Follow Us :              

RSUD Margono Prof. Dr. Margono Soekarjo Ditargetkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan di Banyumas Raya

  17 May 2026  |   08:00:00  |   dibaca : 159 
Kategori :
Bagikan :


RSUD Margono Prof. Dr. Margono Soekarjo Ditargetkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan di Banyumas Raya

17 May 2026 | 08:00:00 | dibaca : 159
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

BANYUMAS — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto menjadi pusat layanan kesehatan di daerah Banyumas Raya. 

Hal itu disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., saat meninjau RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto, Kabupaten Banyumas pada Minggu, 17 Mei 2026. Dalam kunjungan itu, ia didampingi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno.

Guna mewujudkan hal tersebut, Gubernur mendorong rumah sakit tersebut untuk meningkatkan kolaborasi dengan berbagai instansi, mulai dari perguruan tinggi hingga rumah sakit-rumah sakit milik daerah maupun swasta di kabupaten/kota.

"Jadi hub-nya (pusat pelayanannya) itu RSUD Margono Soekarjo, supporting-nya (pendukungnya) rumah sakit di sekitarnya," katanya.

Ia menyampaikan, orientasi pembangunan di Jateng, salah satunya berfokus pada layanan dasar kesehatan. Maka dari itu, sektor tersebut menjadi prioritas program kerjanya. 

"Jadi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, hal paling dasar salah satunya adalah kesehatan, tentunya di samping faktor lain," ucapnya. 

Oleh sebab itu, program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang digulirkan juga akan terus digenjot. Sebab, program itu terbukti sangat efektif dalam memberikan layanan kesehatan sampai ke pelosok desa. Begitu pula, kolaborasi antara RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo dan rumah sakit di sekitarnya yang dinilai sangat penting untuk mendukung program tersebut.

"Masyarakat di tingkat bawah (desa) itu lebih mengharapkan hadirnya dokter ke kampung. Jadi saya ingin dorong seluruh dokter spesialis, tidak usah menunggu instruksi Gubernur atau Kepala Dinas. Langsung jalan dan ada evaluasi," ucap Gubernur. 

Sementara itu, Direktur RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, dr. Heri Dwi Purnomo, mengatakan, rumah sakitnya memiliki 2.204 orang karyawan, terdiri dari 154 dokter, 847 perawat/bidan, 519 tenaga medis lainnya, dan 683 tenaga nonmedis. 

Saat ini, RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo menyediakan beberapa layanan unggulan, di antaranya layanan bedah saraf; layanan jantung; layanan uronefrologi atau menangani penyakit pada sistem saluran kemih, ginjal, dan organ terkait; serta maternal parinatal atau perawatan ibu hamil, persalinan, dan bayi baru lahir.

Jumlah pasien yang dilayani sampai dengan April 2026, meliputi 9.888 IGD, 134.632 rawat jalan, dan 17.698 rawat inap. Adapun dari jumlah itu, sekitar 38% pasien BPJS PBI, 55% BPJS non-PBI, 6% pasien umum, dan 1% pasien lainnya. 

Berdasarkan asal daerah pasien, meliputi Banyumas 42%, Purbalingga 13%, Banjarnegara 7%, Cilacap 16%, Kebumen dan Pemalang masing-masing 2%, Brebes 6%, Wonosobo dan Tegal masing-masing 1%, serta daerah lainnya 8%.

"Rata-rata kunjungan rawat jalan 1.432 pasien per hari," ujar Heri.


Bagikan :

BANYUMAS — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto menjadi pusat layanan kesehatan di daerah Banyumas Raya. 

Hal itu disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., saat meninjau RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto, Kabupaten Banyumas pada Minggu, 17 Mei 2026. Dalam kunjungan itu, ia didampingi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno.

Guna mewujudkan hal tersebut, Gubernur mendorong rumah sakit tersebut untuk meningkatkan kolaborasi dengan berbagai instansi, mulai dari perguruan tinggi hingga rumah sakit-rumah sakit milik daerah maupun swasta di kabupaten/kota.

"Jadi hub-nya (pusat pelayanannya) itu RSUD Margono Soekarjo, supporting-nya (pendukungnya) rumah sakit di sekitarnya," katanya.

Ia menyampaikan, orientasi pembangunan di Jateng, salah satunya berfokus pada layanan dasar kesehatan. Maka dari itu, sektor tersebut menjadi prioritas program kerjanya. 

"Jadi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, hal paling dasar salah satunya adalah kesehatan, tentunya di samping faktor lain," ucapnya. 

Oleh sebab itu, program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang digulirkan juga akan terus digenjot. Sebab, program itu terbukti sangat efektif dalam memberikan layanan kesehatan sampai ke pelosok desa. Begitu pula, kolaborasi antara RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo dan rumah sakit di sekitarnya yang dinilai sangat penting untuk mendukung program tersebut.

"Masyarakat di tingkat bawah (desa) itu lebih mengharapkan hadirnya dokter ke kampung. Jadi saya ingin dorong seluruh dokter spesialis, tidak usah menunggu instruksi Gubernur atau Kepala Dinas. Langsung jalan dan ada evaluasi," ucap Gubernur. 

Sementara itu, Direktur RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, dr. Heri Dwi Purnomo, mengatakan, rumah sakitnya memiliki 2.204 orang karyawan, terdiri dari 154 dokter, 847 perawat/bidan, 519 tenaga medis lainnya, dan 683 tenaga nonmedis. 

Saat ini, RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo menyediakan beberapa layanan unggulan, di antaranya layanan bedah saraf; layanan jantung; layanan uronefrologi atau menangani penyakit pada sistem saluran kemih, ginjal, dan organ terkait; serta maternal parinatal atau perawatan ibu hamil, persalinan, dan bayi baru lahir.

Jumlah pasien yang dilayani sampai dengan April 2026, meliputi 9.888 IGD, 134.632 rawat jalan, dan 17.698 rawat inap. Adapun dari jumlah itu, sekitar 38% pasien BPJS PBI, 55% BPJS non-PBI, 6% pasien umum, dan 1% pasien lainnya. 

Berdasarkan asal daerah pasien, meliputi Banyumas 42%, Purbalingga 13%, Banjarnegara 7%, Cilacap 16%, Kebumen dan Pemalang masing-masing 2%, Brebes 6%, Wonosobo dan Tegal masing-masing 1%, serta daerah lainnya 8%.

"Rata-rata kunjungan rawat jalan 1.432 pasien per hari," ujar Heri.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu