Follow Us :              

Tingkat Kunjungan Meningkat, Pariwisata Jateng Terus Menguat

  28 November 2025  |   00:00:00  |   dibaca : 277 
Kategori :
Bagikan :


Tingkat Kunjungan Meningkat, Pariwisata Jateng Terus Menguat

28 November 2025 | 00:00:00 | dibaca : 277
Kategori :
Bagikan :

Foto : Sigit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Sigit (Humas Jateng)

SEMARANG – Sektor pariwisata di Jawa Tengah sepanjang 2025 menunjukkan geliat positif. Tingkat kunjungan wisatawan, baik mancanegara maupun nusantara tercatat tetap tinggi. 

Sekretaris Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah Syurya Deta Syafri mengungkapkan, kunjungan wisatawan nusantara ke berbagai destinasi di Jateng sepanjang 2025 mencapai angka 53 juta orang. Mereka datang melalui bandara, pelabuhan, serta stasiun kereta api. Sementara itu, wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 500 ribu orang. Angka tersebut diperkirakan akan terus bertambah hingga akhir tahun. 

"Ini menunjukkan pesona Provinsi Jawa Tengah tidak pernah pudar," kata Syurya dalam peluncuran Calender of Event (kalender event) 2026, di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Kota Semarang pada Jumat, 28 November 2025 malam.

Tingginya kunjungan wisata itu turut mendorong laju pertumbuhan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor pariwisata. Hingga triwulan III tahun 2025, sektor ini mencatatkan pertumbuhan tertinggi, yaitu  mencapai 11,79%.

"Ini mengungguli semua sektor usaha unggulan lainnya di Jawa Tengah. Ini bukti nyata ketangguhan ekosistem pariwisata kita," katanya.

Dia menyampaikan apresiasi kepada para panitia event, komunitas kreatif, pelaku seni budaya, serta mitra perbankan, serta dunia usaha yang telah bekerja keras menghadirkan beragam event berkualitas di Jawa Tengah. Menurutnya, kerja sama dan sinergi ini, mampu menjadi modal yang besar bagi Jawa Tengah untuk terus memperkuat ekosistem pariwisata yang inklusif, kreatif dan berkelanjutan.

Ke depan, setiap event diharapkan mampu membawa karakter khas daerah masing-masing, serta menjadi roda penggerak ekonomi lokal.

"Mari kita jadikan launching kalender eveny 2026 ini sebagai titik untuk semakin meningkatkan kolaborasi yang lebih erat. Pariwisata Jawa Tengah akan lebih maju jika didukung oleh sinergi pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat," ucapnya.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno menambahkan, hal yang perlu ditingkatkan adalah lama tinggal wisatawan di Jawa Tengah. Semakin lama wisatawan berada di Jawa Tengah, semakin besar pula konsumsi yang dikeluarkan. 

Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah yang banyak ditopang dari sektor konsumsi juga akan meningkat. Sekda juga mengimbau agar masyarakat tetap menjaga keramahtamahan untuk memberi kesan yang baik bagi wisatawan.


Bagikan :

SEMARANG – Sektor pariwisata di Jawa Tengah sepanjang 2025 menunjukkan geliat positif. Tingkat kunjungan wisatawan, baik mancanegara maupun nusantara tercatat tetap tinggi. 

Sekretaris Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah Syurya Deta Syafri mengungkapkan, kunjungan wisatawan nusantara ke berbagai destinasi di Jateng sepanjang 2025 mencapai angka 53 juta orang. Mereka datang melalui bandara, pelabuhan, serta stasiun kereta api. Sementara itu, wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 500 ribu orang. Angka tersebut diperkirakan akan terus bertambah hingga akhir tahun. 

"Ini menunjukkan pesona Provinsi Jawa Tengah tidak pernah pudar," kata Syurya dalam peluncuran Calender of Event (kalender event) 2026, di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Kota Semarang pada Jumat, 28 November 2025 malam.

Tingginya kunjungan wisata itu turut mendorong laju pertumbuhan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor pariwisata. Hingga triwulan III tahun 2025, sektor ini mencatatkan pertumbuhan tertinggi, yaitu  mencapai 11,79%.

"Ini mengungguli semua sektor usaha unggulan lainnya di Jawa Tengah. Ini bukti nyata ketangguhan ekosistem pariwisata kita," katanya.

Dia menyampaikan apresiasi kepada para panitia event, komunitas kreatif, pelaku seni budaya, serta mitra perbankan, serta dunia usaha yang telah bekerja keras menghadirkan beragam event berkualitas di Jawa Tengah. Menurutnya, kerja sama dan sinergi ini, mampu menjadi modal yang besar bagi Jawa Tengah untuk terus memperkuat ekosistem pariwisata yang inklusif, kreatif dan berkelanjutan.

Ke depan, setiap event diharapkan mampu membawa karakter khas daerah masing-masing, serta menjadi roda penggerak ekonomi lokal.

"Mari kita jadikan launching kalender eveny 2026 ini sebagai titik untuk semakin meningkatkan kolaborasi yang lebih erat. Pariwisata Jawa Tengah akan lebih maju jika didukung oleh sinergi pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat," ucapnya.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno menambahkan, hal yang perlu ditingkatkan adalah lama tinggal wisatawan di Jawa Tengah. Semakin lama wisatawan berada di Jawa Tengah, semakin besar pula konsumsi yang dikeluarkan. 

Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah yang banyak ditopang dari sektor konsumsi juga akan meningkat. Sekda juga mengimbau agar masyarakat tetap menjaga keramahtamahan untuk memberi kesan yang baik bagi wisatawan.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu