Follow Us :              

Jawa Tengah Catat Realisasi Kredit Perumahan Tertinggi se-Indonesia, Nilainya Capai Rp4,96 Triliun

  30 July 2026  |   12:30:00  |   dibaca : 391 
Kategori :
Bagikan :

Jawa Tengah Catat Realisasi Kredit Perumahan Tertinggi se-Indonesia, Nilainya Capai Rp4,96 Triliun

30 July 2026 | 12:30:00 | dibaca : 391
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Jawa Tengah Catat Realisasi Kredit Perumahan Tertinggi se-Indonesia, Nilainya Capai Rp4,96 Triliun
Jawa Tengah Catat Realisasi Kredit Perumahan Tertinggi se-Indonesia, Nilainya Capai Rp4,96 Triliun
Jawa Tengah Catat Realisasi Kredit Perumahan Tertinggi se-Indonesia, Nilainya Capai Rp4,96 Triliun
Jawa Tengah Catat Realisasi Kredit Perumahan Tertinggi se-Indonesia, Nilainya Capai Rp4,96 Triliun
Jawa Tengah Catat Realisasi Kredit Perumahan Tertinggi se-Indonesia, Nilainya Capai Rp4,96 Triliun

Foto : Fajar (Humas Jateng)

BATANG — Provinsi Jawa Tengah menjadi daerah dengan realisasi Kredit Program Perumahan (KUR Perumahan) tertinggi di Indonesia. Capaian ini menunjukkan komitmen Jawa Tengah dalam mendukung program 3 Juta Rumah yang digulirkan oleh pemerintah pusat. 

Hal itu disampaikan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Maruarar Sirait, dalam acara Akad Massal 62.710 Unit KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan di Perumahan Puri Delta City Side, Desa Siwatu, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang pada Kamis, 30 Juli 2026. 

Acara tersebut dihadiri oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, beserta jajaran menterinya, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K.; Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi; dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Berdasarkan data dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), total realisasi Kredit Program Perumahan (KUR Perumahan) di Jawa Tengah per 29 Juli 2026, mencapai Rp4,96 triliun dengan total 28.275 debitur. Jumlah tersebut merupakan total penyaluran kredit perumahan oleh bank himbara, bank pembangunan daerah, dan bank swasta.

"Untuk lima provinsi paling tinggi, juaranya nomor satu Provinsi Jawa Tengah, terima kasih Pak Gubernur. Nomor dua Jawa Timur, nomor tiga Jawa Barat, nomor empat Sulawesi Selatan, nomor lima Bali," ucap Menteri PKP. 

Ia menyampaikan, bank himbara dengan realisasi penyaluran Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Subsidi tertinggi adalah Bank Tabungan Negara (BTN), sementara KUR Perumahan paling tinggi adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan bank swasta dengan realisasi tertinggi adalah Bank Nobu.

"Untuk Bank Pembangunan Daerah, penyalur terbesar (adalah) Bank Jateng," katanya.

Pada kesempatan itu, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengatakan capaian tersebut merupakan kebanggaan bersama. Program kredit perumahan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kurang mampu, terutama masyarakat yang tergolong desil 1, 2, 3, dan 4. Hal ini sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam memfasilitasi masyarakat untuk memiliki rumah layak huni.

"Pak Presiden dan Menteri PKP mengapresiasi KUR Perumahan di Jateng.  Bank Jateng juga diapresiasi, karena (menjadi penyalur kredit perumahan) tertinggi di Indonesia. Ini memang menjadi prioritas kita bersama, termasuk Bank Jateng salah satu bank untuk KUR UMKM," katanya.

Sementara itu, Direktur Dana Jasa dan UMKM Bank Jateng, Anna Kusumarita, menjelaskan bahwa kredit perumahan atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) memang ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Profesinya bermacam-macam, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), wiraswasta, pegawai swasta, maupun pekerja informal.

Ia mengatakan, kredit perumahan di Bank Jateng cukup terjangkau. Bunganya sebesar 5% per tahun, kemudian juga mendapatkan subsidi sebesar Rp4 juta, sudah termasuk bebas biaya Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dengan jangka waktu pembayaran cicilan 15–20 tahun. 

“Ini untuk calon debitur berpenghasilan di bawah Rp8 juta," katanya.

Anna menjelaskan, khusus FLPP tahun 2026, Bank Jateng sudah menyalurkan kepada 663 debitur dengan nilai sekitar Rp104 miliar, per tanggal 27 Juli. Penyaluran ini dilakukan melalui Bank Jateng konvensional maupun Bank Jateng Syariah. Program tersebut sejalan dengan arahan dari Gubernur Jateng untuk mendukung program 3 Juta Rumah dari pemerintah pusat.

"Jawa Tengah sendiri, khususnya Bank Jateng juga didorong untuk melaksanakan program ini. Pak Gubernur sangat antusias dan beberapa kali juga mengadakan acara akad massal bersama Bank Jateng untuk akad massal KPR FLPP," jelasnya.


Bagikan :

BATANG — Provinsi Jawa Tengah menjadi daerah dengan realisasi Kredit Program Perumahan (KUR Perumahan) tertinggi di Indonesia. Capaian ini menunjukkan komitmen Jawa Tengah dalam mendukung program 3 Juta Rumah yang digulirkan oleh pemerintah pusat. 

Hal itu disampaikan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Maruarar Sirait, dalam acara Akad Massal 62.710 Unit KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan di Perumahan Puri Delta City Side, Desa Siwatu, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang pada Kamis, 30 Juli 2026. 

Acara tersebut dihadiri oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, beserta jajaran menterinya, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K.; Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi; dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Berdasarkan data dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), total realisasi Kredit Program Perumahan (KUR Perumahan) di Jawa Tengah per 29 Juli 2026, mencapai Rp4,96 triliun dengan total 28.275 debitur. Jumlah tersebut merupakan total penyaluran kredit perumahan oleh bank himbara, bank pembangunan daerah, dan bank swasta.

"Untuk lima provinsi paling tinggi, juaranya nomor satu Provinsi Jawa Tengah, terima kasih Pak Gubernur. Nomor dua Jawa Timur, nomor tiga Jawa Barat, nomor empat Sulawesi Selatan, nomor lima Bali," ucap Menteri PKP. 

Ia menyampaikan, bank himbara dengan realisasi penyaluran Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Subsidi tertinggi adalah Bank Tabungan Negara (BTN), sementara KUR Perumahan paling tinggi adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan bank swasta dengan realisasi tertinggi adalah Bank Nobu.

"Untuk Bank Pembangunan Daerah, penyalur terbesar (adalah) Bank Jateng," katanya.

Pada kesempatan itu, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengatakan capaian tersebut merupakan kebanggaan bersama. Program kredit perumahan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kurang mampu, terutama masyarakat yang tergolong desil 1, 2, 3, dan 4. Hal ini sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam memfasilitasi masyarakat untuk memiliki rumah layak huni.

"Pak Presiden dan Menteri PKP mengapresiasi KUR Perumahan di Jateng.  Bank Jateng juga diapresiasi, karena (menjadi penyalur kredit perumahan) tertinggi di Indonesia. Ini memang menjadi prioritas kita bersama, termasuk Bank Jateng salah satu bank untuk KUR UMKM," katanya.

Sementara itu, Direktur Dana Jasa dan UMKM Bank Jateng, Anna Kusumarita, menjelaskan bahwa kredit perumahan atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) memang ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Profesinya bermacam-macam, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), wiraswasta, pegawai swasta, maupun pekerja informal.

Ia mengatakan, kredit perumahan di Bank Jateng cukup terjangkau. Bunganya sebesar 5% per tahun, kemudian juga mendapatkan subsidi sebesar Rp4 juta, sudah termasuk bebas biaya Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dengan jangka waktu pembayaran cicilan 15–20 tahun. 

“Ini untuk calon debitur berpenghasilan di bawah Rp8 juta," katanya.

Anna menjelaskan, khusus FLPP tahun 2026, Bank Jateng sudah menyalurkan kepada 663 debitur dengan nilai sekitar Rp104 miliar, per tanggal 27 Juli. Penyaluran ini dilakukan melalui Bank Jateng konvensional maupun Bank Jateng Syariah. Program tersebut sejalan dengan arahan dari Gubernur Jateng untuk mendukung program 3 Juta Rumah dari pemerintah pusat.

"Jawa Tengah sendiri, khususnya Bank Jateng juga didorong untuk melaksanakan program ini. Pak Gubernur sangat antusias dan beberapa kali juga mengadakan acara akad massal bersama Bank Jateng untuk akad massal KPR FLPP," jelasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu