Foto : Adit (Humas Jateng)
Foto : Adit (Humas Jateng)
SEMARANG — Gelaran Pameran UMKM dalam rangka Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah diramaikan oleh 15.159 orang pengunjung, dengan total transaksi mencapai Rp1,165 miliar.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 20-22 Agustus 2026 di Halaman Kantor Gubernur dan DPRD Jateng itu bukan hanya diukur dari jumlah pengunjung maupun nilai transaksinya, melainkan didorong agar ada peningkatan kelas dan jangkauan pasar produk UMKM.
Hal itu disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat menutup Pameran Program dan UMKM HUT ke-81 Provinsi Jawa Tengah, di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
Wagub berharap, event tersebut mampu meningkatkan potensi masing-masing UMKM untuk memasarkan produknya ke pasar yang lebih luas.
“Ada salah satu pelaku UMKM jamu yang menyampaikan kepada kami, akan melakukan MoU (penandatanganan kerja sama) dengan Malaysia,” ujarnya.
Ia menilai, capaian ini menjadi bukti bahwa pameran dapat menjadi sarana bagi pelaku usaha untuk meningkatkan skala bisnisnya. UMKM yang sebelumnya hanya menjangkau pasar kabupaten/kota, dapat berkembang ke tingkat nasional bahkan internasional.
“Artinya kita mengantarkan para pelaku UMKM kita yang skala kecil menjadi menengah, menengah menjadi besar. Yang awalnya hanya di sekitar kabupaten/kota, lompatannya bukan hanya di tingkat provinsi, tetapi sampai ke luar negeri,” ucap Wagub.
Ia berharap, penyelenggaraan pameran UMKM di tahun depan menjadi semakin menarik, tidak hanya agar bisa menarik para pengunjung, tetapi juga mendorong masyarakat untuk berbelanja produk UMKM.
“Bagaimanapun juga, ini bagian dari menyejahterakan UMKM, menyejahterakan masyarakat Jawa Tengah, dan bagian dari pengentasan kemiskinan,” ujarnya.
Wagub menilai, penguatan UMKM menjadi hal yang sangat penting, karena sektor tersebut terbukti mampu menopang perekonomian dalam menghadapi berbagai krisis, termasuk krisis moneter dan pandemi covid-19.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Pemprov Jateng juga menghasilkan kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Kerja sama ini diharapkan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk UMKM sekaligus membantu meningkatkan omzet penjualan.
Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, Desy Arijani, mengatakan, pameran ini dirancang dengan konsep zonasi, meliputi zona Dekranasda Expo, zona kuliner dan jamu, zona program, zona tematik UMKM binaan Bank Jateng, serta zona mobil pelayanan.
Pameran tersebut diikuti 221 stan, yang terdiri dari 35 stan zona Dekranassa Expo, 50 stan zona komersial dan jamu, 110 stan zona program, 20 stan zona tematik UMKM binaan Bank Jateng, serta 6 unit mobil pelayanan dari organisasi perangkat daerah (OPD) teknis.
Selama tiga hari pelaksanaannya, berbagai kegiatan pendukung turut digelar untuk menarik minat masyarakat, di antaranya lomba memasak ikan bagi siswa SMK, job fair yang melibatkan puluhan perusahaan pencari tenaga kerja, lomba mural tingkat SMA sederajat, lomba menggambar tingkat SD sederajat, lomba stan terbaik, hiburan musik, hingga nonton bareng film-film lawas setiap malam.
Desy berharap, kegiatan tersebut dapat menjadi momentum strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di sektor UMKM.
“Kami berharap kegiatan pameran ini dapat menjadi momentum strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya sektor UMKM, serta mempererat kolaborasi antara instansi, pelaku usaha, dan masyarakat Jawa Tengah,” katanya.
Pada acara penutupan, panitia juga mengumumkan para pemenang lomba sebagai bentuk apresiasi terhadap peserta yang telah menampilkan kreativitas dan inovasi selama pameran.
SEMARANG — Gelaran Pameran UMKM dalam rangka Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah diramaikan oleh 15.159 orang pengunjung, dengan total transaksi mencapai Rp1,165 miliar.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 20-22 Agustus 2026 di Halaman Kantor Gubernur dan DPRD Jateng itu bukan hanya diukur dari jumlah pengunjung maupun nilai transaksinya, melainkan didorong agar ada peningkatan kelas dan jangkauan pasar produk UMKM.
Hal itu disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat menutup Pameran Program dan UMKM HUT ke-81 Provinsi Jawa Tengah, di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
Wagub berharap, event tersebut mampu meningkatkan potensi masing-masing UMKM untuk memasarkan produknya ke pasar yang lebih luas.
“Ada salah satu pelaku UMKM jamu yang menyampaikan kepada kami, akan melakukan MoU (penandatanganan kerja sama) dengan Malaysia,” ujarnya.
Ia menilai, capaian ini menjadi bukti bahwa pameran dapat menjadi sarana bagi pelaku usaha untuk meningkatkan skala bisnisnya. UMKM yang sebelumnya hanya menjangkau pasar kabupaten/kota, dapat berkembang ke tingkat nasional bahkan internasional.
“Artinya kita mengantarkan para pelaku UMKM kita yang skala kecil menjadi menengah, menengah menjadi besar. Yang awalnya hanya di sekitar kabupaten/kota, lompatannya bukan hanya di tingkat provinsi, tetapi sampai ke luar negeri,” ucap Wagub.
Ia berharap, penyelenggaraan pameran UMKM di tahun depan menjadi semakin menarik, tidak hanya agar bisa menarik para pengunjung, tetapi juga mendorong masyarakat untuk berbelanja produk UMKM.
“Bagaimanapun juga, ini bagian dari menyejahterakan UMKM, menyejahterakan masyarakat Jawa Tengah, dan bagian dari pengentasan kemiskinan,” ujarnya.
Wagub menilai, penguatan UMKM menjadi hal yang sangat penting, karena sektor tersebut terbukti mampu menopang perekonomian dalam menghadapi berbagai krisis, termasuk krisis moneter dan pandemi covid-19.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Pemprov Jateng juga menghasilkan kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Kerja sama ini diharapkan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk UMKM sekaligus membantu meningkatkan omzet penjualan.
Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, Desy Arijani, mengatakan, pameran ini dirancang dengan konsep zonasi, meliputi zona Dekranasda Expo, zona kuliner dan jamu, zona program, zona tematik UMKM binaan Bank Jateng, serta zona mobil pelayanan.
Pameran tersebut diikuti 221 stan, yang terdiri dari 35 stan zona Dekranassa Expo, 50 stan zona komersial dan jamu, 110 stan zona program, 20 stan zona tematik UMKM binaan Bank Jateng, serta 6 unit mobil pelayanan dari organisasi perangkat daerah (OPD) teknis.
Selama tiga hari pelaksanaannya, berbagai kegiatan pendukung turut digelar untuk menarik minat masyarakat, di antaranya lomba memasak ikan bagi siswa SMK, job fair yang melibatkan puluhan perusahaan pencari tenaga kerja, lomba mural tingkat SMA sederajat, lomba menggambar tingkat SD sederajat, lomba stan terbaik, hiburan musik, hingga nonton bareng film-film lawas setiap malam.
Desy berharap, kegiatan tersebut dapat menjadi momentum strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di sektor UMKM.
“Kami berharap kegiatan pameran ini dapat menjadi momentum strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya sektor UMKM, serta mempererat kolaborasi antara instansi, pelaku usaha, dan masyarakat Jawa Tengah,” katanya.
Pada acara penutupan, panitia juga mengumumkan para pemenang lomba sebagai bentuk apresiasi terhadap peserta yang telah menampilkan kreativitas dan inovasi selama pameran.
Berita Terbaru