Follow Us :              

Siap Layani Pemudik, Posko Terpadu Lebaran 2026 Mulai Beroperasi

  13 March 2026  |   08:00:00  |   dibaca : 433 
Kategori :
Bagikan :


Siap Layani Pemudik, Posko Terpadu Lebaran 2026 Mulai Beroperasi

13 March 2026 | 08:00:00 | dibaca : 433
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG — Posko Terpadu Lebaran 2026 Provinsi Jawa Tengah resmi beroperasi pada 13–30 Maret 2026. Keberadaan posko tersebut siap difungsikan untuk melayani pemudik maupun masyarakat yang ada di provinsi ini. 

"Posko Terpadu, termasuk Pos Pengamanan dan Pelayanan itu sejatinya dibuat untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat," ucap Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., saat memberikan arahan dan membuka Posko Terpadu Lebaran 2026 di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jateng pada Jumat, 13 Maret 2026.

Pos Terpadu berperan sebagai pusat komando koordinasi seluruh posko di Jateng, mulai dari penanganan darurat di jalan, seperti kemacetan, pemudik sakit, kendaraan mogok, kecelakaan; pengolahan dan validasi data untuk pengambilan keputusan cepat; hingga menjadi sumber informasi terpercaya bagi masyarakat.

Gubernur menyampaikan, Posko Terpadu berikut pos-pos lainnya harus siaga dan memonitor wilayah selama 24 jam. Tidak hanya jalur mudik dan pergerakan orang atau barang, tetapi juga daerah-daerah tertentu yang memiliki potensi bencana, seperti tanah longsor, tanah bergerak, dan banjir.

Maka dari itu, ia meminta kepada para petugas di pos-pos tersebut untuk menjaga kesehatan, supaya bisa melayani para pemudik dengan baik.  
 
 “Jadi sebelum memberikan jaminan keselamatan dan kenyamanan bagi pemudik, petugas yang di pos harus aman dan nyaman dulu," jelasnya.

Berdasarkan evaluasi mudik 2025, ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan pada pelayanan mudik tahun ini, seperti penambahan kantong parkir dan toilet di _rest area_ tol, penambahan penerangan jalan umum (PJU), dan rambu portabel di jalur alternatif, serta perluasan dan sosialisasi aplikasi pemantau arus.

Terkait penerangan jalan umum, Gubernur mengingatkan kepada petugas yang berada di jalur selatan agar mereka lebih waspada. Sebab, di sana penerangan jalan masih minim. Oleh sebab itu, penambahan rambu penunjang juga diperlukan.

Ia juga meminta terus dilakukan pemantauan di seluruh objek vital, seperti tempat ibadah, pusat perbelanjaan, pasar, hingga destinasi wisata. Ia mengingatkan kepada seluruh petugas agar memastikan dengan benar tempat-tempat tersebut dalam kondisi aman.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Arief Djatmiko, mengatakan, prediksi jumlah pemudik yang akan masuk ke Jateng sekitar 17,7 juta orang. Angka ini naik sekitar 30% dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 13 juta orang. 

Posko Terpadu Provinsi Jawa Tengah akan beroperasi pada tanggal 13–30 Maret 2026 selama 24 jam dengan pembagian tiga shift petugas. Personel yang ada di Posko Terpadu, terdiri dari pegawai sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Jawa Tengah, Polda Jateng, Basarnas, Jasa Marga, BMKG, dan lainnya.

"Jawa Tengah juga memiliki kelompok masyarakat sadar keselamatan. Jumlahnya lebih dari 350 orang, dan ini kita aktifkan mereka menjadi ujung tombak di titik-titik yang jauh dari pantauan," ucap Gubernur.

Guna memantau arus lalu lintas, Gubernur menyampaikan bahwa Dinas Perhubungan Provinsi Jateng telah memasang 10 titik CCTV yang bisa dipantau selama 24 jam. CCTV yang ada juga dihubungkan dengan CCTV yang dimiliki oleh masing-masing kabupaten/kota.

"Pemudik bisa mengecek kondisi lalu lintas di kabupaten/kota tujuan sebelum mudik," pungkasnya.


Bagikan :

SEMARANG — Posko Terpadu Lebaran 2026 Provinsi Jawa Tengah resmi beroperasi pada 13–30 Maret 2026. Keberadaan posko tersebut siap difungsikan untuk melayani pemudik maupun masyarakat yang ada di provinsi ini. 

"Posko Terpadu, termasuk Pos Pengamanan dan Pelayanan itu sejatinya dibuat untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat," ucap Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., saat memberikan arahan dan membuka Posko Terpadu Lebaran 2026 di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jateng pada Jumat, 13 Maret 2026.

Pos Terpadu berperan sebagai pusat komando koordinasi seluruh posko di Jateng, mulai dari penanganan darurat di jalan, seperti kemacetan, pemudik sakit, kendaraan mogok, kecelakaan; pengolahan dan validasi data untuk pengambilan keputusan cepat; hingga menjadi sumber informasi terpercaya bagi masyarakat.

Gubernur menyampaikan, Posko Terpadu berikut pos-pos lainnya harus siaga dan memonitor wilayah selama 24 jam. Tidak hanya jalur mudik dan pergerakan orang atau barang, tetapi juga daerah-daerah tertentu yang memiliki potensi bencana, seperti tanah longsor, tanah bergerak, dan banjir.

Maka dari itu, ia meminta kepada para petugas di pos-pos tersebut untuk menjaga kesehatan, supaya bisa melayani para pemudik dengan baik.  
 
 “Jadi sebelum memberikan jaminan keselamatan dan kenyamanan bagi pemudik, petugas yang di pos harus aman dan nyaman dulu," jelasnya.

Berdasarkan evaluasi mudik 2025, ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan pada pelayanan mudik tahun ini, seperti penambahan kantong parkir dan toilet di _rest area_ tol, penambahan penerangan jalan umum (PJU), dan rambu portabel di jalur alternatif, serta perluasan dan sosialisasi aplikasi pemantau arus.

Terkait penerangan jalan umum, Gubernur mengingatkan kepada petugas yang berada di jalur selatan agar mereka lebih waspada. Sebab, di sana penerangan jalan masih minim. Oleh sebab itu, penambahan rambu penunjang juga diperlukan.

Ia juga meminta terus dilakukan pemantauan di seluruh objek vital, seperti tempat ibadah, pusat perbelanjaan, pasar, hingga destinasi wisata. Ia mengingatkan kepada seluruh petugas agar memastikan dengan benar tempat-tempat tersebut dalam kondisi aman.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Arief Djatmiko, mengatakan, prediksi jumlah pemudik yang akan masuk ke Jateng sekitar 17,7 juta orang. Angka ini naik sekitar 30% dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 13 juta orang. 

Posko Terpadu Provinsi Jawa Tengah akan beroperasi pada tanggal 13–30 Maret 2026 selama 24 jam dengan pembagian tiga shift petugas. Personel yang ada di Posko Terpadu, terdiri dari pegawai sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Jawa Tengah, Polda Jateng, Basarnas, Jasa Marga, BMKG, dan lainnya.

"Jawa Tengah juga memiliki kelompok masyarakat sadar keselamatan. Jumlahnya lebih dari 350 orang, dan ini kita aktifkan mereka menjadi ujung tombak di titik-titik yang jauh dari pantauan," ucap Gubernur.

Guna memantau arus lalu lintas, Gubernur menyampaikan bahwa Dinas Perhubungan Provinsi Jateng telah memasang 10 titik CCTV yang bisa dipantau selama 24 jam. CCTV yang ada juga dihubungkan dengan CCTV yang dimiliki oleh masing-masing kabupaten/kota.

"Pemudik bisa mengecek kondisi lalu lintas di kabupaten/kota tujuan sebelum mudik," pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu