Follow Us :              

Dongkrak Produksi Susu, Jateng Perkuat Pengembangan Sapi Perah dengan Teknologi Inseminasi Buatan

  04 September 2026  |   08:00:00  |   dibaca : 158 
Kategori :
Bagikan :

Dongkrak Produksi Susu, Jateng Perkuat Pengembangan Sapi Perah dengan Teknologi Inseminasi Buatan

04 September 2026 | 08:00:00 | dibaca : 158
Kategori :
Bagikan :

Foto : Mizan (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Dongkrak Produksi Susu, Jateng Perkuat Pengembangan Sapi Perah dengan Teknologi Inseminasi Buatan
Dongkrak Produksi Susu, Jateng Perkuat Pengembangan Sapi Perah dengan Teknologi Inseminasi Buatan
Dongkrak Produksi Susu, Jateng Perkuat Pengembangan Sapi Perah dengan Teknologi Inseminasi Buatan
Dongkrak Produksi Susu, Jateng Perkuat Pengembangan Sapi Perah dengan Teknologi Inseminasi Buatan
Dongkrak Produksi Susu, Jateng Perkuat Pengembangan Sapi Perah dengan Teknologi Inseminasi Buatan

Foto : Mizan (Humas Jateng)

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan berbagai upaya untuk mendongkrak produksi susu sapi di wilayahnya. Salah satunya melalui inovasi teknologi yang memungkinkan peternak mengarahkan jenis kelamin anak sapi melalui inseminasi buatan.

Inovasi tersebut menjadi salah satu upaya untuk mendukung pengembangan populasi sapi perah dan produksi susu di Jawa Tengah.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengatakan, teknologi tersebut menjadi salah satu terobosan penting dalam pengembangan peternakan di Jateng. Dengan teknologi itu, peternak dapat menyesuaikan kelahiran anak sapi dengan kebutuhan pengembangan ternaknya.

“Kalau masyarakat ingin sapinya betina, ya dicarakan (dibuat dengan cara inseminasi buatan) di sini. Kalau ingin sapinya menjadi pejantan, bisa. Artinya ini inovasi yang luar biasa. Populasinya bisa kita atur,” ucapnya saat menghadiri acara Jateng Livestock Fest 2026 di Halaman Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang pada Jumat, 4 September 2026. 

Menurutnya, teknologi ini penting untuk mendukung upaya Jawa Tengah menjadi salah satu sentra produksi susu. Saat ini, Jateng memberikan kontribusi sekitar 9,4% terhadap produksi susu nasional dan menempati peringkat ketiga secara nasional.

Maka dari itu, pengembangan populasi sapi perah perlu terus dilakukan untuk mendukung peningkatan potensi produksi susu di Jateng.

“Kita ingin Jawa Tengah ini menjadi sentra produsen susu,” ucap Wagub.

Pengembangan produksi susu juga dilakukan melalui penguatan sentra sapi perah di daerah. Pada kesempatan itu, Pemprov Jateng menandatangani komitmen bersama terkait pengembangan sapi perah di Kabupaten Batang dan Brebes.

Wagub mengatakan, pengembangan peternakan juga perlu dibarengi dengan peningkatan konsumsi protein hewani masyarakat, termasuk susu.

Menurutnya, peningkatan produksi perlu diimbangi dengan peningkatan konsumsi agar ketersediaan pangan bergizi dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Distannak Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, menjelaskan, teknologi inseminasi buatan ini menggunakan semen beku sapi perah sexing. Teknologi yang sedang dikembangkan oleh Balai Inseminasi Buatan (BIB) Jawa Tengah ini, memungkinkan peternak mengarahkan jenis kelamin anak sapi yang dihasilkan melalui inseminasi buatan sesuai kebutuhan.

“Misalnya ada peternak yang memiliki 10 ekor sapi, kemudian ingin diinseminasi buatan menjadi betina semua bisa, jantan semua juga bisa,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Pemprov Jateng menyerahkan semen beku sapi perah sexing kepada Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang. Bantuan sapi perah juga diserahkan kepada Kelompok Tani Banjarsari I, Desa Semampir, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang.

Selain itu, Sertifikat Good Farming Practices (GFP) diserahkan kepada Kelompok Tani Banjarsari I, Desa Semampir, dan Kelompok Tani Sepet Harum II, Desa Pacet, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang.

Pengembangan sapi perah di Kabupaten Batang dan Brebes menjadi salah satu langkah Pemprov Jateng untuk memperkuat ekosistem produksi susu di Jawa Tengah.

Gelaran Jateng Livestock Fest 2026 juga ditandai dengan peluncuran Gerbang Susu Jawa Tengah atau Gerakan Pengembangan Persusuan Jawa Tengah. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190 yang berlangsung pada 26 Agustus-26 September 2026.

Selain peluncuran Gerbang Susu, kegiatan ini diisi dengan penyerahan bantuan protein hewani, Gelar Market Hasil Peternakan Berkualitas, Kreatif Bento Challenge, serta Gerakan Minum Susu atau Gerimis. Sebanyak 200 paket berisi ayam, susu, dan telur juga dibagikan kepada masyarakat.


Bagikan :

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan berbagai upaya untuk mendongkrak produksi susu sapi di wilayahnya. Salah satunya melalui inovasi teknologi yang memungkinkan peternak mengarahkan jenis kelamin anak sapi melalui inseminasi buatan.

Inovasi tersebut menjadi salah satu upaya untuk mendukung pengembangan populasi sapi perah dan produksi susu di Jawa Tengah.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengatakan, teknologi tersebut menjadi salah satu terobosan penting dalam pengembangan peternakan di Jateng. Dengan teknologi itu, peternak dapat menyesuaikan kelahiran anak sapi dengan kebutuhan pengembangan ternaknya.

“Kalau masyarakat ingin sapinya betina, ya dicarakan (dibuat dengan cara inseminasi buatan) di sini. Kalau ingin sapinya menjadi pejantan, bisa. Artinya ini inovasi yang luar biasa. Populasinya bisa kita atur,” ucapnya saat menghadiri acara Jateng Livestock Fest 2026 di Halaman Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang pada Jumat, 4 September 2026. 

Menurutnya, teknologi ini penting untuk mendukung upaya Jawa Tengah menjadi salah satu sentra produksi susu. Saat ini, Jateng memberikan kontribusi sekitar 9,4% terhadap produksi susu nasional dan menempati peringkat ketiga secara nasional.

Maka dari itu, pengembangan populasi sapi perah perlu terus dilakukan untuk mendukung peningkatan potensi produksi susu di Jateng.

“Kita ingin Jawa Tengah ini menjadi sentra produsen susu,” ucap Wagub.

Pengembangan produksi susu juga dilakukan melalui penguatan sentra sapi perah di daerah. Pada kesempatan itu, Pemprov Jateng menandatangani komitmen bersama terkait pengembangan sapi perah di Kabupaten Batang dan Brebes.

Wagub mengatakan, pengembangan peternakan juga perlu dibarengi dengan peningkatan konsumsi protein hewani masyarakat, termasuk susu.

Menurutnya, peningkatan produksi perlu diimbangi dengan peningkatan konsumsi agar ketersediaan pangan bergizi dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Distannak Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, menjelaskan, teknologi inseminasi buatan ini menggunakan semen beku sapi perah sexing. Teknologi yang sedang dikembangkan oleh Balai Inseminasi Buatan (BIB) Jawa Tengah ini, memungkinkan peternak mengarahkan jenis kelamin anak sapi yang dihasilkan melalui inseminasi buatan sesuai kebutuhan.

“Misalnya ada peternak yang memiliki 10 ekor sapi, kemudian ingin diinseminasi buatan menjadi betina semua bisa, jantan semua juga bisa,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Pemprov Jateng menyerahkan semen beku sapi perah sexing kepada Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang. Bantuan sapi perah juga diserahkan kepada Kelompok Tani Banjarsari I, Desa Semampir, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang.

Selain itu, Sertifikat Good Farming Practices (GFP) diserahkan kepada Kelompok Tani Banjarsari I, Desa Semampir, dan Kelompok Tani Sepet Harum II, Desa Pacet, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang.

Pengembangan sapi perah di Kabupaten Batang dan Brebes menjadi salah satu langkah Pemprov Jateng untuk memperkuat ekosistem produksi susu di Jawa Tengah.

Gelaran Jateng Livestock Fest 2026 juga ditandai dengan peluncuran Gerbang Susu Jawa Tengah atau Gerakan Pengembangan Persusuan Jawa Tengah. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190 yang berlangsung pada 26 Agustus-26 September 2026.

Selain peluncuran Gerbang Susu, kegiatan ini diisi dengan penyerahan bantuan protein hewani, Gelar Market Hasil Peternakan Berkualitas, Kreatif Bento Challenge, serta Gerakan Minum Susu atau Gerimis. Sebanyak 200 paket berisi ayam, susu, dan telur juga dibagikan kepada masyarakat.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu