan pembongkaran aramco di muara Sungai Babon guna memperbesar kapasitas aliran air.


Bagikan :

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk mempercepat pengerukan Kolam Retensi Terboyo, guna mengatasi banjir yang terjadi di Kota Semarang dan Kabupaten Demak dalam beberapa hari terakhir. 

“Kita usulkan agar Kolam Retensi Terboyo diperlebar dan perdalam,” ucapnya di sela memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Banjir Kota Semarang di kantornya pada Rabu, 29 Oktober 2025.

Hadir dalam rapat tersebut, Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PU, Dwi Purwantoro; Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti; Wakil Bupati Demak, Muhammad Badruddin; Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, Goeroeh Tjiptanto; serta para Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).

Pada kesempatan itu, Gubernur juga mengusulkan terkait normalisasi sejumlah sungai di Kota Semarang. Tujuannya agar sungai-sungai yang ada bisa menampung lebih banyak air, saat hujan. Ia menyampaikan, sejumlah sungai yang perlu dinormalisasi, meliputi Sungai Babon, Sringin, dan Tenggang, yang berada di bawah naungan Dirjen SDA Kementerian Pekerjaan Umum. 
 
Menurutnya, banjir yang terjadi sejak 22 Oktober 2025 di kawasan Kaligawe, Genuk, dan Sayung, menjadi pengingat bahwa sistem drainase/saluran air di wilayah pantura masih perlu diperkuat. Oleh karena itu, Gubernur menegaskan, perlu adanya kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah untuk mengendalikan banjir maupun melakukan mitigasi bencana di daerah tersebut. 

Tak hanya itu, ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada, mengingat potensi hujan masih mungkin terjadi hingga akhir tahun. 

Dirjen SDA Kementerian PU, Dwi Purwantoro, memastikan bahwa pemerintah pusat siap menindaklanjuti usulan Gubernur terkait penambahan 5 unit pompa total kapasitas 2.000 liter per detik. 

“Pompa akan kita datangkan dari Jakarta, Surabaya maupun dari Solo dalam minggu ini.,” ujarnya.

Ia juga mendukung penuh usulan Gubernur terkait dengan pengerukan Kolam Retensi Terboyo dan upaya normalisasi sungai-sungai di Semarang, guna meningkatkan kapasitas tampungan air serta memperlancar aliran air ke laut.

Dwi menambahkan, tim teknis dari BBWS Pemali Juana dan BBPJN Jawa Tengah-Daerah Istimewa Yogyakarta sudah berkoordinasi di lapangan untuk mengintegrasikan pekerjaan pompa, kolam retensi, dan sistem drainasenya.

“Kementerian juga akan mengupayakan penggantian pompa existing yang sudah berumur lebih dari 5 tahun,” tegasnya.

Berdasarkan data dari BBWS Pemali Juana, total kapasitas pompa yang dikerahkan di 4 titik utama penanganan banjir di Kota Semarang, yakni Kali Sringin, Terboyo, Kali Tenggang, dan Pasar Waru, mencapai 30.360 liter per detik.

Sementara itu, BBPJN Jateng-DIY sedang membangun sodetan Sungai Sayung yang akan memiliki panjang sekitar 168 meter. Nantinya akan dibangun rumah pompa menuju Kolam Retensi Terboyo dengan jumlah 2 unit pompa kapasitas masing-masing 50 liter per detik. 

Guna mendukung sistem drainase, BBPJN juga memperlebar saluran sementara (temporary channel) dari 10 meter menjadi lebih lebar, serta melakukan pembongkaran aramco di muara Sungai Babon guna memperbesar kapasitas aliran air.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu