Follow Us :              

Gencarkan Penambahan Kawasan Industri Baru, Gubernur Gaet Investor Singapura

  21 July 2026  |   19:00:00  |   dibaca : 204 
Kategori :
Bagikan :

Gencarkan Penambahan Kawasan Industri Baru, Gubernur Gaet Investor Singapura

21 July 2026 | 19:00:00 | dibaca : 204
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Gencarkan Penambahan Kawasan Industri Baru, Gubernur Gaet Investor Singapura
Gencarkan Penambahan Kawasan Industri Baru, Gubernur Gaet Investor Singapura
Gencarkan Penambahan Kawasan Industri Baru, Gubernur Gaet Investor Singapura
Gencarkan Penambahan Kawasan Industri Baru, Gubernur Gaet Investor Singapura
Gencarkan Penambahan Kawasan Industri Baru, Gubernur Gaet Investor Singapura

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menawarkan potensi penambahan kawasan industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) baru di wilayahnya untuk mendongkrak sektor investasi.  

Langkah tersebut dibahas langsung bersama Chief Operating Officer (COO) Sembcorp Industries, Gareth Wong, dalam pertemuan strategis di Kota Semarang pada Selasa, 21 Juli 2026. 

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengatakan pertemuan antara Gubernur Jateng  dengan jajaran perusahaan ini bertujuan untuk menjajaki penguatan kerja sama Pemprov Jateng dengan perusahaan asal Singapura tersebut. Beberapa hal yang dibahas, antara lain terkait peluang investasi penambahan kawasan industri atau kawasan ekonomi khusus baru di Jateng.

"Sembcorp Industries ini pengelola dari KEK Kendal dan Jababeka. Karena sudah berjalan lancar untuk KEK Kendal, kami berharap akan ada kawasan industri lagi yang dibangun oleh Sembcorp di Jawa Tengah. Gubernur juga menyambut dengan baik dan sudah menawarkan potensi kawasan industri baru," kata Sakina.  

Menurutnya, keberadaan kawasan industri menjadi magnet para investor untuk menanamkan modalnya di Jawa Tengah. Sesuai instruksi Gubernur Jateng, pendataan kabupaten/kota yang memenuhi persyaratan untuk mengajukan kawasan industri atau ekonomi khusus baru sudah dilakukan. Salah satu syaratnya adalah memiliki lahan dengan luas minimal 50 hektare. Kajian-kajian juga sudah disusun, termasuk dalam bentuk investment project ready to over atau proyek yang siap ditawarkan kepada investor.

"Saat ini sudah ada 6 lokasi peruntukan industri yang akan menjadi kawasan industri. Bahkan, sudah ada pendekatan atau _sounding_ kepeminatan dari investor," ucap Ka DPMPTSP Jateng. 

Sementara itu, COO Sembcorp Industries, Gareth Wong, mengatakan bahwa peluang lahirnya kawasan industri baru di Jateng sangat besar. Sembcorp Industries yang sudah memiliki 26 kawasan industri di Vietnam dan Singapura tersebut ingin melebarkan sayapnya di Indonesia.

"Kami ingin membuat poros Vietnam, Singapura, dan Indonesia. Jawa Tengah sangat menarik menjadi bagian dari itu," katanya.

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan pada Agustus 2025. Saat itu, Gareth Wong menemui Gubernur untuk menyampaikan rencana pengembangan KEK Kendal. Rencana tersebut sudah masuk dalam tahap realisasi perluasan kawasan dan perusahaan baru.

Berdasarkan data, akumulasi investasi di KEK Kendal telah mencapai Rp187,05 triliun hingga akhir 2025. Sementara hingga Juli 2026, realisasi investasi di kawasan tersebut sudah mencapai sekitar Rp6 triliun dari target sekitar Rp9 triliun. Dampak paling penting adalah kawasan tersebut telah menciptakan lapangan kerja bagi hampir 118 ribu tenaga kerja hingga Triwulan I-2026, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal yang mencapai sekitar 9% atau menjadi yang tertinggi di Jateng.

Menurut Gareth, potensi pengembangan industri di Jateng masih cukup besar. Rencana Pemprov Jateng yang akan memperluas dan menambah kawasan industri dinilai merupakan strategi positif yang akan memberikan dampak baik bagi pertumbuhan ekonomi dan masa depan Jawa Tengah. 

"Ada banyak area. Jadi Indonesia, khususnya Jawa Tengah akan sangat menarik di masa depan. Kami masih melihat Indonesia sebagai daerah yang sangat kuat," ucapnya.

Sebagai informasi, Sembcorp Industries adalah perusahaan yang berpusat di Singapura dan telah menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sejak tahun 2016. Sampai saat ini, kerja sama antara Sembcorp Industries dan Jawa Tengah berfokus pada pengembangan industri, energi, dan kawasan berkelanjutan, khususnya terkait dengan pengelolaan KEK Kendal.


Bagikan :

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menawarkan potensi penambahan kawasan industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) baru di wilayahnya untuk mendongkrak sektor investasi.  

Langkah tersebut dibahas langsung bersama Chief Operating Officer (COO) Sembcorp Industries, Gareth Wong, dalam pertemuan strategis di Kota Semarang pada Selasa, 21 Juli 2026. 

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengatakan pertemuan antara Gubernur Jateng  dengan jajaran perusahaan ini bertujuan untuk menjajaki penguatan kerja sama Pemprov Jateng dengan perusahaan asal Singapura tersebut. Beberapa hal yang dibahas, antara lain terkait peluang investasi penambahan kawasan industri atau kawasan ekonomi khusus baru di Jateng.

"Sembcorp Industries ini pengelola dari KEK Kendal dan Jababeka. Karena sudah berjalan lancar untuk KEK Kendal, kami berharap akan ada kawasan industri lagi yang dibangun oleh Sembcorp di Jawa Tengah. Gubernur juga menyambut dengan baik dan sudah menawarkan potensi kawasan industri baru," kata Sakina.  

Menurutnya, keberadaan kawasan industri menjadi magnet para investor untuk menanamkan modalnya di Jawa Tengah. Sesuai instruksi Gubernur Jateng, pendataan kabupaten/kota yang memenuhi persyaratan untuk mengajukan kawasan industri atau ekonomi khusus baru sudah dilakukan. Salah satu syaratnya adalah memiliki lahan dengan luas minimal 50 hektare. Kajian-kajian juga sudah disusun, termasuk dalam bentuk investment project ready to over atau proyek yang siap ditawarkan kepada investor.

"Saat ini sudah ada 6 lokasi peruntukan industri yang akan menjadi kawasan industri. Bahkan, sudah ada pendekatan atau _sounding_ kepeminatan dari investor," ucap Ka DPMPTSP Jateng. 

Sementara itu, COO Sembcorp Industries, Gareth Wong, mengatakan bahwa peluang lahirnya kawasan industri baru di Jateng sangat besar. Sembcorp Industries yang sudah memiliki 26 kawasan industri di Vietnam dan Singapura tersebut ingin melebarkan sayapnya di Indonesia.

"Kami ingin membuat poros Vietnam, Singapura, dan Indonesia. Jawa Tengah sangat menarik menjadi bagian dari itu," katanya.

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan pada Agustus 2025. Saat itu, Gareth Wong menemui Gubernur untuk menyampaikan rencana pengembangan KEK Kendal. Rencana tersebut sudah masuk dalam tahap realisasi perluasan kawasan dan perusahaan baru.

Berdasarkan data, akumulasi investasi di KEK Kendal telah mencapai Rp187,05 triliun hingga akhir 2025. Sementara hingga Juli 2026, realisasi investasi di kawasan tersebut sudah mencapai sekitar Rp6 triliun dari target sekitar Rp9 triliun. Dampak paling penting adalah kawasan tersebut telah menciptakan lapangan kerja bagi hampir 118 ribu tenaga kerja hingga Triwulan I-2026, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal yang mencapai sekitar 9% atau menjadi yang tertinggi di Jateng.

Menurut Gareth, potensi pengembangan industri di Jateng masih cukup besar. Rencana Pemprov Jateng yang akan memperluas dan menambah kawasan industri dinilai merupakan strategi positif yang akan memberikan dampak baik bagi pertumbuhan ekonomi dan masa depan Jawa Tengah. 

"Ada banyak area. Jadi Indonesia, khususnya Jawa Tengah akan sangat menarik di masa depan. Kami masih melihat Indonesia sebagai daerah yang sangat kuat," ucapnya.

Sebagai informasi, Sembcorp Industries adalah perusahaan yang berpusat di Singapura dan telah menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sejak tahun 2016. Sampai saat ini, kerja sama antara Sembcorp Industries dan Jawa Tengah berfokus pada pengembangan industri, energi, dan kawasan berkelanjutan, khususnya terkait dengan pengelolaan KEK Kendal.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu