Foto : Sigit (Humas Jateng)
Foto : Sigit (Humas Jateng)
KUDUS – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah secara konsisten memberikan penghargaan kepada para santri di wilayahnya yang telah berhasil menghafalkan Al-Qur’an.
Terbaru, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, memberikan penghargaan berupa tali asih (bisyaroh) kepada 6 penghafal Al-Qur’an, dalam acara Wisuda Tahfidh Pondok Pesantren Darul Qur’an Krandon, Kabupaten Kudus pada Senin, 11 Mei 2026 malam.
Adapun 6 penerima tali asih itu, yakni Wahyu Indra Maulana asal Pati, Shihab Labib Ruwaifi Iswandy asal Muko-Muko, Bengkulu; Roihan Muhammad Iqbal Farid asal Kudus. Kemudian, Ahmad Syauqi Muhammad dan putera Muhammadun asal Probolinggo, Jawa Timur; Mochamad Hakiki asal Semarang; dan Ahmad Bayu Al Azhar asal Jepara.
“Bisyarah ini tidak melihat orang Jateng atau luar Jateng. Setiap selesai menghafal 30 juz, kita akan memberikan tali asih atau bisyarah setiap anak sebesar Rp1 juta,” ucap Wagub dalam kesempatan sebelumnya.
Tali asih yang diberikan bersumber dari APBD Provinsi Jateng. Pada tahun 2025, jumlah penerima tali asih mencapai 1.041 santri, dengan total bantuan sekitar Rp1,041 miliar. Pemberian bisyarah merupakan bentuk perhatian dan penghargaan dari Pemprov Jateng kepada para santri penghafal Al-Qur’an.
Wagub berharap, program yang dijalankannya bersama Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dapat membawa keberkahan bagi daerah sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia mengatakan, khataman Al-Qur’an khataman bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghormatan kepada santri yang telah menjaga hafalannya. Maka dari itu, Wagub mengingatkan agar para santri terus menjaga hafalan.
“Setelah khatam, jangan berhenti. Hafalan itu harus dijaga,” ucapnya.
Wagub mengatakan, kecintaan terhadap Al-Qur’an telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, para sahabat, dan ulama terdahulu. Ia mencontohkan, para sahabat menjadikan bacaan Al-Qur’an sebagai sumber ketenangan dan pelembut hati.
KUDUS – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah secara konsisten memberikan penghargaan kepada para santri di wilayahnya yang telah berhasil menghafalkan Al-Qur’an.
Terbaru, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, memberikan penghargaan berupa tali asih (bisyaroh) kepada 6 penghafal Al-Qur’an, dalam acara Wisuda Tahfidh Pondok Pesantren Darul Qur’an Krandon, Kabupaten Kudus pada Senin, 11 Mei 2026 malam.
Adapun 6 penerima tali asih itu, yakni Wahyu Indra Maulana asal Pati, Shihab Labib Ruwaifi Iswandy asal Muko-Muko, Bengkulu; Roihan Muhammad Iqbal Farid asal Kudus. Kemudian, Ahmad Syauqi Muhammad dan putera Muhammadun asal Probolinggo, Jawa Timur; Mochamad Hakiki asal Semarang; dan Ahmad Bayu Al Azhar asal Jepara.
“Bisyarah ini tidak melihat orang Jateng atau luar Jateng. Setiap selesai menghafal 30 juz, kita akan memberikan tali asih atau bisyarah setiap anak sebesar Rp1 juta,” ucap Wagub dalam kesempatan sebelumnya.
Tali asih yang diberikan bersumber dari APBD Provinsi Jateng. Pada tahun 2025, jumlah penerima tali asih mencapai 1.041 santri, dengan total bantuan sekitar Rp1,041 miliar. Pemberian bisyarah merupakan bentuk perhatian dan penghargaan dari Pemprov Jateng kepada para santri penghafal Al-Qur’an.
Wagub berharap, program yang dijalankannya bersama Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dapat membawa keberkahan bagi daerah sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia mengatakan, khataman Al-Qur’an khataman bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghormatan kepada santri yang telah menjaga hafalannya. Maka dari itu, Wagub mengingatkan agar para santri terus menjaga hafalan.
“Setelah khatam, jangan berhenti. Hafalan itu harus dijaga,” ucapnya.
Wagub mengatakan, kecintaan terhadap Al-Qur’an telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, para sahabat, dan ulama terdahulu. Ia mencontohkan, para sahabat menjadikan bacaan Al-Qur’an sebagai sumber ketenangan dan pelembut hati.
Berita Terbaru