Follow Us :              

Sinergi Pemprov dan Baznas Jateng Tuntaskan Kemiskinan hingga Bangun Daerah

  09 April 2026  |   14:00:00  |   dibaca : 153 
Kategori :
Bagikan :


Sinergi Pemprov dan Baznas Jateng Tuntaskan Kemiskinan hingga Bangun Daerah

09 April 2026 | 14:00:00 | dibaca : 153
Kategori :
Bagikan :

Foto : Sigit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Sigit (Humas Jateng)

KAB SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menjalin sinergi dan kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng, untuk menuntaskan persoalan kemiskinan di wilayahnya.

Hal itu disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dalam acara Halaqah Ulama dan Halalbihalal serta Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Baznas se-Jawa Tengah di Bandungan, Kabupaten Semarang pada Kamis, 9 April 2026.

Gubernur mengatakan, sudah ada banyak program yang digulirkan oleh Baznas Jateng sebagai upaya untuk menuntaskan kemiskinan, mulai dari menyalurkan bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), bantuan modal usaha, beasiswa bagi anak dari keluarga miskin, pelatihan kerja, hingga bantuan untuk korban bencana.

Maka dari itu, ia menilai bahwa penurunan angka kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat tak lepas dari peran Baznas Jateng.

Selain itu, pembangunan di wilayahnya pun sangat bergantung pada kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan Baznas dan MUI Jateng. Harapannya, MUI dan Baznas berkolaborasi dalam pembangunan daerah dengan perannya masing-masing. 

Ketua MUI Jateng sekaligus Ketua Baznas Jateng, K.H. Ahmad Darodji, mengatakan bahwa dalam Rakorpim tersebut juga akan dilakukan diskusi terkait manfaat zakat dalam kehidupan masyarakat.

"Zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola secara baik, terbukti telah mengangkat posisi sosial ekonomi masyarakat, bahkan berkontribusi nyata dalam program pemerintah untuk menuntaskan kemiskinan," katanya.

Dalam hal ini, MUI juga berperan terkait fatwa dalam pengelolaan dan implementasi zakat, seperti zakat profesi, perluasan makna sabilillah (orang yang berjuang di jalan Allah SWT), mengawetkan daging kurban dalam kaleng untuk menanggulangi kekurangan gizi dan stunting, serta fatwa tentang nishob (batas minimal) zakat, khususnya saat harga emas sangat fluktuatif.

"Baznas dan MUI akan selalu bersinergi dan menjalin hubungan yang harmonis demi kesejahteraan umat," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga memaparkan capaian dan penghargaan yang telah diraih oleh Baznas Jateng selama tahun 2025 di bawah bimbingan Gubernur. Beberapa di antaranya, penghargaan Gubernur Jawa Tengah sebagai Pendukung Gerakan Zakat Indonesia. Selanjutnya, lima penghargaan dari Baznas RI kepada Baznas Jateng, yaitu Pengumpulan ZIS Terbaik; Inovasi Pendayagunaan Terbaik; Koordinasi Kelembagaan Terbaik; Kelembagaan Klaster 5 Terbaik; dan Tindak Laniut Implementasi SOP Terbaik.


Bagikan :

KAB SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menjalin sinergi dan kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng, untuk menuntaskan persoalan kemiskinan di wilayahnya.

Hal itu disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dalam acara Halaqah Ulama dan Halalbihalal serta Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Baznas se-Jawa Tengah di Bandungan, Kabupaten Semarang pada Kamis, 9 April 2026.

Gubernur mengatakan, sudah ada banyak program yang digulirkan oleh Baznas Jateng sebagai upaya untuk menuntaskan kemiskinan, mulai dari menyalurkan bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), bantuan modal usaha, beasiswa bagi anak dari keluarga miskin, pelatihan kerja, hingga bantuan untuk korban bencana.

Maka dari itu, ia menilai bahwa penurunan angka kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat tak lepas dari peran Baznas Jateng.

Selain itu, pembangunan di wilayahnya pun sangat bergantung pada kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan Baznas dan MUI Jateng. Harapannya, MUI dan Baznas berkolaborasi dalam pembangunan daerah dengan perannya masing-masing. 

Ketua MUI Jateng sekaligus Ketua Baznas Jateng, K.H. Ahmad Darodji, mengatakan bahwa dalam Rakorpim tersebut juga akan dilakukan diskusi terkait manfaat zakat dalam kehidupan masyarakat.

"Zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola secara baik, terbukti telah mengangkat posisi sosial ekonomi masyarakat, bahkan berkontribusi nyata dalam program pemerintah untuk menuntaskan kemiskinan," katanya.

Dalam hal ini, MUI juga berperan terkait fatwa dalam pengelolaan dan implementasi zakat, seperti zakat profesi, perluasan makna sabilillah (orang yang berjuang di jalan Allah SWT), mengawetkan daging kurban dalam kaleng untuk menanggulangi kekurangan gizi dan stunting, serta fatwa tentang nishob (batas minimal) zakat, khususnya saat harga emas sangat fluktuatif.

"Baznas dan MUI akan selalu bersinergi dan menjalin hubungan yang harmonis demi kesejahteraan umat," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga memaparkan capaian dan penghargaan yang telah diraih oleh Baznas Jateng selama tahun 2025 di bawah bimbingan Gubernur. Beberapa di antaranya, penghargaan Gubernur Jawa Tengah sebagai Pendukung Gerakan Zakat Indonesia. Selanjutnya, lima penghargaan dari Baznas RI kepada Baznas Jateng, yaitu Pengumpulan ZIS Terbaik; Inovasi Pendayagunaan Terbaik; Koordinasi Kelembagaan Terbaik; Kelembagaan Klaster 5 Terbaik; dan Tindak Laniut Implementasi SOP Terbaik.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu