Follow Us :              

Tangani Banjir Demak–Grobogan, Gubernur Instruksikan Langkah Darurat hingga Penanganan Jangka Panjang 

  17 February 2026  |   10:30:00  |   dibaca : 242 
Kategori :
Bagikan :


Tangani Banjir Demak–Grobogan, Gubernur Instruksikan Langkah Darurat hingga Penanganan Jangka Panjang 

17 February 2026 | 10:30:00 | dibaca : 242
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

GROBOGAN — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menyampaikan beberapa hal terkait upaya yang dilakukan untuk menangani banjir di Kabupaten Demak dan Grobogan, akibat jebolnya beberapa titik tanggul di  Sungai Tuntang. 

Hal itu disampaikannya saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Banjir di Kantor Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan pada Selasa, 17 Februari 2026.

Selain berfokus pada penanganan tanggul jebol dan upaya menghubungkan kembali jalan utama Grobogan—Kota Semarang yang terputus dengan menutup tanggul dan membangun jembatan armco, Gubernur memberikan sejumlah instruksi terkait penanganan jangka pendek atau upaya yang harus segera dilakukan, terutama yang bersentuhan langsung dengan warga terdampak. 

Beberapa upaya yang dilakukan, antara lain distribusi bantuan permakanan dan logistik, penyaluran bantuan alat tulis dan perlengkapan sekolah, pendataan lahan terdampak untuk asuransi gagal panen, serta bantuan kesehatan dengan menerjunkan tenaga kesehatan dan mobil Dokter Spesialis Keliling (Speling).

"Dinas Pendidikan mengintervensi 26 SMA yang terendam, termasuk SD dan SMP juga sudah dilakukan intervensi. (Selain itu, dilakukan) inventarisasi dampak yang diderita warga, termasuk memberikan trauma healing," ucap Gubernur. 

Sementara terkait penanganan jangka panjang, Gubernur meminta agar dilakukan normalisasi Sungai Tuntang. Saat berada di lokasi, ia sempat menelepon Menteri Pekerjaan Umum (PU) yang menaungi Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Dalam panggilan telepon itu, didapatkan jawaban bahwa sudah ada anggaran untuk normalisasi Sungai Tuntang pada tahun 2026, hanya tinggal menunggu realisasinya.

"Semoga dengan normalisasi sungai tidak terjadi banjir  lagi," jelasnya.

Sembari menunggu pemasangan jembatan armco untuk menghubungkan kembali akses jalan, Gubernur menginstruksikan kepada Polres setempat untuk segera menyediakan jalur alternatif. 

Nantinya, informasi mengenai jalur-jalur alternatif harus disebarluaskan secara masif kepada masyarakat, mengingat jalan yang terputus merupakan jalan utama pergerakan masyarakat dan logistik.

Tak hanya itu, Gubernur juga menginstruksikan seluruh dinas dan stakeholder terkait untuk fokus membantu warga terdampak bencana. Selain itu, seluruh warga dipastikan didata dan dibantu secara komprehensif.

Ia menegaskan, harus ada sinergi antara Pemprov Jateng, Pemerintah Kabupaten Grobogan, Pemerintah Kabupaten Demak, maupun kementerian terkait dalam penanganan bencana tersebut.  

"Bencana ini (jadi tanggung jawab) bersama. Bukan untuk saling menyalahkan melainkan saling mengisi mana peran kementerian, provinsi, kabupaten untuk mengatasi permasalahan terkait banjir ini," ucap Gubernur.


Bagikan :

GROBOGAN — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menyampaikan beberapa hal terkait upaya yang dilakukan untuk menangani banjir di Kabupaten Demak dan Grobogan, akibat jebolnya beberapa titik tanggul di  Sungai Tuntang. 

Hal itu disampaikannya saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Banjir di Kantor Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan pada Selasa, 17 Februari 2026.

Selain berfokus pada penanganan tanggul jebol dan upaya menghubungkan kembali jalan utama Grobogan—Kota Semarang yang terputus dengan menutup tanggul dan membangun jembatan armco, Gubernur memberikan sejumlah instruksi terkait penanganan jangka pendek atau upaya yang harus segera dilakukan, terutama yang bersentuhan langsung dengan warga terdampak. 

Beberapa upaya yang dilakukan, antara lain distribusi bantuan permakanan dan logistik, penyaluran bantuan alat tulis dan perlengkapan sekolah, pendataan lahan terdampak untuk asuransi gagal panen, serta bantuan kesehatan dengan menerjunkan tenaga kesehatan dan mobil Dokter Spesialis Keliling (Speling).

"Dinas Pendidikan mengintervensi 26 SMA yang terendam, termasuk SD dan SMP juga sudah dilakukan intervensi. (Selain itu, dilakukan) inventarisasi dampak yang diderita warga, termasuk memberikan trauma healing," ucap Gubernur. 

Sementara terkait penanganan jangka panjang, Gubernur meminta agar dilakukan normalisasi Sungai Tuntang. Saat berada di lokasi, ia sempat menelepon Menteri Pekerjaan Umum (PU) yang menaungi Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Dalam panggilan telepon itu, didapatkan jawaban bahwa sudah ada anggaran untuk normalisasi Sungai Tuntang pada tahun 2026, hanya tinggal menunggu realisasinya.

"Semoga dengan normalisasi sungai tidak terjadi banjir  lagi," jelasnya.

Sembari menunggu pemasangan jembatan armco untuk menghubungkan kembali akses jalan, Gubernur menginstruksikan kepada Polres setempat untuk segera menyediakan jalur alternatif. 

Nantinya, informasi mengenai jalur-jalur alternatif harus disebarluaskan secara masif kepada masyarakat, mengingat jalan yang terputus merupakan jalan utama pergerakan masyarakat dan logistik.

Tak hanya itu, Gubernur juga menginstruksikan seluruh dinas dan stakeholder terkait untuk fokus membantu warga terdampak bencana. Selain itu, seluruh warga dipastikan didata dan dibantu secara komprehensif.

Ia menegaskan, harus ada sinergi antara Pemprov Jateng, Pemerintah Kabupaten Grobogan, Pemerintah Kabupaten Demak, maupun kementerian terkait dalam penanganan bencana tersebut.  

"Bencana ini (jadi tanggung jawab) bersama. Bukan untuk saling menyalahkan melainkan saling mengisi mana peran kementerian, provinsi, kabupaten untuk mengatasi permasalahan terkait banjir ini," ucap Gubernur.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu