Follow Us :              

Fokus Penuhi Kebutuhan Dasar Warga, Jateng Kembali Kirim Bantuan bagi Korban Gempa NTT

  31 August 2026  |   16:00:00  |   dibaca : 256 
Kategori :
Bagikan :

Fokus Penuhi Kebutuhan Dasar Warga, Jateng Kembali Kirim Bantuan bagi Korban Gempa NTT

31 August 2026 | 16:00:00 | dibaca : 256
Kategori :
Bagikan :

Foto : Adit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Fokus Penuhi Kebutuhan Dasar Warga, Jateng Kembali Kirim Bantuan bagi Korban Gempa NTT
Fokus Penuhi Kebutuhan Dasar Warga, Jateng Kembali Kirim Bantuan bagi Korban Gempa NTT
Fokus Penuhi Kebutuhan Dasar Warga, Jateng Kembali Kirim Bantuan bagi Korban Gempa NTT
Fokus Penuhi Kebutuhan Dasar Warga, Jateng Kembali Kirim Bantuan bagi Korban Gempa NTT
Fokus Penuhi Kebutuhan Dasar Warga, Jateng Kembali Kirim Bantuan bagi Korban Gempa NTT

Foto : Adit (Humas Jateng)

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menyalurkan bantuan untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada pengiriman tahap kedua ini, bantuan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pangan, sandang, serta kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengatakan bahwa pengumpulan bantuan kembali dilakukan atas arahan Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K. Hal ini menjadi bagian dari upaya Jateng untuk membantu warga NTT yang masih membutuhkan dukungan setelah terjadinya bencana.

“Jumlah bantuan yang dibutuhkan oleh masyarakat NTT masih besar. Sebagaimana arahan Bapak Gubernur, agar bisa membantu semaksimal mungkin,” ucapnya di Kota Semarang pada Senin, 31 Agustus 2026.

Ia mengatakan, bantuan tahap kedua ini berasal dari pemerintah kabupaten/kota di Jawa Tengah yang menitipkan donasinya melalui Pemprov Jateng. 

Selain itu, bantuan juga datang dari berbagai komunitas dan lembaga di Jateng, antara lain komunitas masyarakat Tionghoa, Koperasi Telogorejo, Indonesia Power, dan sejumlah komunitas lainnya. Ada pula masyarakat yang memilih tidak mencantumkan identitas dalam donasinya.

Bantuan yang terkumpul didominasi kebutuhan sehari-hari. Bantuan untuk kebutuhan pangan, di antaranya tersedia makanan siap saji, kornet, sarden, telur, biskuit, bubur bayi, dan susu bayi.

Sementara untuk kebutuhan sandang dan kebutuhan dasar lainnya, barang-barang dipersiapkan, meliputi popok bayi dan dewasa, pakaian baru, sarung, daster, pakaian dalam, serta perlengkapan mandi, seperti sabun dan sampo.

Kalakhar BPBD Jateng mengatakan, pemilihan jenis bantuan menyesuaikan kebutuhan riil masyarakat terdampak. Saat ditugaskan oleh Gubernur Jateng untuk berkoordinasi dengan Gubernur NTT, pihaknya mendapat gambaran bahwa kebutuhan pangan, terutama lauk-pauk, menjadi salah satu kebutuhan penting.

Rencananya, bantuan dari Jawa Tengah diberangkatkan menuju Jakarta pada Selasa (1/9/2026). Sekitar lima truk disiapkan untuk mengangkut seluruh bantuan menuju Pos Pendukung Logistik Nasional (Posduklognas) yang berlokasi di area Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. 

Dari Posduklognas, bantuan akan diteruskan menuju NTT melalui sistem distribusi logistik nasional. Mekanisme tersebut dipilih agar bantuan bisa lebih cepat sampai ke wilayah terdampak, sekaligus memastikan penyalurannya terkoordinasi dengan baik.

Kalakhar BPBD Jateng menjelaskan, Pemprov Jateng tidak menetapkan sendiri kabupaten tujuan akhir bantuan. Nantinya, distribusi bantuan menyesuaikan sistem yang telah disiapkan posko nasional di NTT.

Sejumlah wilayah di Pulau Flores yang terdampak cukup besar, antara lain Manggarai, Nagekeo, dan Manggarai Timur. Namun, distribusi akan disesuaikan dengan kebutuhan di seluruh wilayah terdampak.

“Di lokasi posko nasional di sana, sudah disediakan truk-truk distribusi yang siap dikirim ke semua daerah yang ada di Kepulauan Flores, NTT,” jelasnya.

Ia belum bisa memastikan apakah penggalangan donasi akan kembali dilakukan setelah tahap kedua. Terkait hal tersebut, Pemprov Jateng masih akan melihat perkembangan kebutuhan masyarakat di NTT.

“Semoga saja ini bisa selesai. Harapan kita masyarakat NTT bisa pulih kembali, bisa semangat kembali,” ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengatakan, dukungan bantuan dari Jawa Tengah tidak berhenti pada pengiriman tahap pertama. Ia sudah meminta Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno, dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk menyiapkan bantuan lanjutan.

“Pak Sekda dan Pak Wagub koordinasi dengan bupati dan wali kota lainnya, untuk kita merencanakan (bantuan) tahap kedua,” katanya beberapa waktu lalu. 

Pada gelaran Jateng Bersholawat pada Minggu malam, 23 Agustus 2026, Gubernur juga mengajak ribuan warga untuk memanjatkan doa bersama bagi korban bencana NTT.

"Semoga saudara-saudara kita dikuatkan dan segera recovery (pulih) dari bencana," ucapnya.


Bagikan :

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menyalurkan bantuan untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada pengiriman tahap kedua ini, bantuan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pangan, sandang, serta kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengatakan bahwa pengumpulan bantuan kembali dilakukan atas arahan Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K. Hal ini menjadi bagian dari upaya Jateng untuk membantu warga NTT yang masih membutuhkan dukungan setelah terjadinya bencana.

“Jumlah bantuan yang dibutuhkan oleh masyarakat NTT masih besar. Sebagaimana arahan Bapak Gubernur, agar bisa membantu semaksimal mungkin,” ucapnya di Kota Semarang pada Senin, 31 Agustus 2026.

Ia mengatakan, bantuan tahap kedua ini berasal dari pemerintah kabupaten/kota di Jawa Tengah yang menitipkan donasinya melalui Pemprov Jateng. 

Selain itu, bantuan juga datang dari berbagai komunitas dan lembaga di Jateng, antara lain komunitas masyarakat Tionghoa, Koperasi Telogorejo, Indonesia Power, dan sejumlah komunitas lainnya. Ada pula masyarakat yang memilih tidak mencantumkan identitas dalam donasinya.

Bantuan yang terkumpul didominasi kebutuhan sehari-hari. Bantuan untuk kebutuhan pangan, di antaranya tersedia makanan siap saji, kornet, sarden, telur, biskuit, bubur bayi, dan susu bayi.

Sementara untuk kebutuhan sandang dan kebutuhan dasar lainnya, barang-barang dipersiapkan, meliputi popok bayi dan dewasa, pakaian baru, sarung, daster, pakaian dalam, serta perlengkapan mandi, seperti sabun dan sampo.

Kalakhar BPBD Jateng mengatakan, pemilihan jenis bantuan menyesuaikan kebutuhan riil masyarakat terdampak. Saat ditugaskan oleh Gubernur Jateng untuk berkoordinasi dengan Gubernur NTT, pihaknya mendapat gambaran bahwa kebutuhan pangan, terutama lauk-pauk, menjadi salah satu kebutuhan penting.

Rencananya, bantuan dari Jawa Tengah diberangkatkan menuju Jakarta pada Selasa (1/9/2026). Sekitar lima truk disiapkan untuk mengangkut seluruh bantuan menuju Pos Pendukung Logistik Nasional (Posduklognas) yang berlokasi di area Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. 

Dari Posduklognas, bantuan akan diteruskan menuju NTT melalui sistem distribusi logistik nasional. Mekanisme tersebut dipilih agar bantuan bisa lebih cepat sampai ke wilayah terdampak, sekaligus memastikan penyalurannya terkoordinasi dengan baik.

Kalakhar BPBD Jateng menjelaskan, Pemprov Jateng tidak menetapkan sendiri kabupaten tujuan akhir bantuan. Nantinya, distribusi bantuan menyesuaikan sistem yang telah disiapkan posko nasional di NTT.

Sejumlah wilayah di Pulau Flores yang terdampak cukup besar, antara lain Manggarai, Nagekeo, dan Manggarai Timur. Namun, distribusi akan disesuaikan dengan kebutuhan di seluruh wilayah terdampak.

“Di lokasi posko nasional di sana, sudah disediakan truk-truk distribusi yang siap dikirim ke semua daerah yang ada di Kepulauan Flores, NTT,” jelasnya.

Ia belum bisa memastikan apakah penggalangan donasi akan kembali dilakukan setelah tahap kedua. Terkait hal tersebut, Pemprov Jateng masih akan melihat perkembangan kebutuhan masyarakat di NTT.

“Semoga saja ini bisa selesai. Harapan kita masyarakat NTT bisa pulih kembali, bisa semangat kembali,” ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengatakan, dukungan bantuan dari Jawa Tengah tidak berhenti pada pengiriman tahap pertama. Ia sudah meminta Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno, dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk menyiapkan bantuan lanjutan.

“Pak Sekda dan Pak Wagub koordinasi dengan bupati dan wali kota lainnya, untuk kita merencanakan (bantuan) tahap kedua,” katanya beberapa waktu lalu. 

Pada gelaran Jateng Bersholawat pada Minggu malam, 23 Agustus 2026, Gubernur juga mengajak ribuan warga untuk memanjatkan doa bersama bagi korban bencana NTT.

"Semoga saudara-saudara kita dikuatkan dan segera recovery (pulih) dari bencana," ucapnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu