Follow Us :              

Perkuat Logistik Jateng, Gubernur Minta KAI Dukung Percepatan Pembangunan Dry Port Batang-Kendal

  07 September 2026  |   10:00:00  |   dibaca : 161 
Kategori :
Bagikan :

Perkuat Logistik Jateng, Gubernur Minta KAI Dukung Percepatan Pembangunan Dry Port Batang-Kendal

07 September 2026 | 10:00:00 | dibaca : 161
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Perkuat Logistik Jateng, Gubernur Minta KAI Dukung Percepatan Pembangunan Dry Port Batang-Kendal
Perkuat Logistik Jateng, Gubernur Minta KAI Dukung Percepatan Pembangunan Dry Port Batang-Kendal
Perkuat Logistik Jateng, Gubernur Minta KAI Dukung Percepatan Pembangunan Dry Port Batang-Kendal
Perkuat Logistik Jateng, Gubernur Minta KAI Dukung Percepatan Pembangunan Dry Port Batang-Kendal
Perkuat Logistik Jateng, Gubernur Minta KAI Dukung Percepatan Pembangunan Dry Port Batang-Kendal

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mendorong PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) 4 Semarang untuk mendukung penuh percepatan pembangunan dry port (pelabuhan darat) di Batang dan Kendal.

Pembangunan dry port ditargetkan rampung dalam kurun waktu dua tahun untuk memperlancar arus barang serta menjaga kepercayaan investor.

"Memang pergerakan barang dan jasa di Jateng jadi prioritas utama. Logistik Jateng ini tidak bisa hanya mengandalkan pelabuhan, tetapi juga KAI. Dua tahun ke depan infrastruktur logistik harus segera terpenuhi, kalau tidak akan diprotes para investor," ucap Gubernur saat beraudiensi dengan Executive Vice President (EVP) Daop 4 Semarang, Mohamad Arie Fathurrochman, di kantornya pada Senin, 7 September 2026.

Saat ini, sudah disiapkan lahan sekitar 50 hektare di Batang. Gubernur menginginkan, KAI Daop 4 Semarang bisa ikut mendukung agar dalam dua tahun ke depan pembangunan dry port sudah tuntas.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menyambut baik program-program yang dipaparkan oleh KAI Daop 4 terkait pengamanan perlintasan sebidang di wilayahnya. Ia menilai, keberadaan perlintasan sebidang memang krusial. Maka dari itu, diperlukan langkah nyata untuk menjamin keselamatan masyarakat di perlintasan tersebut.

"Tolong nanti juga dikoordinasikan dengan kabupaten/kota, perlintasan sebidang mana saja yang perlu diintervensi bersama," katanya.
 
Sementara itu, Executive Vice President (EVP) Daop 4 Semarang, Mohamad Arie Fathurrochman, menyampaikan, ada sebanyak 184 titik perlintasan kereta api sebidang di Jawa Tengah. 

Guna meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang, Daop IV Semarang mendapat kuota untuk membangun 50 pintu perlintasan. Pembangunan tersebut bersinergi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah.

"Saat ini, sudah dikerjakan 9 titik perlintasan sebidang. Koordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah dan kabupaten/kota juga terus dilakukan, sehingga jumlahnya nanti bisa tidak hanya 50 titik," ujarnya.

Ia menambahkan, perlintasan sebidang yang jumlahnya cukup banyak membuat pembangunan pintu perlintasan cukup sulit untuk dapat diakomodir seluruhnya. Maka dari itu, penyelesaiannya dilakukan secara bertahap dengan kolaborasi bersama pihak-pihak lain. Sebab, pembangunan pintu perlintasan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Selain perlintasan sebidang, Arie juga memaparkan beberapa program PT KAI Daop IV Semarang kepada Gubernur Jateng, di antaranya rencana penambahan rute untuk KA Kedungsepur. Jika sebelumnya berhenti di Kota Semarang, ke depan rutenya akan diperpanjang sampai ke Stasiun Weleri, Kabupaten Kendal.

"Ini untuk menindaklanjuti permintaan masyarakat agar KA Kedungsepur bisa sampai Weleri, sekaligus memberikan akses layanan terkait mobilitas warga di wilayah Semarang Raya. Ke depan mungkin kita akan ajukan untuk commuter di wilayah ini," katanya.

Tak hanya itu, pihaknya berencana menambah satu rangkaian KA Kaligung untuk mendukung mobilitas masyarakat. 

Sementara untuk mendukung gelaran MTQ Nasional di Jawa Tengah, ia juga menyiapkan kereta tambahan untuk mendukung transportasi kafilah.


Bagikan :

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mendorong PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) 4 Semarang untuk mendukung penuh percepatan pembangunan dry port (pelabuhan darat) di Batang dan Kendal.

Pembangunan dry port ditargetkan rampung dalam kurun waktu dua tahun untuk memperlancar arus barang serta menjaga kepercayaan investor.

"Memang pergerakan barang dan jasa di Jateng jadi prioritas utama. Logistik Jateng ini tidak bisa hanya mengandalkan pelabuhan, tetapi juga KAI. Dua tahun ke depan infrastruktur logistik harus segera terpenuhi, kalau tidak akan diprotes para investor," ucap Gubernur saat beraudiensi dengan Executive Vice President (EVP) Daop 4 Semarang, Mohamad Arie Fathurrochman, di kantornya pada Senin, 7 September 2026.

Saat ini, sudah disiapkan lahan sekitar 50 hektare di Batang. Gubernur menginginkan, KAI Daop 4 Semarang bisa ikut mendukung agar dalam dua tahun ke depan pembangunan dry port sudah tuntas.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menyambut baik program-program yang dipaparkan oleh KAI Daop 4 terkait pengamanan perlintasan sebidang di wilayahnya. Ia menilai, keberadaan perlintasan sebidang memang krusial. Maka dari itu, diperlukan langkah nyata untuk menjamin keselamatan masyarakat di perlintasan tersebut.

"Tolong nanti juga dikoordinasikan dengan kabupaten/kota, perlintasan sebidang mana saja yang perlu diintervensi bersama," katanya.
 
Sementara itu, Executive Vice President (EVP) Daop 4 Semarang, Mohamad Arie Fathurrochman, menyampaikan, ada sebanyak 184 titik perlintasan kereta api sebidang di Jawa Tengah. 

Guna meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang, Daop IV Semarang mendapat kuota untuk membangun 50 pintu perlintasan. Pembangunan tersebut bersinergi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah.

"Saat ini, sudah dikerjakan 9 titik perlintasan sebidang. Koordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah dan kabupaten/kota juga terus dilakukan, sehingga jumlahnya nanti bisa tidak hanya 50 titik," ujarnya.

Ia menambahkan, perlintasan sebidang yang jumlahnya cukup banyak membuat pembangunan pintu perlintasan cukup sulit untuk dapat diakomodir seluruhnya. Maka dari itu, penyelesaiannya dilakukan secara bertahap dengan kolaborasi bersama pihak-pihak lain. Sebab, pembangunan pintu perlintasan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Selain perlintasan sebidang, Arie juga memaparkan beberapa program PT KAI Daop IV Semarang kepada Gubernur Jateng, di antaranya rencana penambahan rute untuk KA Kedungsepur. Jika sebelumnya berhenti di Kota Semarang, ke depan rutenya akan diperpanjang sampai ke Stasiun Weleri, Kabupaten Kendal.

"Ini untuk menindaklanjuti permintaan masyarakat agar KA Kedungsepur bisa sampai Weleri, sekaligus memberikan akses layanan terkait mobilitas warga di wilayah Semarang Raya. Ke depan mungkin kita akan ajukan untuk commuter di wilayah ini," katanya.

Tak hanya itu, pihaknya berencana menambah satu rangkaian KA Kaligung untuk mendukung mobilitas masyarakat. 

Sementara untuk mendukung gelaran MTQ Nasional di Jawa Tengah, ia juga menyiapkan kereta tambahan untuk mendukung transportasi kafilah.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu