Follow Us :              

Tanggul Sungai Tuntang Grobogan Retak, Pemprov Jateng Dorong Perbaikan Dipercepat

  26 March 2026  |   00:00:00  |   dibaca : 158 
Kategori :
Bagikan :


Tanggul Sungai Tuntang Grobogan Retak, Pemprov Jateng Dorong Perbaikan Dipercepat

26 March 2026 | 00:00:00 | dibaca : 158
Kategori :
Bagikan :

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana untuk mempercepat perbaikan tanggul Sungai Tuntang di perbatasan antara Kabupaten Demak dengan Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jateng yang mengalami keretakan.

Saat ini, Pemprov Jateng telah berkomunikasi dengan BBWS Pemali Juana terkait adanya retakan tersebut. Apalagi, retakan tanggul berada di dekat titik yang jebol pada Februari 2026 lalu.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, mengatakan, ada dua upaya penanganan yang dilakukan oleh BBWS Pemali Juana, meliputi penguatan tanggul dengan pemasangan bronjong yang diisi batu. Selanjutnya, bronjong diperkuat dengan sandbag atau tumpukan karung berisi pasir.

"Dengan langkah ini, harapannya tanggul akan lebih stabil dan terjaga dengan baik," ucapnya di Kota Semarang pada Kamis, 26 Maret 2026.

Ia mengatakan, pemasangan bronjong membutuhkan waktu lebih lama, karena harus dipasang di titik yang tepat agar longsor atau retakan tidak kembali terjadi. Sementara pemasangan sandbag tak membutuhkan waktu lama, karena karung pasir hanya tinggal ditata di titik yang retak untuk memperkuat bronjong yang sudah ada.

Ka Dinas PUPR mengungkapkan, pengerjaan tanggul yang jebol pada Februari lalu dilakukan dengan cepat dan berkejaran dengan waktu Lebaran 2026. Jadi, pemasangan bronjong dan sandbag yang dilakukan saat ini menjadi upaya lanjutan dari penanganan darurat sebelumnya.

"Setelah bencana itu, penanganan harus cepat. Setelah banjir dan tanggul jebol (Februari lalu), maka penanganan tanggul ditarget tiga hari selesai, agar Pemprov bisa segera menangani ruas jalan yang rusak," ujarnya.

Saat ini, pihaknya berupaya penanganan retakan tanggul bisa dipercepat. Apalagi, hujan masih terjadi meskipun intensitasnya tidak setinggi pada awal tahun 2026. Namun, upaya antisipasi perlu dilakukan, jangan sampai debit air sungai naik dan menambah parah kerusakan tanggul. 

"Sudah komunikasi dengan BBWS. Segera ditangani," ucap Ka Dinas PUPR. 

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., berpesan kepada Pemerintah Kabupaten Grobogan dan Demak, serta stakeholder terkait agar mereka melakukan perawatan terhadap tanggul sungai. Misalnya dengan melakukan penanaman pohon dan perawatan lainnya.

"Rawat tanggulnya, tanami pohon, di sekitar tanggul, terus masyarakat juga jangan buang sampah sembarangan," katanya beberapa waktu lalu.


Bagikan :

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana untuk mempercepat perbaikan tanggul Sungai Tuntang di perbatasan antara Kabupaten Demak dengan Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jateng yang mengalami keretakan.

Saat ini, Pemprov Jateng telah berkomunikasi dengan BBWS Pemali Juana terkait adanya retakan tersebut. Apalagi, retakan tanggul berada di dekat titik yang jebol pada Februari 2026 lalu.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, mengatakan, ada dua upaya penanganan yang dilakukan oleh BBWS Pemali Juana, meliputi penguatan tanggul dengan pemasangan bronjong yang diisi batu. Selanjutnya, bronjong diperkuat dengan sandbag atau tumpukan karung berisi pasir.

"Dengan langkah ini, harapannya tanggul akan lebih stabil dan terjaga dengan baik," ucapnya di Kota Semarang pada Kamis, 26 Maret 2026.

Ia mengatakan, pemasangan bronjong membutuhkan waktu lebih lama, karena harus dipasang di titik yang tepat agar longsor atau retakan tidak kembali terjadi. Sementara pemasangan sandbag tak membutuhkan waktu lama, karena karung pasir hanya tinggal ditata di titik yang retak untuk memperkuat bronjong yang sudah ada.

Ka Dinas PUPR mengungkapkan, pengerjaan tanggul yang jebol pada Februari lalu dilakukan dengan cepat dan berkejaran dengan waktu Lebaran 2026. Jadi, pemasangan bronjong dan sandbag yang dilakukan saat ini menjadi upaya lanjutan dari penanganan darurat sebelumnya.

"Setelah bencana itu, penanganan harus cepat. Setelah banjir dan tanggul jebol (Februari lalu), maka penanganan tanggul ditarget tiga hari selesai, agar Pemprov bisa segera menangani ruas jalan yang rusak," ujarnya.

Saat ini, pihaknya berupaya penanganan retakan tanggul bisa dipercepat. Apalagi, hujan masih terjadi meskipun intensitasnya tidak setinggi pada awal tahun 2026. Namun, upaya antisipasi perlu dilakukan, jangan sampai debit air sungai naik dan menambah parah kerusakan tanggul. 

"Sudah komunikasi dengan BBWS. Segera ditangani," ucap Ka Dinas PUPR. 

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., berpesan kepada Pemerintah Kabupaten Grobogan dan Demak, serta stakeholder terkait agar mereka melakukan perawatan terhadap tanggul sungai. Misalnya dengan melakukan penanaman pohon dan perawatan lainnya.

"Rawat tanggulnya, tanami pohon, di sekitar tanggul, terus masyarakat juga jangan buang sampah sembarangan," katanya beberapa waktu lalu.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu