Follow Us :              

Haornas 2026, Momentum Jateng Kembangkan Sport Industry dan Sport Tourism

  09 September 2026  |   15:00:00  |   dibaca : 263 
Kategori :
Bagikan :

Haornas 2026, Momentum Jateng Kembangkan Sport Industry dan Sport Tourism

09 September 2026 | 15:00:00 | dibaca : 263
Kategori :
Bagikan :

Foto : Mizan (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Haornas 2026, Momentum Jateng Kembangkan Sport Industry dan Sport Tourism
Haornas 2026, Momentum Jateng Kembangkan Sport Industry dan Sport Tourism
Haornas 2026, Momentum Jateng Kembangkan Sport Industry dan Sport Tourism
Haornas 2026, Momentum Jateng Kembangkan Sport Industry dan Sport Tourism
Haornas 2026, Momentum Jateng Kembangkan Sport Industry dan Sport Tourism

Foto : Mizan (Humas Jateng)

SEMARANG — Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan, olahraga tidak hanya berperan penting dalam menjaga kebugaran warga, tetapi juga memiliki potensi besar memutar roda ekonomi daerah. 

Oleh karena itu, momentum peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) diharapkan jadi pijakan untuk menggenjot sport industry (industri olahraga) dan sport tourism (pariwisata olahraga) di Jawa Tengah.

"Dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional. Saya mengajak seluruh masyarakat Jawa Tengah untuk hidup sehat," ucap Wagub saat membuka peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) Tingkat Provinsi Jawa Tengah di Stadion Jatidiri, Kota Semarang pada Rabu, 9 September 2026.

Menurutnya, momentum Haornas harus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Pihaknya akan terus berupaya menyediakan ruang olahraga yang nyaman dan mudah diakses masyarakat. Sebab, semakin banyak warga Jateng yang kini menjadikan olahraga sebagai gaya hidup. 

Wagub berharap, peningkatan aktivitas olahraga masyarakat turut berdampak terhadap kualitas kesehatan dan angka harapan hidup di Jawa Tengah.

Sejalan dengan hal itu, Pemerintah Provinsi Jateng ingin olahraga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas, di antaranya melalui pengembangan industri olahraga dan pariwisata olahraga.

Wagub menilai, pengembangan sport tourism dapat membuat masyarakat dari luar daerah datang ke Jawa Tengah untuk berolahraga, sekaligus menikmati berbagai destinasi dan kuliner yang tersedia.

Ia mencontohkan kawasan Stadion Jatidiri yang tidak hanya memiliki fasilitas olahraga, tetapi juga menjadi ruang publik yang dapat dimanfaatkan warga. Ia memastikan fasilitas olahraga di kawasan Jatidiri telah dibuka untuk masyarakat umum. 

Dalam kesempatan itu, Wagub juga mengingatkan masyarakat terkait pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah yang akan digelar pada 25-31 Oktober 2026. Ia menyebut, sekitar 9.000-10.000 peserta diperkirakan hadir di Semarang dalam ajang tersebut. Menurutnya, Porprov juga menjadi salah satu momentum untuk menunjukkan potensi atlet Jawa Tengah.

Ia mengatakan, Jawa Tengah selama ini turut menyumbangkan atlet peraih medali emas, perak, dan perunggu pada berbagai kejuaraan tingkat nasional maupun internasional.

"Ini harus kita pertahankan, syukur-syukur kita tingkatkan. Kita tingkatkan kualitas atlet kita," ujarnya.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Tengah, Aria Chandra Destianto, mengatakan bahwa kegiatan Haornas tahun ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari perwakilan Induk Organisasi Olahraga (Inorga), Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Jateng, serta Balai Pembinaan dan Pelatihan Olahraga Pelajar (BPPOP) Jateng. 

Ia menegaskan, Haornas tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Momentum ini diharapkan mampu mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam aktivitas olahraga.

“Haornas ke-43 tahun 2026 diharapkan dapat menjadi momentum untuk bersama-sama berkomitmen mewujudkan partisipasi masyarakat dalam berolahraga, meningkatkan kebugaran masyarakat, menguatkan prestasi olahraga nasional, dan menguatkan ekosistem industri olahraga yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ka Dispora Jateng menambahkan, tujuan utama peringatan Haornas di Jawa Tengah adalah menggelorakan semangat olahraga di tengah masyarakat.

Dengan semakin banyak masyarakat yang aktif berolahraga, diharapkan tingkat kebugaran masyarakat juga meningkat. Di sisi lain, budaya olahraga yang semakin kuat dapat menjadi fondasi bagi lahirnya atlet-atlet berprestasi.

“Jawa Tengah secara konsisten berprestasi pada ajang Peparnas (Pekan Paralimpiade Nasional), Pomnas (Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional), Popnas (Pekan Olahraga Pelajar Nasional), dan kejuaraan lainnya, baik nasional maupun internasional,” jelasnya.

Sejumlah atlet Jawa Tengah juga turut memperkuat kontingen nasional Indonesia dalam berbagai kompetisi internasional. Bahkan, mereka menyumbangkan medali bagi Indonesia pada ajang SEA Games dan Asian Para Games.

“Prestasi tersebut membuktikan bahwa Jawa Tengah mampu menjadi gudang atlet berprestasi,” tegasnya.

Ia berharap, momentum Haornas dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, organisasi olahraga, satuan pendidikan, atlet, pelatih, komunitas olahraga, dan masyarakat.


Bagikan :

SEMARANG — Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan, olahraga tidak hanya berperan penting dalam menjaga kebugaran warga, tetapi juga memiliki potensi besar memutar roda ekonomi daerah. 

Oleh karena itu, momentum peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) diharapkan jadi pijakan untuk menggenjot sport industry (industri olahraga) dan sport tourism (pariwisata olahraga) di Jawa Tengah.

"Dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional. Saya mengajak seluruh masyarakat Jawa Tengah untuk hidup sehat," ucap Wagub saat membuka peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) Tingkat Provinsi Jawa Tengah di Stadion Jatidiri, Kota Semarang pada Rabu, 9 September 2026.

Menurutnya, momentum Haornas harus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Pihaknya akan terus berupaya menyediakan ruang olahraga yang nyaman dan mudah diakses masyarakat. Sebab, semakin banyak warga Jateng yang kini menjadikan olahraga sebagai gaya hidup. 

Wagub berharap, peningkatan aktivitas olahraga masyarakat turut berdampak terhadap kualitas kesehatan dan angka harapan hidup di Jawa Tengah.

Sejalan dengan hal itu, Pemerintah Provinsi Jateng ingin olahraga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas, di antaranya melalui pengembangan industri olahraga dan pariwisata olahraga.

Wagub menilai, pengembangan sport tourism dapat membuat masyarakat dari luar daerah datang ke Jawa Tengah untuk berolahraga, sekaligus menikmati berbagai destinasi dan kuliner yang tersedia.

Ia mencontohkan kawasan Stadion Jatidiri yang tidak hanya memiliki fasilitas olahraga, tetapi juga menjadi ruang publik yang dapat dimanfaatkan warga. Ia memastikan fasilitas olahraga di kawasan Jatidiri telah dibuka untuk masyarakat umum. 

Dalam kesempatan itu, Wagub juga mengingatkan masyarakat terkait pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah yang akan digelar pada 25-31 Oktober 2026. Ia menyebut, sekitar 9.000-10.000 peserta diperkirakan hadir di Semarang dalam ajang tersebut. Menurutnya, Porprov juga menjadi salah satu momentum untuk menunjukkan potensi atlet Jawa Tengah.

Ia mengatakan, Jawa Tengah selama ini turut menyumbangkan atlet peraih medali emas, perak, dan perunggu pada berbagai kejuaraan tingkat nasional maupun internasional.

"Ini harus kita pertahankan, syukur-syukur kita tingkatkan. Kita tingkatkan kualitas atlet kita," ujarnya.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Tengah, Aria Chandra Destianto, mengatakan bahwa kegiatan Haornas tahun ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari perwakilan Induk Organisasi Olahraga (Inorga), Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Jateng, serta Balai Pembinaan dan Pelatihan Olahraga Pelajar (BPPOP) Jateng. 

Ia menegaskan, Haornas tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Momentum ini diharapkan mampu mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam aktivitas olahraga.

“Haornas ke-43 tahun 2026 diharapkan dapat menjadi momentum untuk bersama-sama berkomitmen mewujudkan partisipasi masyarakat dalam berolahraga, meningkatkan kebugaran masyarakat, menguatkan prestasi olahraga nasional, dan menguatkan ekosistem industri olahraga yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ka Dispora Jateng menambahkan, tujuan utama peringatan Haornas di Jawa Tengah adalah menggelorakan semangat olahraga di tengah masyarakat.

Dengan semakin banyak masyarakat yang aktif berolahraga, diharapkan tingkat kebugaran masyarakat juga meningkat. Di sisi lain, budaya olahraga yang semakin kuat dapat menjadi fondasi bagi lahirnya atlet-atlet berprestasi.

“Jawa Tengah secara konsisten berprestasi pada ajang Peparnas (Pekan Paralimpiade Nasional), Pomnas (Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional), Popnas (Pekan Olahraga Pelajar Nasional), dan kejuaraan lainnya, baik nasional maupun internasional,” jelasnya.

Sejumlah atlet Jawa Tengah juga turut memperkuat kontingen nasional Indonesia dalam berbagai kompetisi internasional. Bahkan, mereka menyumbangkan medali bagi Indonesia pada ajang SEA Games dan Asian Para Games.

“Prestasi tersebut membuktikan bahwa Jawa Tengah mampu menjadi gudang atlet berprestasi,” tegasnya.

Ia berharap, momentum Haornas dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, organisasi olahraga, satuan pendidikan, atlet, pelatih, komunitas olahraga, dan masyarakat.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu