Follow Us :              

Embung Geblog Temanggung Beroperasi, Harapan Besar Petani di Musim Kemarau

  23 February 2026  |   08:00:00  |   dibaca : 133 
Kategori :
Bagikan :


Embung Geblog Temanggung Beroperasi, Harapan Besar Petani di Musim Kemarau

23 February 2026 | 08:00:00 | dibaca : 133
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

TEMANGGUNG — Penantian masyarakat dan petani di Desa Geblog, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, untuk memiliki embung akhirnya terwujud, setelah pembangunan Embung Geblog tuntas pada Desember 2025. 

Operasional hasil pembangunan embung itu diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., pada Senin, 23 Februari 2026.

Ketua Kelompok Tani Wahyu Mulyo Dusun Bugel, Desa Geblog, Suyadi, menyampaikan rasa terima kasih atas dibangunnya embung tersebut.   

“Embung ini nanti dimanfaatkan masyarakat (dan) petani di waktu kemarau, untuk tanaman palawija maupun perkebunan. Selain itu, nanti teman-teman UMKM bisa jualan di sini, apabila ini nanti diperbolehkan untuk lokasi wisata," ucapnya. 

Suyadi menceritakan bahwa sebelum ada embung, para petani sangat kesulitan untuk mendapatkan pasokan air saat musim kemarau. Biasanya, mereka mengambil air dari sungai menggunakan jeriken untuk menyiram pohon durian, kopi, alpukat, dan tanaman palawija. Jarak dari sungai ke kebun pun lumayan jauh, berkisar antara 1-3 kilometer.

"Apalagi yang punya lahan di sini tidak hanya yang dekat dengan Dusun Bugel, tetapi ada yang dari Gandon, Kemloko, Kemiri, dan sekitarnya, jadi lahannya jauh. Diharapkan bisa membantu dengan adanya embung ini," tuturnya.

Embung Geblog dibangun dengan biaya Rp5,7 miliar, dari APBD Jateng tahun anggaran 2025. Kapasitas tampungan embung yang mencapai 18.143 m³ ini mampu mengairi lahan perkebunan seluas lebih kurang 30 hektare. Diketahui, komoditas utama di wilayah tersebut adalah durian dan kopi, tetapi ada juga beberapa petani yang menanam alpukat dan palawija.

Pada kesempatan itu, Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengatakan, pembangunan embung bertujuan untuk mendukung program swasembada pangan nasional. Sebab, irigasi menjadi salah satu kunci dalam menyukseskan program tersebut.

"Di wilayah sini, kepala desa dan camat menyampaikan, kalau bisa ada embung yang bisa mengairi (lahan dan memenuhi kebutuhan) masyarakat sekitar. (Selain itu), bisa digunakan untuk destinasi wisata, air baku tanah, pengairan. Jadi manfaatnya besar sekali," katanya.

Mengingat pentingnya embung dan saluran irigasi, Gubernur menegaskan bahwa ke depan pihaknya akan meningkatkan jumlah embung di Jateng. Ia menyebutkan, idealnya ada 1 embung untuk 2 wilayah kecamatan.


Bagikan :

TEMANGGUNG — Penantian masyarakat dan petani di Desa Geblog, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, untuk memiliki embung akhirnya terwujud, setelah pembangunan Embung Geblog tuntas pada Desember 2025. 

Operasional hasil pembangunan embung itu diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., pada Senin, 23 Februari 2026.

Ketua Kelompok Tani Wahyu Mulyo Dusun Bugel, Desa Geblog, Suyadi, menyampaikan rasa terima kasih atas dibangunnya embung tersebut.   

“Embung ini nanti dimanfaatkan masyarakat (dan) petani di waktu kemarau, untuk tanaman palawija maupun perkebunan. Selain itu, nanti teman-teman UMKM bisa jualan di sini, apabila ini nanti diperbolehkan untuk lokasi wisata," ucapnya. 

Suyadi menceritakan bahwa sebelum ada embung, para petani sangat kesulitan untuk mendapatkan pasokan air saat musim kemarau. Biasanya, mereka mengambil air dari sungai menggunakan jeriken untuk menyiram pohon durian, kopi, alpukat, dan tanaman palawija. Jarak dari sungai ke kebun pun lumayan jauh, berkisar antara 1-3 kilometer.

"Apalagi yang punya lahan di sini tidak hanya yang dekat dengan Dusun Bugel, tetapi ada yang dari Gandon, Kemloko, Kemiri, dan sekitarnya, jadi lahannya jauh. Diharapkan bisa membantu dengan adanya embung ini," tuturnya.

Embung Geblog dibangun dengan biaya Rp5,7 miliar, dari APBD Jateng tahun anggaran 2025. Kapasitas tampungan embung yang mencapai 18.143 m³ ini mampu mengairi lahan perkebunan seluas lebih kurang 30 hektare. Diketahui, komoditas utama di wilayah tersebut adalah durian dan kopi, tetapi ada juga beberapa petani yang menanam alpukat dan palawija.

Pada kesempatan itu, Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengatakan, pembangunan embung bertujuan untuk mendukung program swasembada pangan nasional. Sebab, irigasi menjadi salah satu kunci dalam menyukseskan program tersebut.

"Di wilayah sini, kepala desa dan camat menyampaikan, kalau bisa ada embung yang bisa mengairi (lahan dan memenuhi kebutuhan) masyarakat sekitar. (Selain itu), bisa digunakan untuk destinasi wisata, air baku tanah, pengairan. Jadi manfaatnya besar sekali," katanya.

Mengingat pentingnya embung dan saluran irigasi, Gubernur menegaskan bahwa ke depan pihaknya akan meningkatkan jumlah embung di Jateng. Ia menyebutkan, idealnya ada 1 embung untuk 2 wilayah kecamatan.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu