Follow Us :              

Hari Jadi ke-81 Jateng: Ribuan Jemaah Hadiri Jateng Bersholawat Doakan Korban Bencana di Berbagai Daerah di Indonesia

  23 August 2026  |   20:00:00  |   dibaca : 225 
Kategori :
Bagikan :

Hari Jadi ke-81 Jateng: Ribuan Jemaah Hadiri Jateng Bersholawat Doakan Korban Bencana di Berbagai Daerah di Indonesia

23 August 2026 | 20:00:00 | dibaca : 225
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Hari Jadi ke-81 Jateng: Ribuan Jemaah Hadiri Jateng Bersholawat Doakan Korban Bencana di Berbagai Daerah di Indonesia
Hari Jadi ke-81 Jateng: Ribuan Jemaah Hadiri Jateng Bersholawat Doakan Korban Bencana di Berbagai Daerah di Indonesia
Hari Jadi ke-81 Jateng: Ribuan Jemaah Hadiri Jateng Bersholawat Doakan Korban Bencana di Berbagai Daerah di Indonesia
Hari Jadi ke-81 Jateng: Ribuan Jemaah Hadiri Jateng Bersholawat Doakan Korban Bencana di Berbagai Daerah di Indonesia
Hari Jadi ke-81 Jateng: Ribuan Jemaah Hadiri Jateng Bersholawat Doakan Korban Bencana di Berbagai Daerah di Indonesia

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG - Ribuan warga memadati Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah dalam gelaran Jateng Bersholawat pada Minggu malam, 23 Agustus 2026. 

Selain menandai puncak peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jateng dan Maulid Nabi Muhammad saw. 1448 H, acara ini juga menjadi panggung solidaritas untuk memanjatkan doa bersama bagi korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan, dan berbagai wilayah di Indonesia.

"Semoga saudara-saudara kita dikuatkan dan segera recovery (pulih) dari bencana, termasuk Jawa Tengah agar dijauhkan dari bencana," ucap Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., saat memberikan sambutan. 

Melalui gelaran Jateng Bersholawat, Gubernur kembali mengajak seluruh masyarakat bersama-sama memanjatkan doa untuk kesejahteraan dan keamanan Jateng, sekaligus berdoa untuk masyarakat yang tertimpa musibah di berbagai  daerah di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak masyarakat untuk bergotong royong membangun Jateng. Ia mengatakan bahwa membangun provinsi ini tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus dilakukan bersama-sama. 

Gubernur mengakui, selama 1,6 tahun memimpin Jawa Tengah bersama Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, untuk meneruskan kerja-kerja 15 gubernur terdahulu.

Maka dari itu, ia membuka pintu selebar-lebarnya atas saran dan kritik dari masyarakat yang akan dijadikan sebagai pelecut untuk pembangunan Jawa Tengah ke depannya.

Mubalig dalam acara Jateng Bersholawat, Ustaz Wijayanto, mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang memperingati ulang tahun dengan selawatan. 

“Tema besarnya juga luar biasa, gumregut nyawiji, artinya dari Jawa Tengah kita bersatu untuk membangun Indonesia dan Jawa Tengah yang berkeadaban," ucapnya. 

Hal senada disampaikan oleh Habib Ali Zainal Abidin Assegaf disela-sela memimpin selawatan. Ia menyampaikan, berselawat bersama artinya kita berupaya untuk meneladani sifat Rasulullah yang juga mengajarkan tentang persatuan dan peduli kepada sesama.

"Dengan berselawat, kita berdoa untuk Jawa Tengah semoga masyarakatnya guyub rukun, damai, aman, dan sejahtera. Semoga apa yang belum tercapai di bawah kepemimpinan Pak Luthfi dan Gus Yasin, bisa dimudahkan dan dilancarkan. Kita juga berdoa untuk saudara kita di NTT dan seluruh daerah di Indonesia," ujarnya.


Bagikan :

SEMARANG - Ribuan warga memadati Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah dalam gelaran Jateng Bersholawat pada Minggu malam, 23 Agustus 2026. 

Selain menandai puncak peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jateng dan Maulid Nabi Muhammad saw. 1448 H, acara ini juga menjadi panggung solidaritas untuk memanjatkan doa bersama bagi korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan, dan berbagai wilayah di Indonesia.

"Semoga saudara-saudara kita dikuatkan dan segera recovery (pulih) dari bencana, termasuk Jawa Tengah agar dijauhkan dari bencana," ucap Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., saat memberikan sambutan. 

Melalui gelaran Jateng Bersholawat, Gubernur kembali mengajak seluruh masyarakat bersama-sama memanjatkan doa untuk kesejahteraan dan keamanan Jateng, sekaligus berdoa untuk masyarakat yang tertimpa musibah di berbagai  daerah di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak masyarakat untuk bergotong royong membangun Jateng. Ia mengatakan bahwa membangun provinsi ini tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus dilakukan bersama-sama. 

Gubernur mengakui, selama 1,6 tahun memimpin Jawa Tengah bersama Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, untuk meneruskan kerja-kerja 15 gubernur terdahulu.

Maka dari itu, ia membuka pintu selebar-lebarnya atas saran dan kritik dari masyarakat yang akan dijadikan sebagai pelecut untuk pembangunan Jawa Tengah ke depannya.

Mubalig dalam acara Jateng Bersholawat, Ustaz Wijayanto, mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang memperingati ulang tahun dengan selawatan. 

“Tema besarnya juga luar biasa, gumregut nyawiji, artinya dari Jawa Tengah kita bersatu untuk membangun Indonesia dan Jawa Tengah yang berkeadaban," ucapnya. 

Hal senada disampaikan oleh Habib Ali Zainal Abidin Assegaf disela-sela memimpin selawatan. Ia menyampaikan, berselawat bersama artinya kita berupaya untuk meneladani sifat Rasulullah yang juga mengajarkan tentang persatuan dan peduli kepada sesama.

"Dengan berselawat, kita berdoa untuk Jawa Tengah semoga masyarakatnya guyub rukun, damai, aman, dan sejahtera. Semoga apa yang belum tercapai di bawah kepemimpinan Pak Luthfi dan Gus Yasin, bisa dimudahkan dan dilancarkan. Kita juga berdoa untuk saudara kita di NTT dan seluruh daerah di Indonesia," ujarnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu