Follow Us :              

One Way Nasional Arus Balik Mulai Dibuka, Gubernur: Jangan Terburu-buru dan Manfaatkan Waktu yang Tersedia

  24 March 2026  |   14:00:00  |   dibaca : 974 
Kategori :
Bagikan :


One Way Nasional Arus Balik Mulai Dibuka, Gubernur: Jangan Terburu-buru dan Manfaatkan Waktu yang Tersedia

24 March 2026 | 14:00:00 | dibaca : 974
Kategori :
Bagikan :

Foto : Sigit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Sigit (Humas Jateng)

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., membersamai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuka jalur satu arah atau one way arus balik Lebaran 2026 dari Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Kota Semarang pada Selasa, 24 Maret 2026. 

Kebijakan ini diterapkan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan yang diprediksi akan mencapai puncaknya pada hari ini.

Dalam kegiatan itu, ada tiga menteri yang turut serta membuka jalur satu arah tersebut, yakni Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno; Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi; serta Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.

Kapolri menyampaikan, hingga 24 Maret 2026 ada sekitar 2.380.401 kendaraan keluar dari Jakarta melalui jalur tol. Seiring meningkatnya arus balik, rekayasa lalu lintas ditingkatkan dari one way lokal menjadi one way nasional.

“Kita melaksanakan one way nasional yang kita perkirakan puncak arus balik terjadi hari ini,” ujarnya. 

Penerapan one way nasional diberlakukan mulai dari KM 414 Kalikangkung hingga KM 70 Cikampek Utama (Cikatama). Guna mengantisipasi kepadatan ke arah Jakarta, rekayasa lalu lintas dilakukan secara bertahap, termasuk pemanfaatan jalur tol fungsional dan pengaturan teknis di lapangan.

Kapolri juga mengimbau masyarakat untuk mengutamakan keselamatan selama perjalanan arus balik dengan memanfaatkan fasilitas rest area, pos pelayanan, dan pos terpadu.

“Manfaatkan seluruh fasilitas yang ada. Bagi yang lelah, silakan beristirahat dan jangan memaksakan diri,” tegasnya.

Selain itu, alternatif moda transportasi lain, seperti kereta api serta kebijakan Work From Anywhere (WFA) atau bekerja dari mana saja turut didorong untuk membantu mengurai kepadatan arus balik.

Pada kesempatan itu, Menko PMK, Pratikno, menegaskan bahwa seluruh upaya pemerintah difokuskan pada keselamatan masyarakat selama perjalanan arus balik.

“Agar seluruh keluarga bisa kembali dari mudik dengan selamat dan sehat,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menekankan pentingnya kondisi fisik pengemudi sebagai faktor utama keselamatan, karena mereka yang paling menentukan keselamatan perjalanan. Ia juga mengimbau pemudik untuk beristirahat secara berkala.

“Setiap tiga jam kalau bisa berhenti, agar tidak ngantuk dan tidak capek, karena kelelahan menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengapresiasi sinergi lintas sektor dalam pengelolaan arus mudik dan balik Lebaran 2026. Ia menyebut, jumlah kendaraan yang masuk ke Jateng selama mudik Lebaran tahun ini mencapai sekitar 1.795.522 unit, sementara kendaraan yang keluar tercatat sekitar 1.099.049 unit.  

Pada arus balik ini, baru sekitar 153.136 kendaraan yang telah kembali, sementara sekitar 1,6 juta kendaraan lainnya masih berada di wilayah Jateng.

“Artinya masih ada yang belum kembali. Kami berharap masyarakat tidak terburu-buru dan bisa memanfaatkan waktu perjalanan yang masih tersedia,” ucap Gubernur.  

Ia juga mengimbau pemudik untuk memanfaatkan kebijakan WFA agar arus balik tidak terpusat pada satu waktu.

Gubernur memastikan, kondisi infrastruktur jalan di Jateng dalam kondisi baik dan tidak menimbulkan keluhan signifikan dari masyarakat. Selain itu,  jumlah kecelakaan lalu lintas pun sudah menurun.

“Ini menunjukkan bahwa bukan hanya faktor jalan, tetapi kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas juga semakin baik,” ujarnya.

Tak hanya itu, Gubernur juga memastikan bahwa ketersediaan bahan pokok dan energi di Jateng terpantau aman dan terkendali, baik dari sisi stok maupun keterjangkauan harga.

Ia menekankan pentingnya kerja kolaboratif antara pemerintah pusat, daerah, TNI-Polri, terutama masyarakat dalam menyukseskan arus mudik dan balik Lebaran.

Dengan berbagai langkah yang telah dilakukan, harapannya arus balik Lebaran 2026 dapat berjalan lancar, aman, dan terkendali, hingga seluruh masyarakat kembali ke daerah tujuan masing-masing.

Sementara itu, pemudik dari Kudus yang menuju Jakarta, Edi, mengaku pengalaman mudiknya nyaman dan lancar, terutama terkait infrastruktur jalan.

“Sebulan yang lalu kan saya lihat Jalan Semarang-Kudus itu banyak rusak dan berlubang, tetapi kemarin kami pulang lancar sekali,” katanya.


Bagikan :

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., membersamai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuka jalur satu arah atau one way arus balik Lebaran 2026 dari Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Kota Semarang pada Selasa, 24 Maret 2026. 

Kebijakan ini diterapkan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan yang diprediksi akan mencapai puncaknya pada hari ini.

Dalam kegiatan itu, ada tiga menteri yang turut serta membuka jalur satu arah tersebut, yakni Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno; Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi; serta Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.

Kapolri menyampaikan, hingga 24 Maret 2026 ada sekitar 2.380.401 kendaraan keluar dari Jakarta melalui jalur tol. Seiring meningkatnya arus balik, rekayasa lalu lintas ditingkatkan dari one way lokal menjadi one way nasional.

“Kita melaksanakan one way nasional yang kita perkirakan puncak arus balik terjadi hari ini,” ujarnya. 

Penerapan one way nasional diberlakukan mulai dari KM 414 Kalikangkung hingga KM 70 Cikampek Utama (Cikatama). Guna mengantisipasi kepadatan ke arah Jakarta, rekayasa lalu lintas dilakukan secara bertahap, termasuk pemanfaatan jalur tol fungsional dan pengaturan teknis di lapangan.

Kapolri juga mengimbau masyarakat untuk mengutamakan keselamatan selama perjalanan arus balik dengan memanfaatkan fasilitas rest area, pos pelayanan, dan pos terpadu.

“Manfaatkan seluruh fasilitas yang ada. Bagi yang lelah, silakan beristirahat dan jangan memaksakan diri,” tegasnya.

Selain itu, alternatif moda transportasi lain, seperti kereta api serta kebijakan Work From Anywhere (WFA) atau bekerja dari mana saja turut didorong untuk membantu mengurai kepadatan arus balik.

Pada kesempatan itu, Menko PMK, Pratikno, menegaskan bahwa seluruh upaya pemerintah difokuskan pada keselamatan masyarakat selama perjalanan arus balik.

“Agar seluruh keluarga bisa kembali dari mudik dengan selamat dan sehat,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menekankan pentingnya kondisi fisik pengemudi sebagai faktor utama keselamatan, karena mereka yang paling menentukan keselamatan perjalanan. Ia juga mengimbau pemudik untuk beristirahat secara berkala.

“Setiap tiga jam kalau bisa berhenti, agar tidak ngantuk dan tidak capek, karena kelelahan menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengapresiasi sinergi lintas sektor dalam pengelolaan arus mudik dan balik Lebaran 2026. Ia menyebut, jumlah kendaraan yang masuk ke Jateng selama mudik Lebaran tahun ini mencapai sekitar 1.795.522 unit, sementara kendaraan yang keluar tercatat sekitar 1.099.049 unit.  

Pada arus balik ini, baru sekitar 153.136 kendaraan yang telah kembali, sementara sekitar 1,6 juta kendaraan lainnya masih berada di wilayah Jateng.

“Artinya masih ada yang belum kembali. Kami berharap masyarakat tidak terburu-buru dan bisa memanfaatkan waktu perjalanan yang masih tersedia,” ucap Gubernur.  

Ia juga mengimbau pemudik untuk memanfaatkan kebijakan WFA agar arus balik tidak terpusat pada satu waktu.

Gubernur memastikan, kondisi infrastruktur jalan di Jateng dalam kondisi baik dan tidak menimbulkan keluhan signifikan dari masyarakat. Selain itu,  jumlah kecelakaan lalu lintas pun sudah menurun.

“Ini menunjukkan bahwa bukan hanya faktor jalan, tetapi kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas juga semakin baik,” ujarnya.

Tak hanya itu, Gubernur juga memastikan bahwa ketersediaan bahan pokok dan energi di Jateng terpantau aman dan terkendali, baik dari sisi stok maupun keterjangkauan harga.

Ia menekankan pentingnya kerja kolaboratif antara pemerintah pusat, daerah, TNI-Polri, terutama masyarakat dalam menyukseskan arus mudik dan balik Lebaran.

Dengan berbagai langkah yang telah dilakukan, harapannya arus balik Lebaran 2026 dapat berjalan lancar, aman, dan terkendali, hingga seluruh masyarakat kembali ke daerah tujuan masing-masing.

Sementara itu, pemudik dari Kudus yang menuju Jakarta, Edi, mengaku pengalaman mudiknya nyaman dan lancar, terutama terkait infrastruktur jalan.

“Sebulan yang lalu kan saya lihat Jalan Semarang-Kudus itu banyak rusak dan berlubang, tetapi kemarin kami pulang lancar sekali,” katanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu