Follow Us :              

Pemprov Jateng Datangkan Dokter Spesialis untuk Cek Kesehatan Warga Terdampak Asap Kebakaran TPA Putri Cempo

  05 September 2026  |   08:00:00  |   dibaca : 157 
Kategori :
Bagikan :

Pemprov Jateng Datangkan Dokter Spesialis untuk Cek Kesehatan Warga Terdampak Asap Kebakaran TPA Putri Cempo

05 September 2026 | 08:00:00 | dibaca : 157
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Pemprov Jateng Datangkan Dokter Spesialis untuk Cek Kesehatan Warga Terdampak Asap Kebakaran TPA Putri Cempo
Pemprov Jateng Datangkan Dokter Spesialis untuk Cek Kesehatan Warga Terdampak Asap Kebakaran TPA Putri Cempo
Pemprov Jateng Datangkan Dokter Spesialis untuk Cek Kesehatan Warga Terdampak Asap Kebakaran TPA Putri Cempo
Pemprov Jateng Datangkan Dokter Spesialis untuk Cek Kesehatan Warga Terdampak Asap Kebakaran TPA Putri Cempo
Pemprov Jateng Datangkan Dokter Spesialis untuk Cek Kesehatan Warga Terdampak Asap Kebakaran TPA Putri Cempo

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SURAKARTA - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengerahkan tim Dokter Spesialis Keliling (Speling) ke Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta  untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi warga yang terdampak paparan asap kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo. 

Layanan kesehatan difokuskan pada pengobatan penyakit saluran pernapasan, mata, hingga THT (telinga, hidung, tenggorokan).

Berdasarkan pantauan layanan Speling di Kelurahan Mojosongo pada Sabtu, 5 September 2026, sejumlah warga melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kesehatannya. 

"Tadi ada beberapa yang konsultasi, radang tenggorokan, batuk, dan sesak nafas," ucap Dokter Spesialis Paru RSUD Dr. Moewardi Surakarta, Hartanto, di lokasi.

Ia menyampaikan, penanganan jangka pendek dilakukan dengan pemberian obat kepada masyarakat yang terkena gejala respiratorik, seperti infeksi saluran pernapasan. Apabila gejala semakin berat, maka akan langsung dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Selain itu, warga di sekitar lokasi TPA Putri Cempo juga diberikan edukasi terkait penanganan sementara di rumah. Misalnya terkait sirkulasi udara di dalam rumah selama kebakaran masih terjadi, di antaranya memakai air purifier untuk menyaring udara, apabila tidak ada maka disarankan untuk menutup jendela agar asap atau debu tidak masuk ke rumah.

"Solusi kedua, ketika keluar rumah maupun di dalam rumah juga memakai masker medis," jelasnya.

Warga Kelurahan Mojosongo, Fitri, mengatakan gejala batuk pilek dan sesak napas mulai dialami warga sejak kemarin atau hari kedua kebakaran. Sesak napas banyak dialami oleh lansia atau mereka yang memiliki penyakit bawaan. Ia sendiri juga sudah mengalami gejala batuk pilek, termasuk anaknya yang masih balita.

Fitri berterima kasih karena pemerintah telah menerjunkan Dokter Spesialis Keliling (Speling) untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi warga. Hal itu dinilai sangat membantu mengingat kondisi kebakaran di TPA Putri Cempo yang masih belum benar-benar padam.

Hal senada diungkapkan oleh Sunarni. Ia mengatakan, dampak kesehatan yang mulai dirasakan warga adalah sesak napas, terutama yang memiliki penyakit pernapasan dan lansia. Ia berharap, ke depan pengelolaan sampah di TPA Putri Cempo bisa lebih baik, sehingga kejadian kebakaran tidak terulang kembali.

"Harapannya, mudah-mudahan tahun depan tidak begini lagi, pengelolaan sampah juga lebih baik," jelasnya.

Setelah meninjau TPA Putri Cempo, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., juga mengecek langsung layanan Speling di sekitar lokasi. Ia meminta kepada para dokter dari RSUD Dr. Moewardi Surakarta untuk memfokuskan pemeriksaan pada kesehatan paru dan saluran pernapasan.

"Fokuskan pemeriksaan pada paru dan pernapasan, pastikan semua masyarakat terlayani dengan baik," ucapnya kepada petugas yang sedang melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap warga.

Gubernur menjelaskan, perlindungan terhadap warga menjadi salah satu prioritas dalam penanganan kebakaran di TPA Putri Cempo. Layanan Speling dari RSUD Dr. Moewardi Surakarta dan RSJD Arief Zainuddin Surakarta sudah dikerahkan. Selain itu, juga disiagakan petugas kesehatan di sekitar lokasi TPA Putri Cempo selama 24 jam.

"Speling kita sudah turun. Kementerian Lingkungan Hidup juga sudah menurunkan mobil untuk pengecekan kualitas udara. Kami tidak ingin kebakaran ini berdampak kepada masyarakat di sekitarnya," ucapnya usai mengecek lokasi kebakaran TPA Putri Cempo.


Bagikan :

SURAKARTA - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengerahkan tim Dokter Spesialis Keliling (Speling) ke Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta  untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi warga yang terdampak paparan asap kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo. 

Layanan kesehatan difokuskan pada pengobatan penyakit saluran pernapasan, mata, hingga THT (telinga, hidung, tenggorokan).

Berdasarkan pantauan layanan Speling di Kelurahan Mojosongo pada Sabtu, 5 September 2026, sejumlah warga melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kesehatannya. 

"Tadi ada beberapa yang konsultasi, radang tenggorokan, batuk, dan sesak nafas," ucap Dokter Spesialis Paru RSUD Dr. Moewardi Surakarta, Hartanto, di lokasi.

Ia menyampaikan, penanganan jangka pendek dilakukan dengan pemberian obat kepada masyarakat yang terkena gejala respiratorik, seperti infeksi saluran pernapasan. Apabila gejala semakin berat, maka akan langsung dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Selain itu, warga di sekitar lokasi TPA Putri Cempo juga diberikan edukasi terkait penanganan sementara di rumah. Misalnya terkait sirkulasi udara di dalam rumah selama kebakaran masih terjadi, di antaranya memakai air purifier untuk menyaring udara, apabila tidak ada maka disarankan untuk menutup jendela agar asap atau debu tidak masuk ke rumah.

"Solusi kedua, ketika keluar rumah maupun di dalam rumah juga memakai masker medis," jelasnya.

Warga Kelurahan Mojosongo, Fitri, mengatakan gejala batuk pilek dan sesak napas mulai dialami warga sejak kemarin atau hari kedua kebakaran. Sesak napas banyak dialami oleh lansia atau mereka yang memiliki penyakit bawaan. Ia sendiri juga sudah mengalami gejala batuk pilek, termasuk anaknya yang masih balita.

Fitri berterima kasih karena pemerintah telah menerjunkan Dokter Spesialis Keliling (Speling) untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi warga. Hal itu dinilai sangat membantu mengingat kondisi kebakaran di TPA Putri Cempo yang masih belum benar-benar padam.

Hal senada diungkapkan oleh Sunarni. Ia mengatakan, dampak kesehatan yang mulai dirasakan warga adalah sesak napas, terutama yang memiliki penyakit pernapasan dan lansia. Ia berharap, ke depan pengelolaan sampah di TPA Putri Cempo bisa lebih baik, sehingga kejadian kebakaran tidak terulang kembali.

"Harapannya, mudah-mudahan tahun depan tidak begini lagi, pengelolaan sampah juga lebih baik," jelasnya.

Setelah meninjau TPA Putri Cempo, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., juga mengecek langsung layanan Speling di sekitar lokasi. Ia meminta kepada para dokter dari RSUD Dr. Moewardi Surakarta untuk memfokuskan pemeriksaan pada kesehatan paru dan saluran pernapasan.

"Fokuskan pemeriksaan pada paru dan pernapasan, pastikan semua masyarakat terlayani dengan baik," ucapnya kepada petugas yang sedang melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap warga.

Gubernur menjelaskan, perlindungan terhadap warga menjadi salah satu prioritas dalam penanganan kebakaran di TPA Putri Cempo. Layanan Speling dari RSUD Dr. Moewardi Surakarta dan RSJD Arief Zainuddin Surakarta sudah dikerahkan. Selain itu, juga disiagakan petugas kesehatan di sekitar lokasi TPA Putri Cempo selama 24 jam.

"Speling kita sudah turun. Kementerian Lingkungan Hidup juga sudah menurunkan mobil untuk pengecekan kualitas udara. Kami tidak ingin kebakaran ini berdampak kepada masyarakat di sekitarnya," ucapnya usai mengecek lokasi kebakaran TPA Putri Cempo.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu