Foto : Mizan (Humas Jateng)
Foto : Mizan (Humas Jateng)
KENDAL – Sejumlah pemudik yang pulang ke Jawa Tengah saat Lebaran 2026 mengaku merasakan hasil pembangunan yang ada di provinsi ini.
Secara umum, para pemudik mengapresiasi kondisi infrastruktur jalan yang dinilai semakin baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, termasuk destinasi wisata yang tumbuh, hingga geliat ekonomi lokal yang mulai terasa.
Kiki Rizki Fauzi (37), pemudik asal Kabupaten Magelang yang hendak kembali ke Depok, merasakan betul perubahan di daerahnya selama sepekan mudik. Ia menilai, kemajuan paling terlihat dari sektor infrastruktur dan pariwisata.
“Sekarang sudah banyak kemajuan. Jalan-jalannya lebih rapi, tempat rekreasi juga bertambah,” ujarnya saat beristirahat di Rest Area KM 389 Tol Semarang-Batang, tepatnya di Weleri, Kabupaten Kendal pada Rabu, 25 Maret 2026.
Selama mudik, ia sempat mengunjungi wisata Ketep Pass untuk menikmati keindahan Gunung Merapi dan Merbabu dari dekat.
Pengalaman serupa juga dirasakan oleh Yuni Susilowati (32), pemudik asal Pekalongan yang merantau di Bandung. Dalam perjalanan mudiknya, ia menyempatkan untuk berkeliling ke sejumlah daerah di Jateng, termasuk Purworejo dan Purwodadi, Groboban.
Menurutnya, kehadiran ruas tol baru turut memberikan pengalaman perjalanan yang lebih menyenangkan.
“Senang banget, jalannya enak, nggak terlalu menegangkan. Infrastruktur sekarang terasa lebih baik,” katanya.
Tak hanya soal jalan, Yuni juga menyoroti pelayanan di sejumlah titik persinggahan, termasuk _rest area._ Ia mengaku terkesan dengan kebersihan fasilitas dan keramahan masyarakat di lokasi tersebut.
_“Rest area_ bersih, orang-orangnya juga santun. Itu yang bikin nyaman selama perjalanan,” ujarnya yang menikmati sejumlah fasilitas Posko Mudik di Rest Area saat hendak kembali ke Bandung.
Cerita lain datang dari M. Hikari Aslam (19), pemudik asal Pemalang. Ia mengakui, sebagai kota kecil fasilitas di daerahnya memang belum sebanding dengan kota besar. Namun, ia melihat adanya peningkatan, terutama pada kondisi jalan.
“Sekarang lebih bagus dari tahun kemarin, walaupun di daerah pinggiran masih perlu perbaikan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti hadirnya ruang publik baru berupa City Walk di Pemalang yang dinilai mampu menggerakkan ekonomi lokal. Kawasan tersebut kini dipenuhi para pelaku UMKM, usaha kafe, serta menjadi tempat favorit anak-anak muda.
“Enak buat nongkrong, apalagi malam hari. Pelayanannya juga nyaman,” katanya.
Sementara itu, Joko Taryono (50), pemudik asal Kebumen, melihat pembangunan di Jateng dari sudut pandang yang lebih luas. Ia mengakui, kondisi infrastruktur jalan terutama jalan provinsi cenderung baik, terlebih karena rutin diperbaiki menjelang Lebaran.
Tak hanya itu, ia melihat sektor swasta juga cukup aktif mendorong perkembangan daerah, terutama di bidang pariwisata dan usaha komersial. Hal itu terlihat dari munculnya berbagai tempat wisata dan kuliner baru.
Saat mudik, Joko memilih berwisata ke Pantai Kembar di Kebumen. Destinasi wisata itu relatif belum ramai dibandingkan pantai populer lainnya. Baginya, pengalaman berwisata di tempat yang tidak terlalu padat justru lebih nyaman.
“Pelayanannya ramah, tarifnya juga masih wajar. Bahkan ada yang tiketnya seikhlasnya. Itu sangat membantu pengunjung,” tutur pria yang hendak kembali ke Jakarta itu.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengatakan, pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas di wilayahnya, karena jalan berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Jalan ini kita bangun bukan sekadar fisiknya, tetapi agar pergerakan orang dan barang bisa berjalan dengan lancar dan aman,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan juga menjadi bagian dari upaya membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah.
Harapan itu bukan isapan jempol belaka. Pada 2025, Jawa Tengah mencatatkan performa ekonomi yang gemilang. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Jateng mencapai 5,37% (y-on-y) pada triwulan IV-2025. Capaian itu menempatkan pertumbuhan ekonomi Jateng berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional (5,11%).
KENDAL – Sejumlah pemudik yang pulang ke Jawa Tengah saat Lebaran 2026 mengaku merasakan hasil pembangunan yang ada di provinsi ini.
Secara umum, para pemudik mengapresiasi kondisi infrastruktur jalan yang dinilai semakin baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, termasuk destinasi wisata yang tumbuh, hingga geliat ekonomi lokal yang mulai terasa.
Kiki Rizki Fauzi (37), pemudik asal Kabupaten Magelang yang hendak kembali ke Depok, merasakan betul perubahan di daerahnya selama sepekan mudik. Ia menilai, kemajuan paling terlihat dari sektor infrastruktur dan pariwisata.
“Sekarang sudah banyak kemajuan. Jalan-jalannya lebih rapi, tempat rekreasi juga bertambah,” ujarnya saat beristirahat di Rest Area KM 389 Tol Semarang-Batang, tepatnya di Weleri, Kabupaten Kendal pada Rabu, 25 Maret 2026.
Selama mudik, ia sempat mengunjungi wisata Ketep Pass untuk menikmati keindahan Gunung Merapi dan Merbabu dari dekat.
Pengalaman serupa juga dirasakan oleh Yuni Susilowati (32), pemudik asal Pekalongan yang merantau di Bandung. Dalam perjalanan mudiknya, ia menyempatkan untuk berkeliling ke sejumlah daerah di Jateng, termasuk Purworejo dan Purwodadi, Groboban.
Menurutnya, kehadiran ruas tol baru turut memberikan pengalaman perjalanan yang lebih menyenangkan.
“Senang banget, jalannya enak, nggak terlalu menegangkan. Infrastruktur sekarang terasa lebih baik,” katanya.
Tak hanya soal jalan, Yuni juga menyoroti pelayanan di sejumlah titik persinggahan, termasuk _rest area._ Ia mengaku terkesan dengan kebersihan fasilitas dan keramahan masyarakat di lokasi tersebut.
_“Rest area_ bersih, orang-orangnya juga santun. Itu yang bikin nyaman selama perjalanan,” ujarnya yang menikmati sejumlah fasilitas Posko Mudik di Rest Area saat hendak kembali ke Bandung.
Cerita lain datang dari M. Hikari Aslam (19), pemudik asal Pemalang. Ia mengakui, sebagai kota kecil fasilitas di daerahnya memang belum sebanding dengan kota besar. Namun, ia melihat adanya peningkatan, terutama pada kondisi jalan.
“Sekarang lebih bagus dari tahun kemarin, walaupun di daerah pinggiran masih perlu perbaikan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti hadirnya ruang publik baru berupa City Walk di Pemalang yang dinilai mampu menggerakkan ekonomi lokal. Kawasan tersebut kini dipenuhi para pelaku UMKM, usaha kafe, serta menjadi tempat favorit anak-anak muda.
“Enak buat nongkrong, apalagi malam hari. Pelayanannya juga nyaman,” katanya.
Sementara itu, Joko Taryono (50), pemudik asal Kebumen, melihat pembangunan di Jateng dari sudut pandang yang lebih luas. Ia mengakui, kondisi infrastruktur jalan terutama jalan provinsi cenderung baik, terlebih karena rutin diperbaiki menjelang Lebaran.
Tak hanya itu, ia melihat sektor swasta juga cukup aktif mendorong perkembangan daerah, terutama di bidang pariwisata dan usaha komersial. Hal itu terlihat dari munculnya berbagai tempat wisata dan kuliner baru.
Saat mudik, Joko memilih berwisata ke Pantai Kembar di Kebumen. Destinasi wisata itu relatif belum ramai dibandingkan pantai populer lainnya. Baginya, pengalaman berwisata di tempat yang tidak terlalu padat justru lebih nyaman.
“Pelayanannya ramah, tarifnya juga masih wajar. Bahkan ada yang tiketnya seikhlasnya. Itu sangat membantu pengunjung,” tutur pria yang hendak kembali ke Jakarta itu.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengatakan, pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas di wilayahnya, karena jalan berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Jalan ini kita bangun bukan sekadar fisiknya, tetapi agar pergerakan orang dan barang bisa berjalan dengan lancar dan aman,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan juga menjadi bagian dari upaya membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah.
Harapan itu bukan isapan jempol belaka. Pada 2025, Jawa Tengah mencatatkan performa ekonomi yang gemilang. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Jateng mencapai 5,37% (y-on-y) pada triwulan IV-2025. Capaian itu menempatkan pertumbuhan ekonomi Jateng berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional (5,11%).
Berita Terbaru