Follow Us :              

Gubernur Imbau Masyarakat Lebih Disiplin dan Berhati-Hati Saat Melintas di Perlintasan Kereta Api

  20 July 2026  |   16:00:00  |   dibaca : 196 
Kategori :
Bagikan :

Gubernur Imbau Masyarakat Lebih Disiplin dan Berhati-Hati Saat Melintas di Perlintasan Kereta Api

20 July 2026 | 16:00:00 | dibaca : 196
Kategori :
Bagikan :

Foto : Sigit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Gubernur Imbau Masyarakat Lebih Disiplin dan Berhati-Hati Saat Melintas di Perlintasan Kereta Api
Gubernur Imbau Masyarakat Lebih Disiplin dan Berhati-Hati Saat Melintas di Perlintasan Kereta Api
Gubernur Imbau Masyarakat Lebih Disiplin dan Berhati-Hati Saat Melintas di Perlintasan Kereta Api
Gubernur Imbau Masyarakat Lebih Disiplin dan Berhati-Hati Saat Melintas di Perlintasan Kereta Api
Gubernur Imbau Masyarakat Lebih Disiplin dan Berhati-Hati Saat Melintas di Perlintasan Kereta Api

Foto : Sigit (Humas Jateng)

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menyampaikan ucapan belasungkawa atas peristiwa kecelakaan yang terjadi di perlintasan kereta api Jalan Kokrosono, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang pada Senin, 20 Juni 2026.

Peristiwa tersebut menyebabkan seorang siswa sekolah dasar meninggal dunia, sementara dua korban lainnya menjalani perawatan intensif di RSUP Dr. Kariadi Semarang.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.00 WIB, ketika sepeda motor Honda Supra yang ditumpangi tiga orang melintas di perlintasan kereta api. Sepeda motor tersebut kemudian tertabrak kereta barang yang melaju dari arah barat menuju timur.

Korban meninggal berinisial HRA (9), warga Kaliasin, Kecamatan Semarang Utara. Dua korban lainnya, yakni ZIA (12) dan Rujito (45), mengalami luka pada bagian kepala dan saat ini sedang menjalani perawatan medis.

“Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya, atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan seluruh jajaran,” ucap Gubernur.

Ia menyampaikan, peristiwa tersebut sangat mengetuk hati, terlebih terjadi saat anak-anak hendak berangkat sekolah pada awal tahun ajaran baru.

“Kita doakan yang sudah mendahului husnul khatimah. Kemudian yang masih dirawat semoga segera dipulihkan,” ujarnya.

Selain menyampaikan ucapan belasungkawa, Gubernur menyerahkan bantuan dan memastikan Dinas Kesehatan berkoordinasi dengan rumah sakit terkait dengan perawatan dua korban yang masih dirawat.

“Rumah sakit saya perintahkan untuk membantu penuh. Nanti Dinas Kesehatan berkoordinasi agar penderitaan keluarga itu dapat diringankan,” tegasnya.

Berdasarkan keterangan kepolisian, petugas penjaga perlintasan telah menutup palang pintu dan memberikan peringatan kepada pengendara. Namun, pengendara sepeda motor tetap melintasi rel kereta. Akibatnya, bagian belakang kendaraan tertabrak kereta.

Tabrakan tersebut membuat ketiga korban dan sepeda motor terpental hingga ke pembatas jalan. Saat dievakuasi, para korban dalam kondisi tidak sadarkan diri dan kemudian dibawa ke RSUP Dr. Kariadi Semarang.

Gubernur menyampaikan, peristiwa tersebut menjadi pelajaran bersama agar masyarakat lebih disiplin dan berhati-hati saat melintas di perlintasan kereta api. Masyarakat diminta tidak menerobos, ketika petugas telah memberikan peringatan maupun ketika sirene perlintasan berbunyi.

“Apabila sudah ada tanda-tanda dari petugas, apalagi bunyi peringatan, palang pintu belum turun pun harus berhenti,” katanya.

Ia mengingatkan, kecepatan dan jarak kereta api sulit diperkirakan oleh para pengendara. Oleh karena itu, kepatuhan terhadap rambu dan arahan petugas menjadi hal penting untuk mencegah kecelakaan serupa.

“Ini menjadi perhatian kita agar tidak terulang kembali,” pungkasnya.


Bagikan :

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menyampaikan ucapan belasungkawa atas peristiwa kecelakaan yang terjadi di perlintasan kereta api Jalan Kokrosono, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang pada Senin, 20 Juni 2026.

Peristiwa tersebut menyebabkan seorang siswa sekolah dasar meninggal dunia, sementara dua korban lainnya menjalani perawatan intensif di RSUP Dr. Kariadi Semarang.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.00 WIB, ketika sepeda motor Honda Supra yang ditumpangi tiga orang melintas di perlintasan kereta api. Sepeda motor tersebut kemudian tertabrak kereta barang yang melaju dari arah barat menuju timur.

Korban meninggal berinisial HRA (9), warga Kaliasin, Kecamatan Semarang Utara. Dua korban lainnya, yakni ZIA (12) dan Rujito (45), mengalami luka pada bagian kepala dan saat ini sedang menjalani perawatan medis.

“Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya, atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan seluruh jajaran,” ucap Gubernur.

Ia menyampaikan, peristiwa tersebut sangat mengetuk hati, terlebih terjadi saat anak-anak hendak berangkat sekolah pada awal tahun ajaran baru.

“Kita doakan yang sudah mendahului husnul khatimah. Kemudian yang masih dirawat semoga segera dipulihkan,” ujarnya.

Selain menyampaikan ucapan belasungkawa, Gubernur menyerahkan bantuan dan memastikan Dinas Kesehatan berkoordinasi dengan rumah sakit terkait dengan perawatan dua korban yang masih dirawat.

“Rumah sakit saya perintahkan untuk membantu penuh. Nanti Dinas Kesehatan berkoordinasi agar penderitaan keluarga itu dapat diringankan,” tegasnya.

Berdasarkan keterangan kepolisian, petugas penjaga perlintasan telah menutup palang pintu dan memberikan peringatan kepada pengendara. Namun, pengendara sepeda motor tetap melintasi rel kereta. Akibatnya, bagian belakang kendaraan tertabrak kereta.

Tabrakan tersebut membuat ketiga korban dan sepeda motor terpental hingga ke pembatas jalan. Saat dievakuasi, para korban dalam kondisi tidak sadarkan diri dan kemudian dibawa ke RSUP Dr. Kariadi Semarang.

Gubernur menyampaikan, peristiwa tersebut menjadi pelajaran bersama agar masyarakat lebih disiplin dan berhati-hati saat melintas di perlintasan kereta api. Masyarakat diminta tidak menerobos, ketika petugas telah memberikan peringatan maupun ketika sirene perlintasan berbunyi.

“Apabila sudah ada tanda-tanda dari petugas, apalagi bunyi peringatan, palang pintu belum turun pun harus berhenti,” katanya.

Ia mengingatkan, kecepatan dan jarak kereta api sulit diperkirakan oleh para pengendara. Oleh karena itu, kepatuhan terhadap rambu dan arahan petugas menjadi hal penting untuk mencegah kecelakaan serupa.

“Ini menjadi perhatian kita agar tidak terulang kembali,” pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu