Follow Us :              

Hadiri Haul di Grobogan, Wagub Jateng Ajak Masyarakat Perkuat Kedekatan dengan Ulama

  24 June 2026  |   20:30:00  |   dibaca : 153 
Kategori :
Bagikan :

Hadiri Haul di Grobogan, Wagub Jateng Ajak Masyarakat Perkuat Kedekatan dengan Ulama

24 June 2026 | 20:30:00 | dibaca : 153
Kategori :
Bagikan :

Foto : Adit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Hadiri Haul di Grobogan, Wagub Jateng Ajak Masyarakat Perkuat Kedekatan dengan Ulama
Hadiri Haul di Grobogan, Wagub Jateng Ajak Masyarakat Perkuat Kedekatan dengan Ulama
Hadiri Haul di Grobogan, Wagub Jateng Ajak Masyarakat Perkuat Kedekatan dengan Ulama
Hadiri Haul di Grobogan, Wagub Jateng Ajak Masyarakat Perkuat Kedekatan dengan Ulama
Hadiri Haul di Grobogan, Wagub Jateng Ajak Masyarakat Perkuat Kedekatan dengan Ulama

Foto : Adit (Humas Jateng)

GROBOGAN — Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengajak masyarakat membangun hubungan yang baik dan dekat dengan para ulama untuk menimba ilmu agama dan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Pesan tersebut disampaikan dalam acara Haflah Dzikir dalam rangka Haul K.H. Abdurrahman Munadi dan Habib Muhammad bin Syekh Bafaqih di Desa Jatipecaron, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan pada Rabu, 24 Juni 2026. 

“Haul ini bukan hanya mengenang, tetapi juga menjaga ilmu, adab, dan keteladanan para guru kita, agar terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” ucap Wagub. 

Ia menilai, keberlangsungan tradisi haul menjadi bukti kuatnya ikatan masyarakat dengan para ulama dan warisan ilmu yang ditinggalkan.

Menurut Wagub, haul bukan sekadar kegiatan mengenang tokoh yang telah wafat, melainkan menjadi momentum untuk menyambungkan kembali hubungan masyarakat dengan para guru, ulama, serta nilai-nilai kebaikan yang diwariskan.

“Alhamdulillah, saya bersyukur bisa hadir dalam haul ini. Haul menjadi jalan untuk menyambungkan kita dengan para guru-guru kita, menyambungkan ilmu dan sanad yang diwariskan para ulama,” ucapnya. 

Dalam tradisi keilmuan Islam, Wagub menyampaikan bahwa sanad memiliki peran penting. Sebab, ilmu tidak hanya dipandang sebagai pengetahuan, tetapi juga memiliki keterkaitan dan hubungan antara guru dan murid dari generasi ke generasi.

Ia menyebut, haul K.H. Abdurrahman Munadi dan Habib Muhammad bin Syekh Bafaqih hingga saat ini menunjukkan bahwa nilai dan keteladanan para ulama tetap hidup di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Wagub juga mengingatkan pentingnya rasa syukur atas kesempatan berkumpul dalam majelis zikir. Menurutnya, majelis seperti haul menjadi ruang yang mampu mempertemukan masyarakat dalam suasana spiritual sekaligus menjadi sarana memperkuat hubungan sosial.

Sementara itu, Habib Faisol Bafaqih selaku perwakilan panitia dan keluarga menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran seluruh jemaah, termasuk Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen.

Ia berharap, majelis haul tersebut membawa keberkahan bagi keluarga maupun seluruh jemaah yang hadir.

Selain itu, keteladanan dari K.H. Abdurrahman Munadi dan Habib Muhammad bin Syekh Bafaqih menjadi pelajaran penting bagi generasi saat ini, agar terus menjaga kerukunan, menghormati guru, serta merawat tradisi keilmuan yang telah diwariskan para pendahulu.


Bagikan :

GROBOGAN — Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengajak masyarakat membangun hubungan yang baik dan dekat dengan para ulama untuk menimba ilmu agama dan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Pesan tersebut disampaikan dalam acara Haflah Dzikir dalam rangka Haul K.H. Abdurrahman Munadi dan Habib Muhammad bin Syekh Bafaqih di Desa Jatipecaron, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan pada Rabu, 24 Juni 2026. 

“Haul ini bukan hanya mengenang, tetapi juga menjaga ilmu, adab, dan keteladanan para guru kita, agar terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” ucap Wagub. 

Ia menilai, keberlangsungan tradisi haul menjadi bukti kuatnya ikatan masyarakat dengan para ulama dan warisan ilmu yang ditinggalkan.

Menurut Wagub, haul bukan sekadar kegiatan mengenang tokoh yang telah wafat, melainkan menjadi momentum untuk menyambungkan kembali hubungan masyarakat dengan para guru, ulama, serta nilai-nilai kebaikan yang diwariskan.

“Alhamdulillah, saya bersyukur bisa hadir dalam haul ini. Haul menjadi jalan untuk menyambungkan kita dengan para guru-guru kita, menyambungkan ilmu dan sanad yang diwariskan para ulama,” ucapnya. 

Dalam tradisi keilmuan Islam, Wagub menyampaikan bahwa sanad memiliki peran penting. Sebab, ilmu tidak hanya dipandang sebagai pengetahuan, tetapi juga memiliki keterkaitan dan hubungan antara guru dan murid dari generasi ke generasi.

Ia menyebut, haul K.H. Abdurrahman Munadi dan Habib Muhammad bin Syekh Bafaqih hingga saat ini menunjukkan bahwa nilai dan keteladanan para ulama tetap hidup di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Wagub juga mengingatkan pentingnya rasa syukur atas kesempatan berkumpul dalam majelis zikir. Menurutnya, majelis seperti haul menjadi ruang yang mampu mempertemukan masyarakat dalam suasana spiritual sekaligus menjadi sarana memperkuat hubungan sosial.

Sementara itu, Habib Faisol Bafaqih selaku perwakilan panitia dan keluarga menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran seluruh jemaah, termasuk Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen.

Ia berharap, majelis haul tersebut membawa keberkahan bagi keluarga maupun seluruh jemaah yang hadir.

Selain itu, keteladanan dari K.H. Abdurrahman Munadi dan Habib Muhammad bin Syekh Bafaqih menjadi pelajaran penting bagi generasi saat ini, agar terus menjaga kerukunan, menghormati guru, serta merawat tradisi keilmuan yang telah diwariskan para pendahulu.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu