Follow Us :              

Semarakkan Kedatangan Peserta MTQ Nasional, Festival Kota Lama Semarang Diperpanjang hingga 20 September

  04 September 2026  |   19:00:00  |   dibaca : 262 
Kategori :
Bagikan :

Semarakkan Kedatangan Peserta MTQ Nasional, Festival Kota Lama Semarang Diperpanjang hingga 20 September

04 September 2026 | 19:00:00 | dibaca : 262
Kategori :
Bagikan :

Foto : Sigit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Semarakkan Kedatangan Peserta MTQ Nasional, Festival Kota Lama Semarang Diperpanjang hingga 20 September
Semarakkan Kedatangan Peserta MTQ Nasional, Festival Kota Lama Semarang Diperpanjang hingga 20 September
Semarakkan Kedatangan Peserta MTQ Nasional, Festival Kota Lama Semarang Diperpanjang hingga 20 September
Semarakkan Kedatangan Peserta MTQ Nasional, Festival Kota Lama Semarang Diperpanjang hingga 20 September
Semarakkan Kedatangan Peserta MTQ Nasional, Festival Kota Lama Semarang Diperpanjang hingga 20 September

Foto : Sigit (Humas Jateng)

SEMARANG – Guna menyambut ribuan tetamu yang mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-31 di Kota Semarang pada 11-20 September 2026, gelaran Festival Kota Lama (FKL) Semarang 2026 yang mulanya akan digelar selama 11 hari, kini diperpanjang menjadi 17 hari dari 4-20 September 2026.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengungkapkan bahwa pihaknya mendukung langkah tersebut. Menurutnya, kedatangan peserta MTQ menjadi momentum yang tepat untuk memperkenalkan Kota Lama Semarang sekaligus menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Harapannya ini akan membawa dampak lebih besar lagi,” ucapnya dalam acara Opening Ceremony FKL XV 2026 di Fasad Gedung Yayasan Kanisius, Kawasan Kota Lama Semarang pada Jumat, 4 September 2026.

Sekda menyebut, sekitar 7.000 orang dari berbagai provinsi diperkirakan akan hadir dalam gelaran MTQ Nasional. Maka dari itu, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk memberikan pengalaman wisata kepada para tamu yang datang ke Jawa Tengah. Terlebih, Kota Lama merupakan salah satu ikon wisata Kota Semarang yang memiliki nilai sejarah sekaligus berkembang sebagai ruang aktivitas seni, budaya, dan ekonomi kreatif.

“Kami dari Pemprov Jateng sangat mengapresiasi Festival Kota Lama. Kota Lama ini peninggalan sejarah yang harus kita jaga,” katanya.

Ia menambahkan, pengembangan kawasan wisata dan ekonomi kreatif juga sejalan dengan program Pemprov Jateng dalam mendorong sektor pariwisata.

“Kami berharap, event ini ke depan makin maju lagi dan punya dampak yang besar,” ucap Sekda.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengatakan, perpanjangan gelaran FKL dilakukan agar peserta MTQ Nasional memiliki kesempatan untuk menikmati berbagai kegiatan dan acara di Kota Lama Sermarang. 

“Saya lihat jadwal MTQ ini rapat banget. Wah, kapan ini bisa jalan-jalan lihat Festival Kota Lama? Kemudian dibuatkan proses perpanjangan dengan berbagai macam unsur tambahan, yang akhirnya bisa ditutup hampir bersamaan ketika MTQ Nasional ke-31 ditutup,” ucapnya.

Ia menjelaskan, Kota Lama sejak dahulu menjadi ruang perjumpaan berbagai kalangan. Kini, kawasan tersebut terus dihidupkan melalui berbagai kegiatan seni dan budaya.
Menurutnya, konsep “Unity in Diversity” yang diusung FKL XV 2026 sangat sesuai dengan karakter Kota Lama sebagai ruang yang mampu mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang.

“Kota Lama ini bukan hanya ikon Hindia Belanda, tetapi juga sudah merangkum seluruh kegiatan seni dan budaya dari berbagai macam keanekaragaman yang ada di Kota Semarang,” katanya.

Berbagai kegiatan disiapkan sepanjang pelaksanaan FKL XV, antara lain Pasar Malam Sentiling pada 4-13 September, Orkes on The Street and Dance, Rijsttafel Dinner, Gowes Semarang Heritage, Chess Kota Lama, Living Book, Living Story, Zwemers Belanda, Wayang Orang on The Street, Festival Folklore Kota Lama, hingga pertunjukan 1.000 Angklung Berkebaya.

Ada pula kegiatan yang melibatkan masyarakat dan generasi muda, seperti seni merangkai janur. Peserta akan diajari membuat berbagai bentuk kerajinan tradisional sekaligus memahami makna di baliknya.

“Anak-anak kita boleh datang mendaftar dan akan diajari bagaimana membuat ketupat, manuk-manukan, hiasan-hiasan temanten, dan maknanya apa. Sudah jarang sekali kita melihat pemandangan itu, tetapi di sini ada,” ucap Wali Kota Semarang.

Rangkaian FKL XV dijadwalkan berlangsung hingga 20 September 2026. Sejumlah agenda utama digelar pada akhir pekan, termasuk Festival Folklore Kota Lama pada 18-19 September dan 1.000 Angklung Berkebaya pada 19 September.

Dengan perpanjangan tersebut, FKL XV diharapkan tidak hanya menjadi perayaan seni dan budaya, tetapi juga menjadi ruang bagi wisatawan, peserta MTQ, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat untuk berinteraksi sekaligus menikmati Kota Lama.

“Mari kita jadikan Festival Kota Lama ini sebagai perayaan keberagaman, sekaligus membuktikan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan untuk menciptakan karya, membuka kesempatan, dan menghubungkan Semarang dengan dunia,” ucap Agustina.


Bagikan :

SEMARANG – Guna menyambut ribuan tetamu yang mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-31 di Kota Semarang pada 11-20 September 2026, gelaran Festival Kota Lama (FKL) Semarang 2026 yang mulanya akan digelar selama 11 hari, kini diperpanjang menjadi 17 hari dari 4-20 September 2026.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengungkapkan bahwa pihaknya mendukung langkah tersebut. Menurutnya, kedatangan peserta MTQ menjadi momentum yang tepat untuk memperkenalkan Kota Lama Semarang sekaligus menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Harapannya ini akan membawa dampak lebih besar lagi,” ucapnya dalam acara Opening Ceremony FKL XV 2026 di Fasad Gedung Yayasan Kanisius, Kawasan Kota Lama Semarang pada Jumat, 4 September 2026.

Sekda menyebut, sekitar 7.000 orang dari berbagai provinsi diperkirakan akan hadir dalam gelaran MTQ Nasional. Maka dari itu, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk memberikan pengalaman wisata kepada para tamu yang datang ke Jawa Tengah. Terlebih, Kota Lama merupakan salah satu ikon wisata Kota Semarang yang memiliki nilai sejarah sekaligus berkembang sebagai ruang aktivitas seni, budaya, dan ekonomi kreatif.

“Kami dari Pemprov Jateng sangat mengapresiasi Festival Kota Lama. Kota Lama ini peninggalan sejarah yang harus kita jaga,” katanya.

Ia menambahkan, pengembangan kawasan wisata dan ekonomi kreatif juga sejalan dengan program Pemprov Jateng dalam mendorong sektor pariwisata.

“Kami berharap, event ini ke depan makin maju lagi dan punya dampak yang besar,” ucap Sekda.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengatakan, perpanjangan gelaran FKL dilakukan agar peserta MTQ Nasional memiliki kesempatan untuk menikmati berbagai kegiatan dan acara di Kota Lama Sermarang. 

“Saya lihat jadwal MTQ ini rapat banget. Wah, kapan ini bisa jalan-jalan lihat Festival Kota Lama? Kemudian dibuatkan proses perpanjangan dengan berbagai macam unsur tambahan, yang akhirnya bisa ditutup hampir bersamaan ketika MTQ Nasional ke-31 ditutup,” ucapnya.

Ia menjelaskan, Kota Lama sejak dahulu menjadi ruang perjumpaan berbagai kalangan. Kini, kawasan tersebut terus dihidupkan melalui berbagai kegiatan seni dan budaya.
Menurutnya, konsep “Unity in Diversity” yang diusung FKL XV 2026 sangat sesuai dengan karakter Kota Lama sebagai ruang yang mampu mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang.

“Kota Lama ini bukan hanya ikon Hindia Belanda, tetapi juga sudah merangkum seluruh kegiatan seni dan budaya dari berbagai macam keanekaragaman yang ada di Kota Semarang,” katanya.

Berbagai kegiatan disiapkan sepanjang pelaksanaan FKL XV, antara lain Pasar Malam Sentiling pada 4-13 September, Orkes on The Street and Dance, Rijsttafel Dinner, Gowes Semarang Heritage, Chess Kota Lama, Living Book, Living Story, Zwemers Belanda, Wayang Orang on The Street, Festival Folklore Kota Lama, hingga pertunjukan 1.000 Angklung Berkebaya.

Ada pula kegiatan yang melibatkan masyarakat dan generasi muda, seperti seni merangkai janur. Peserta akan diajari membuat berbagai bentuk kerajinan tradisional sekaligus memahami makna di baliknya.

“Anak-anak kita boleh datang mendaftar dan akan diajari bagaimana membuat ketupat, manuk-manukan, hiasan-hiasan temanten, dan maknanya apa. Sudah jarang sekali kita melihat pemandangan itu, tetapi di sini ada,” ucap Wali Kota Semarang.

Rangkaian FKL XV dijadwalkan berlangsung hingga 20 September 2026. Sejumlah agenda utama digelar pada akhir pekan, termasuk Festival Folklore Kota Lama pada 18-19 September dan 1.000 Angklung Berkebaya pada 19 September.

Dengan perpanjangan tersebut, FKL XV diharapkan tidak hanya menjadi perayaan seni dan budaya, tetapi juga menjadi ruang bagi wisatawan, peserta MTQ, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat untuk berinteraksi sekaligus menikmati Kota Lama.

“Mari kita jadikan Festival Kota Lama ini sebagai perayaan keberagaman, sekaligus membuktikan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan untuk menciptakan karya, membuka kesempatan, dan menghubungkan Semarang dengan dunia,” ucap Agustina.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu