Follow Us :              

Dirjen IDP Sebut Jawa Tengah Jadi Penguat Diplomasi Soft Power

  06 April 2026  |   14:00:00  |   dibaca : 94 
Kategori :
Bagikan :


Dirjen IDP Sebut Jawa Tengah Jadi Penguat Diplomasi Soft Power

06 April 2026 | 14:00:00 | dibaca : 94
Kategori :
Bagikan :

Foto : Sigit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Sigit (Humas Jateng)

SEMARANG — Jawa Tengah memiliki banyak produk budaya yang dapat menjadi salah satu kekuatan diplomasi Indonesia di depan negara-negara lain. Melalui kegiatan budaya, pariwisata, dan kerja sama yang dibangun dengan negara lain, hal ini bisa menjadi diplomasi soft power yang digagas oleh Kementerian Luar Negeri.

“Jawa Tengah memiliki segalanya. Potensinya ada, produknya luar biasa, kebudayaan ada, pariwisata ada," ucap Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik (Dirjen IDP) Kementerian Luar Negeri RI, Heru Subolo, saat berkunjung ke Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Senin, 6 April 2026. 

Menurutnya, langkah yang sudah dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dengan menjadi manajer marketing untuk mempromosikan langsung potensi wilayahnya dinilai sudah tepat.

"Apa yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah sangat luar biasa. Kami dari Kementerian Luar Negeri akan mengakselerasi itu,” ucapnya. 

Ia juga menyoroti Provinsi Jateng yang sudah memiliki kerja sama dalam bentuk sister province dan sister city dengan provinsi dan kota di berbagai negara. Kerja sama itu menjadi sebuah relasi yang sudah terjalin dan akan terus diperkuat.

"Ke depan, kolaborasi antara Kementerian Luar Negeri, Gubernur Jawa Tengah, dan perwakilan kita di luar negeri akan lebih mudah dalam rangka promosi, capacity building, dan sebagainya," ujar Dirjen IDP.

Potensi produk budaya yang dimiliki hingga kerja sama yang sudah terjalin juga menjadi salah satu instrumen penting dalam mengembangkan diplomasi soft power. Ia menilai, diplomasi soft power ini berkaitan dengan nilai-nilai produk budaya yang bisa memperkuat politik luar negeri Indonesia.

Kementerian Luar Negeri ingin dunia mengenal Indonesia bukan sebagai kekuatan politik atas dasar bidang pertahanan semata, apalagi melalui perang. Namun dunia harus mengenal Indonesia dari budaya yang luar biasa, adiluhung, harmoni, dan aman. Nilai-nilai itu yang tidak banyak dimiliki oleh negara lain.

"Jawa Tengah memiliki itu semua. Kementerian Luar Negeri sangat terbantu sekali dengan apa yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah dan jajarannya, dalam rangka memperkuat diplomasi soft power ini," ungkap Dirjen IDP.

Pada kesempatan itu, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengatakan, Kementerian Luar Negeri telah memberikan arahan terkait diplomasi soft power. Hal ini ditangkap oleh Pemprov Jateng sebagai kesempatan yang bagus, karena provinsi ini sedang diproyeksikan menjadi gudangnya investasi. 

"Ini menarik sekali jika Kementerian Luar Negeri bisa menjembatani agar investasi di tempat kami bisa lebih berkembang, baik (dari) segi budaya, perdagangan, maupun tourism (pariwisata)," katanya.

Maka dari itu, Pemprov Jateng akan meningkatkan koordinasi dan kolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri, yang nantinya akan menjadi penghubung untuk membantu perwakilan Jateng saat berada di berbagai negara.

Selain itu, Kementerian Luar Negeri juga dapat menghubungkan Pemprov Jateng dengan diaspora/orang yang tinggal dan menetap jauh dari negara Indonesia yang ada di berbagai negara. Tujuannya untuk membantu mengembangkan promosi produk-produk dari Jawa Tengah di negara tempat diaspora tinggal. Misalnya, produk UMKM yang sudah ekspor akan lebih berkembang jika mendapatkan dukungan dari diaspora.


Bagikan :

SEMARANG — Jawa Tengah memiliki banyak produk budaya yang dapat menjadi salah satu kekuatan diplomasi Indonesia di depan negara-negara lain. Melalui kegiatan budaya, pariwisata, dan kerja sama yang dibangun dengan negara lain, hal ini bisa menjadi diplomasi soft power yang digagas oleh Kementerian Luar Negeri.

“Jawa Tengah memiliki segalanya. Potensinya ada, produknya luar biasa, kebudayaan ada, pariwisata ada," ucap Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik (Dirjen IDP) Kementerian Luar Negeri RI, Heru Subolo, saat berkunjung ke Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Senin, 6 April 2026. 

Menurutnya, langkah yang sudah dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dengan menjadi manajer marketing untuk mempromosikan langsung potensi wilayahnya dinilai sudah tepat.

"Apa yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah sangat luar biasa. Kami dari Kementerian Luar Negeri akan mengakselerasi itu,” ucapnya. 

Ia juga menyoroti Provinsi Jateng yang sudah memiliki kerja sama dalam bentuk sister province dan sister city dengan provinsi dan kota di berbagai negara. Kerja sama itu menjadi sebuah relasi yang sudah terjalin dan akan terus diperkuat.

"Ke depan, kolaborasi antara Kementerian Luar Negeri, Gubernur Jawa Tengah, dan perwakilan kita di luar negeri akan lebih mudah dalam rangka promosi, capacity building, dan sebagainya," ujar Dirjen IDP.

Potensi produk budaya yang dimiliki hingga kerja sama yang sudah terjalin juga menjadi salah satu instrumen penting dalam mengembangkan diplomasi soft power. Ia menilai, diplomasi soft power ini berkaitan dengan nilai-nilai produk budaya yang bisa memperkuat politik luar negeri Indonesia.

Kementerian Luar Negeri ingin dunia mengenal Indonesia bukan sebagai kekuatan politik atas dasar bidang pertahanan semata, apalagi melalui perang. Namun dunia harus mengenal Indonesia dari budaya yang luar biasa, adiluhung, harmoni, dan aman. Nilai-nilai itu yang tidak banyak dimiliki oleh negara lain.

"Jawa Tengah memiliki itu semua. Kementerian Luar Negeri sangat terbantu sekali dengan apa yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah dan jajarannya, dalam rangka memperkuat diplomasi soft power ini," ungkap Dirjen IDP.

Pada kesempatan itu, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengatakan, Kementerian Luar Negeri telah memberikan arahan terkait diplomasi soft power. Hal ini ditangkap oleh Pemprov Jateng sebagai kesempatan yang bagus, karena provinsi ini sedang diproyeksikan menjadi gudangnya investasi. 

"Ini menarik sekali jika Kementerian Luar Negeri bisa menjembatani agar investasi di tempat kami bisa lebih berkembang, baik (dari) segi budaya, perdagangan, maupun tourism (pariwisata)," katanya.

Maka dari itu, Pemprov Jateng akan meningkatkan koordinasi dan kolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri, yang nantinya akan menjadi penghubung untuk membantu perwakilan Jateng saat berada di berbagai negara.

Selain itu, Kementerian Luar Negeri juga dapat menghubungkan Pemprov Jateng dengan diaspora/orang yang tinggal dan menetap jauh dari negara Indonesia yang ada di berbagai negara. Tujuannya untuk membantu mengembangkan promosi produk-produk dari Jawa Tengah di negara tempat diaspora tinggal. Misalnya, produk UMKM yang sudah ekspor akan lebih berkembang jika mendapatkan dukungan dari diaspora.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu