Follow Us :              

Percepat Perbaikan Infrastruktur Jalan, Sejumlah Ruas Jalan di Perbatasan Jateng-Jatim-DIY Segera Diperbaiki

  15 June 2026  |   13:00:00  |   dibaca : 360 
Kategori :
Bagikan :


Percepat Perbaikan Infrastruktur Jalan, Sejumlah Ruas Jalan di Perbatasan Jateng-Jatim-DIY Segera Diperbaiki

15 June 2026 | 13:00:00 | dibaca : 360
Kategori :
Bagikan :

Foto : Istimewa (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Istimewa (Humas Jateng)

WONOGIRI – Sejumlah ruas jalan provinsi yang menjadi jalur penghubung antara Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah dengan Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan mendapatkan penanganan prioritas pada tahun 2026.

Hal itu menyusul adanya kebijakan dari Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., yang menerbitkan Peraturan Kepala Daerah (Perkada) terkait alokasi anggaran untuk pembangunan infrastruktur jalan di wilayahnya.

Melalui kebijakan tersebut, anggaran perbaikan jalan provinsi di Kabupaten Wonogiri yang semula hanya sebesar Rp9,4 miliar meningkat menjadi Rp42 miliar. 

Tambahan anggaran itu menjadi bagian dari alokasi anggaran sebesar Rp200 miliar yang disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan di berbagai daerah di provinsi ini.

“Di Kabupaten Wonogiri, kalau anggaran awal ditambah alokasi dari Perkada, maka menjadi Rp42 miliar. Anggaran ini untuk 6 paket (pekerjaan jalan) di sejumlah ruas," ucap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, di sela kegiatannya mengecek ruas Jalan Ngadirojo-Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri pada Senin, 15 Juni 2026.

Sejumlah ruas yang akan diperbaiki, antara lain ruas Jalan Ngadirojo-Biting (batas Jawa Timur). Jalan ini memiliki panjang total 40 km dan menembus ke jalan utama di Ponorogo, Jawa Timur. 

Selanjutnya, ada dua titik pekerjaan jalan (betonisasi dan pengaspalan dua lapis) di ruas Jalan Ngadirojo-Giriwoyo. Jalan sepanjang 37 km ini terhubung langsung dengan jalan nasional di Pacitan, Jawa Timur. Kemudian, Jalan Wonogiri-Manyaran-Blimbing (batas Daerah Istimewa Yogyakarta).

Ka DPUPR menjelaskan, penyebab penurunan tingkat kemantapan jalan di Wonogiri, antara lain usia jalan, tingkat kepadatan lalu lintas kendaraan, curah hujan yang tinggi pada awal tahun 2026, ditambah kondisi tanah yang labil. 

Sesuai rencana, pembangunan jalan akan mulai dilakukan pada akhir Juli atau awal Agustus 2026.

"Bapak Gubernur ingin jalan-jalan provinsi digenjot pembangunannya. Maka dengan kebijakan alokasi tambahan ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas jalan dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat," ucapnya.

Kepala DPUPR Kabupaten Wonogiri, Prihadi Ariyanto, mengucapkan terima kasih atas adanya alokasi tambahan untuk pembangunan jalan provinsi di Wonogiri. Ia berharap, pekerjaan jalan bisa segera dilakukan. Harapannya, perbaikan jalan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat di daerah. 

“Terima kasih pada Pak Gubernur mengalokasikan pembangunan jalan di Wonogiri. Setelah jadi, bisa bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan warga dan jalan dirawat bersama-sama," ucapnya.

Salah satu warga Ngadirojo, Surya, berterima kasih atas pembangunan jalan yang akan segera dilakukan. Ia mengatakan, kondisi Jalan Ngadirojo-Giriwoyo yang berlubang dan bergelombang sudah memakan banyak biaya, karena sering kali ban motor para pengguna jalan bocor akibat terjerembab di lubang yang cukup dalam. 

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., melakukan realokasi anggaran tahun 2026 sekitar Rp200 miliar, untuk perbaikan jalan di Jateng. Hal itu bertujuan untuk mempercepat penanganan perbaikan jalan rusak di wilayahnya, guna menjamin keselamatan, keamanan, dan kenyamanan para pengguna jalan.

Realokasi anggaran tersebut dilakukan untuk menggenjot kembali kemantapan jalan provinsi di Jateng, yang sempat menurun akibat musim hujan yang terjadi hingga awal 2026. Gubernur menyampaikan, dana realokasi ini diprioritaskan untuk perbaikan jalan-jalan provinsi yang saat ini kondisinya rusak berat.


Bagikan :

WONOGIRI – Sejumlah ruas jalan provinsi yang menjadi jalur penghubung antara Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah dengan Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan mendapatkan penanganan prioritas pada tahun 2026.

Hal itu menyusul adanya kebijakan dari Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., yang menerbitkan Peraturan Kepala Daerah (Perkada) terkait alokasi anggaran untuk pembangunan infrastruktur jalan di wilayahnya.

Melalui kebijakan tersebut, anggaran perbaikan jalan provinsi di Kabupaten Wonogiri yang semula hanya sebesar Rp9,4 miliar meningkat menjadi Rp42 miliar. 

Tambahan anggaran itu menjadi bagian dari alokasi anggaran sebesar Rp200 miliar yang disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan di berbagai daerah di provinsi ini.

“Di Kabupaten Wonogiri, kalau anggaran awal ditambah alokasi dari Perkada, maka menjadi Rp42 miliar. Anggaran ini untuk 6 paket (pekerjaan jalan) di sejumlah ruas," ucap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, di sela kegiatannya mengecek ruas Jalan Ngadirojo-Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri pada Senin, 15 Juni 2026.

Sejumlah ruas yang akan diperbaiki, antara lain ruas Jalan Ngadirojo-Biting (batas Jawa Timur). Jalan ini memiliki panjang total 40 km dan menembus ke jalan utama di Ponorogo, Jawa Timur. 

Selanjutnya, ada dua titik pekerjaan jalan (betonisasi dan pengaspalan dua lapis) di ruas Jalan Ngadirojo-Giriwoyo. Jalan sepanjang 37 km ini terhubung langsung dengan jalan nasional di Pacitan, Jawa Timur. Kemudian, Jalan Wonogiri-Manyaran-Blimbing (batas Daerah Istimewa Yogyakarta).

Ka DPUPR menjelaskan, penyebab penurunan tingkat kemantapan jalan di Wonogiri, antara lain usia jalan, tingkat kepadatan lalu lintas kendaraan, curah hujan yang tinggi pada awal tahun 2026, ditambah kondisi tanah yang labil. 

Sesuai rencana, pembangunan jalan akan mulai dilakukan pada akhir Juli atau awal Agustus 2026.

"Bapak Gubernur ingin jalan-jalan provinsi digenjot pembangunannya. Maka dengan kebijakan alokasi tambahan ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas jalan dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat," ucapnya.

Kepala DPUPR Kabupaten Wonogiri, Prihadi Ariyanto, mengucapkan terima kasih atas adanya alokasi tambahan untuk pembangunan jalan provinsi di Wonogiri. Ia berharap, pekerjaan jalan bisa segera dilakukan. Harapannya, perbaikan jalan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat di daerah. 

“Terima kasih pada Pak Gubernur mengalokasikan pembangunan jalan di Wonogiri. Setelah jadi, bisa bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan warga dan jalan dirawat bersama-sama," ucapnya.

Salah satu warga Ngadirojo, Surya, berterima kasih atas pembangunan jalan yang akan segera dilakukan. Ia mengatakan, kondisi Jalan Ngadirojo-Giriwoyo yang berlubang dan bergelombang sudah memakan banyak biaya, karena sering kali ban motor para pengguna jalan bocor akibat terjerembab di lubang yang cukup dalam. 

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., melakukan realokasi anggaran tahun 2026 sekitar Rp200 miliar, untuk perbaikan jalan di Jateng. Hal itu bertujuan untuk mempercepat penanganan perbaikan jalan rusak di wilayahnya, guna menjamin keselamatan, keamanan, dan kenyamanan para pengguna jalan.

Realokasi anggaran tersebut dilakukan untuk menggenjot kembali kemantapan jalan provinsi di Jateng, yang sempat menurun akibat musim hujan yang terjadi hingga awal 2026. Gubernur menyampaikan, dana realokasi ini diprioritaskan untuk perbaikan jalan-jalan provinsi yang saat ini kondisinya rusak berat.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu