Follow Us :              

Halalbihalal Pemprov Jateng Jadi Ajang Konsolidasi, Kepala Daerah Siap Gas Kinerja Pascalebaran

  25 March 2026  |   08:00:00  |   dibaca : 204 
Kategori :
Bagikan :


Halalbihalal Pemprov Jateng Jadi Ajang Konsolidasi, Kepala Daerah Siap Gas Kinerja Pascalebaran

25 March 2026 | 08:00:00 | dibaca : 204
Kategori :
Bagikan :

Foto : Sigit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Sigit (Humas Jateng)

SEMARANG – Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai halalbihalal yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama para bupati dan wali kota se-Jateng di Kantor Gubernur pada Rabu, 25 Maret 2026.

Tak sekadar ajang untuk saling memaafkan, momentum ini dimanfaatkan sebagai forum konsolidasi untuk memperkuat sinergi dan kinerja pascalebaran.

Sejumlah kepala daerah menilai, pertemuan ini penting untuk menyelaraskan langkah dalam melaksanakan berbagai agenda strategis ke depan.

Pelaksana Tugas Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan bahwa halalbihalal kali ini memiliki makna lebih dari sekadar tradisi tahunan.

“Ini tidak hanya forum silaturahmi, tetapi juga forum koordinasi setelah Lebaran. Kami juga berkoordinasi dengan Pak Gubernur terkait berbagai hal, seperti ketahanan pangan dan infrastruktur,” ujarnya.

Ia menambahkan, koordinasi juga akan terus dilakukan, termasuk membahas dinamika arus mudik dan balik di Kabupaten Pati, yang setiap tahun menjadi salah satu titik pergerakan pemudik.

Hal senada disampaikan oleh Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari. Menurutnya, hari pertama masuk kerja usai cuti Lebaran menjadi momen penting untuk membangun kembali semangat melayani masyarakat.

“Ini momentum untuk saling memaafkan dan mengikhlaskan. Kita bersama Forkopimda provinsi dan kabupaten/kota berkumpul dengan Pak Gubernur, untuk memperkuat kebersamaan,” katanya.

Ia juga mengaku telah menggelar apel pagi di daerahnya, sekaligus menyampaikan arahan kepada aparatur sipil negara (ASN) agar kembali fokus bekerja dalam melayani masyarakat.

"Saya pun juga memberikan arahan kepada seluruh ASN yang ada di Kabupaten Kendal, sama seperti apa yang di apa sampaikan oleh Pak Gub," jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menekankan pentingnya menjaga semangat kerja usai menjalani masa libur panjang. Maka dari itu, ia mengingatkan agar para ASN terus meningkatkan kinerjanya.

“Setelah mudik jangan malah malas. Tingkatkan pengabdian kepada masyarakat. ASN itu panggilan hati nurani, jadi harus siap menghadapi berbagai keluhan masyarakat dengan respons positif,” tegasnya.

Menurutnya, halalbihalal bukan sekadar seremoni atau “open house”, melainkan ruang untuk menyamakan persepsi, mempererat silaturahmi, serta membangun semangat baru dalam memberikan pelayanan publik.

“Tradisi ini kita rawat untuk memperkuat sinergitas antara OPD provinsi dengan kabupaten/kota. Tujuannya satu, pelayanan kepada masyarakat (menjadi) semakin baik,” imbuhnya.


Bagikan :

SEMARANG – Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai halalbihalal yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama para bupati dan wali kota se-Jateng di Kantor Gubernur pada Rabu, 25 Maret 2026.

Tak sekadar ajang untuk saling memaafkan, momentum ini dimanfaatkan sebagai forum konsolidasi untuk memperkuat sinergi dan kinerja pascalebaran.

Sejumlah kepala daerah menilai, pertemuan ini penting untuk menyelaraskan langkah dalam melaksanakan berbagai agenda strategis ke depan.

Pelaksana Tugas Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan bahwa halalbihalal kali ini memiliki makna lebih dari sekadar tradisi tahunan.

“Ini tidak hanya forum silaturahmi, tetapi juga forum koordinasi setelah Lebaran. Kami juga berkoordinasi dengan Pak Gubernur terkait berbagai hal, seperti ketahanan pangan dan infrastruktur,” ujarnya.

Ia menambahkan, koordinasi juga akan terus dilakukan, termasuk membahas dinamika arus mudik dan balik di Kabupaten Pati, yang setiap tahun menjadi salah satu titik pergerakan pemudik.

Hal senada disampaikan oleh Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari. Menurutnya, hari pertama masuk kerja usai cuti Lebaran menjadi momen penting untuk membangun kembali semangat melayani masyarakat.

“Ini momentum untuk saling memaafkan dan mengikhlaskan. Kita bersama Forkopimda provinsi dan kabupaten/kota berkumpul dengan Pak Gubernur, untuk memperkuat kebersamaan,” katanya.

Ia juga mengaku telah menggelar apel pagi di daerahnya, sekaligus menyampaikan arahan kepada aparatur sipil negara (ASN) agar kembali fokus bekerja dalam melayani masyarakat.

"Saya pun juga memberikan arahan kepada seluruh ASN yang ada di Kabupaten Kendal, sama seperti apa yang di apa sampaikan oleh Pak Gub," jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menekankan pentingnya menjaga semangat kerja usai menjalani masa libur panjang. Maka dari itu, ia mengingatkan agar para ASN terus meningkatkan kinerjanya.

“Setelah mudik jangan malah malas. Tingkatkan pengabdian kepada masyarakat. ASN itu panggilan hati nurani, jadi harus siap menghadapi berbagai keluhan masyarakat dengan respons positif,” tegasnya.

Menurutnya, halalbihalal bukan sekadar seremoni atau “open house”, melainkan ruang untuk menyamakan persepsi, mempererat silaturahmi, serta membangun semangat baru dalam memberikan pelayanan publik.

“Tradisi ini kita rawat untuk memperkuat sinergitas antara OPD provinsi dengan kabupaten/kota. Tujuannya satu, pelayanan kepada masyarakat (menjadi) semakin baik,” imbuhnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu