Follow Us :              

Bertemu Persatuan Mahasiswa Bahasa Arab se-Indonesia, Wagub Sebut Penguasaan Bahasa Bisa Jadi Alat Diplomasi

  03 April 2026  |   08:00:00  |   dibaca : 89 
Kategori :
Bagikan :


Bertemu Persatuan Mahasiswa Bahasa Arab se-Indonesia, Wagub Sebut Penguasaan Bahasa Bisa Jadi Alat Diplomasi

03 April 2026 | 08:00:00 | dibaca : 89
Kategori :
Bagikan :

Foto : Adit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Adit (Humas Jateng)

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mendorong para mahasiswa penggiat bahasa Arab untuk tidak sekadar menguasai bahasa arab secara lisan, tetapi juga melestarikan khazanah tulisan Arab Pegon. 

Sebab, Wagub menilai bahwa bahasa Arab bukan sekadar warisan pesantren, melainkan instrumen penting untuk diplomasi, terutama dengan negara-negara yang menggunakan bahasa Arab.  

Hal tersebut ditegaskannya saat menghadiri acara Pelantikan Serentak dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Dewan Pimpinan Persatuan Mahasiswa Bahasa Arab se-Indonesia atau Ittihadu Tholabah Al-Lughah Al-Arabiyah bi Indonesia (ITHLA) di Kampus  Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang pada Jumat, 3 April 2026.

Wagub menyampaikan, Arab Pegon memiliki nilai historis yang luar biasa sebagai alat komunikasi lintas budaya. 

Sebagai informasi, Arab Pegon adalah sistem penulisan menggunakan abjad hijaiyah yang dimodifikasi untuk menuliskan bahasa lokal, seperti Jawa, Melayu, dan lainnya. Tradisi ini masih berjalan di pesantren-pesantren di Indonesia. 

Bahkan, Arab Pegon pada masa lalu digunakan sebagai bahasa pengantar delegasi antarkerajaan di wilayah Nusantara, mulai dari Jawa hingga Semenanjung Melayu.

"Pegon ini dulu di era kerajaan menjadi forum (instrumen komunikasi) antarkerajaan di Nusantara," ujar Gus Yasin.

Oleh karena itu, ia berharap Persatuan Mahasiswa Bahasa Arab se-Indonesia tidak hanya terpaku pada penerjemahan secara leterlek atau kata yang tertulis dalam teks dengan abjad Latin, tetapi juga menginovasikan penggunaan Pegon dalam platform digital. 

Selain aspek budaya, Wagub menyoroti peran strategis Persatuan Mahasiswa Bahasa Arab se-Indonesia sebagai organisasi yang mampu mencetak delegasi internasional. Mengingat posisi Timur Tengah yang krusial dalam geopolitik dan ekonomi global. Maka dari itu, penguasaan bahasa Arab menjadi modal diplomatik yang kuat.

Pada kesempatan itu, Gus Yasin mengapresiasi langkah ITHLA yang konsisten mendelegasikan pengajar bahasa Arab ke berbagai negara ASEAN, seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura. Ia berharap, peran ini meluas hingga ke kancah politik internasional.

"Organisasi ITHLA bisa menjadi delegasi utusan Indonesia untuk melakukan politik internasional. Jika kita memiliki kompetensi bahasa yang kuat di kampus-kampus, mahasiswa kita bisa menjadi penyambung lidah Indonesia untuk mengomunikasikan berbagai permasalahan global,” imbuhnya.

Maka dari itu, Wagub menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam memberikan dukungan terhadap pengembangan sumber daya manusia berbasis pesantren dan bahasa Arab. 

Gus Yasin memaparkan, saat ini Pemprov Jateng melalui Lembaga Fasilitasi dan Sinergis Pesantren (LFSP) Jawa Tengah, telah membuka beasiswa bagi santri untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di dalam dan luar negeri pada jenjang S1 hingga S3.

Hingga kini, tercatat sebanyak 439 pendaftar tengah mengikuti tahapan seleksi. Wagub berharap, ITHLA dapat bersinergi dengan Pemprov Jateng dalam mendukung program-program serupa yang mampu memperkuat pendidikan di Jateng ke depannya.


Bagikan :

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mendorong para mahasiswa penggiat bahasa Arab untuk tidak sekadar menguasai bahasa arab secara lisan, tetapi juga melestarikan khazanah tulisan Arab Pegon. 

Sebab, Wagub menilai bahwa bahasa Arab bukan sekadar warisan pesantren, melainkan instrumen penting untuk diplomasi, terutama dengan negara-negara yang menggunakan bahasa Arab.  

Hal tersebut ditegaskannya saat menghadiri acara Pelantikan Serentak dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Dewan Pimpinan Persatuan Mahasiswa Bahasa Arab se-Indonesia atau Ittihadu Tholabah Al-Lughah Al-Arabiyah bi Indonesia (ITHLA) di Kampus  Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang pada Jumat, 3 April 2026.

Wagub menyampaikan, Arab Pegon memiliki nilai historis yang luar biasa sebagai alat komunikasi lintas budaya. 

Sebagai informasi, Arab Pegon adalah sistem penulisan menggunakan abjad hijaiyah yang dimodifikasi untuk menuliskan bahasa lokal, seperti Jawa, Melayu, dan lainnya. Tradisi ini masih berjalan di pesantren-pesantren di Indonesia. 

Bahkan, Arab Pegon pada masa lalu digunakan sebagai bahasa pengantar delegasi antarkerajaan di wilayah Nusantara, mulai dari Jawa hingga Semenanjung Melayu.

"Pegon ini dulu di era kerajaan menjadi forum (instrumen komunikasi) antarkerajaan di Nusantara," ujar Gus Yasin.

Oleh karena itu, ia berharap Persatuan Mahasiswa Bahasa Arab se-Indonesia tidak hanya terpaku pada penerjemahan secara leterlek atau kata yang tertulis dalam teks dengan abjad Latin, tetapi juga menginovasikan penggunaan Pegon dalam platform digital. 

Selain aspek budaya, Wagub menyoroti peran strategis Persatuan Mahasiswa Bahasa Arab se-Indonesia sebagai organisasi yang mampu mencetak delegasi internasional. Mengingat posisi Timur Tengah yang krusial dalam geopolitik dan ekonomi global. Maka dari itu, penguasaan bahasa Arab menjadi modal diplomatik yang kuat.

Pada kesempatan itu, Gus Yasin mengapresiasi langkah ITHLA yang konsisten mendelegasikan pengajar bahasa Arab ke berbagai negara ASEAN, seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura. Ia berharap, peran ini meluas hingga ke kancah politik internasional.

"Organisasi ITHLA bisa menjadi delegasi utusan Indonesia untuk melakukan politik internasional. Jika kita memiliki kompetensi bahasa yang kuat di kampus-kampus, mahasiswa kita bisa menjadi penyambung lidah Indonesia untuk mengomunikasikan berbagai permasalahan global,” imbuhnya.

Maka dari itu, Wagub menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam memberikan dukungan terhadap pengembangan sumber daya manusia berbasis pesantren dan bahasa Arab. 

Gus Yasin memaparkan, saat ini Pemprov Jateng melalui Lembaga Fasilitasi dan Sinergis Pesantren (LFSP) Jawa Tengah, telah membuka beasiswa bagi santri untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di dalam dan luar negeri pada jenjang S1 hingga S3.

Hingga kini, tercatat sebanyak 439 pendaftar tengah mengikuti tahapan seleksi. Wagub berharap, ITHLA dapat bersinergi dengan Pemprov Jateng dalam mendukung program-program serupa yang mampu memperkuat pendidikan di Jateng ke depannya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu