Follow Us :              

UMKM Center Manjakan Masyarakat Hingga Lebaran

  24 May 2018  |   17:00:00  |   dibaca : 338 
Kategori :
Bagikan :


UMKM Center Manjakan Masyarakat Hingga Lebaran

24 May 2018 | 17:00:00 | dibaca : 338
Kategori :
Bagikan :

Foto : (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : (Humas Jateng)

SEMARANG - Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah menggelar Festival Kuliner yang dibuka mulai Kamis (24/5/2018) hingga tanggal 13 Juni nanti di UMKM Center, Jalan Setiabudi Semarang. Berbagai jajanan khas Jawa Tengah untuk berbuka, bisa ditemui di sana. Seperti soto, tauto, bebek rempah, mendoan dan lumpia.

Saat memberikan sambutan, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Emma Rahmawati mengatakan, festival yang diselenggarakan untuk memberikan apresiasi kepada masyarakat, khususnya yang bergerak dalam industri makanan dan minuman khas Jateng. Selain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya yang sedang berpuasa, festival tersebut juga untuk mengenalkan beragam kuliner Jateng, dan menggerakkan perekonomian rakyat.

"Ini juga untuk memecah keramaian, dimana biasanya yang ramai di daerah Simpanglima. Sehingga diharapkan masyarakat juga bisa meramaikan di sini," tuturnya.

Emma menjelaskan, setidaknya ada 17 stand kuliner yang bisa dikunjungi. Pihaknya juga bekerja sama dengan Bulog untuk menyediakan kebutuhan pokok, antar lain beras, minyak goreng, gula pasir dan tepung terigu dengan harga yang relatif murah. Masyarakat bisa membelinya setiap hari hingga tanggal 13 Juni di stan Bulog.

Bagi masyarakat yang ingin membeli kebutuhan lebaran lain, imbuhnya, terdapat pula stan perusahaan swasta yang menjual snack dan minuman ringan dengan harga khusus. Bahkan, untuk memudahkan berzakat, disediakan stan baznas Provinsi Jateng.

"Untuk menarik minat masyarakat datang ke festival ini, setiap dua hari diselenggarakan berbagai lomba. Antara lain fashion show dan rebana," bebernya.

Setelah festival kuliner berakhir, sambungnya, akan dilanjutkan dengan membuka posko yang menyediakan berbagai layanan yang memanjakan pemudik, hingga H + 4 lebaran. Seperti pijat gratis, mushola dan pelayanan kesehatan gratis.

Ditambahkan, pada 5 - 7 Juni pihaknya akan menyelenggarakan Jambore halal, bekerja sama dengan MUI dan HIPMI. Jambore yang rencananya digelar di halaman Kantor Gubernur itu bakal melibatkan 250 UKM dengan berbagai produk. Mulai dari fashion, kecantikan, hingga kuliner.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Dr Ir Sri Puryono KS MP sangat mendukung inovasi yang dilakukan Dinas Koperasi dan UMKM. Sebab, inovasi itu menjadi harapan untuk menggerakkan ekonomi rakyat.

"Ini langkah bagus. Inovasi dan kreasi. Harapan kita mampu menggerakkan ekonomi rakyat dan rakyat juga mau memanfaatkan produk UMKM. Prinsip kita, produk  dari rakyat, dari UMKM, dari koperasi ya kita harus beli. Beli itu sama dengan membantu," ajaknya.

Puryono juga meminta masyarakat tidak perlu risau dengan kecukupan stok kebutuhan pokok hingga Lebaran nanti.  Pemerintah punya kewajiban untuk mencukupinya. Hingga saat ini, dia menilai, harga kebutuhan pokok masih relatif stabil.

"Harapan saya, sampai Lebaran tetap terkendali. Dan ini TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) memandu, terus bergerak. Nanti mulai tanggal 28 (Mei) akan terjun ke lapangan, memantau kepokmas di pasar-pasar tradisional, memantau masalah transportasi, terminal, pelayanan kesehatan.  Pokoknya pemudik di Jateng kita service sebaik-baiknya," tutupnya.

(Rita/Puji/Humas Jateng)

 

Baca Juga : Sayangkan Jika Produk Bagus Tak Dikenal


Bagikan :

SEMARANG - Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah menggelar Festival Kuliner yang dibuka mulai Kamis (24/5/2018) hingga tanggal 13 Juni nanti di UMKM Center, Jalan Setiabudi Semarang. Berbagai jajanan khas Jawa Tengah untuk berbuka, bisa ditemui di sana. Seperti soto, tauto, bebek rempah, mendoan dan lumpia.

Saat memberikan sambutan, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Emma Rahmawati mengatakan, festival yang diselenggarakan untuk memberikan apresiasi kepada masyarakat, khususnya yang bergerak dalam industri makanan dan minuman khas Jateng. Selain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya yang sedang berpuasa, festival tersebut juga untuk mengenalkan beragam kuliner Jateng, dan menggerakkan perekonomian rakyat.

"Ini juga untuk memecah keramaian, dimana biasanya yang ramai di daerah Simpanglima. Sehingga diharapkan masyarakat juga bisa meramaikan di sini," tuturnya.

Emma menjelaskan, setidaknya ada 17 stand kuliner yang bisa dikunjungi. Pihaknya juga bekerja sama dengan Bulog untuk menyediakan kebutuhan pokok, antar lain beras, minyak goreng, gula pasir dan tepung terigu dengan harga yang relatif murah. Masyarakat bisa membelinya setiap hari hingga tanggal 13 Juni di stan Bulog.

Bagi masyarakat yang ingin membeli kebutuhan lebaran lain, imbuhnya, terdapat pula stan perusahaan swasta yang menjual snack dan minuman ringan dengan harga khusus. Bahkan, untuk memudahkan berzakat, disediakan stan baznas Provinsi Jateng.

"Untuk menarik minat masyarakat datang ke festival ini, setiap dua hari diselenggarakan berbagai lomba. Antara lain fashion show dan rebana," bebernya.

Setelah festival kuliner berakhir, sambungnya, akan dilanjutkan dengan membuka posko yang menyediakan berbagai layanan yang memanjakan pemudik, hingga H + 4 lebaran. Seperti pijat gratis, mushola dan pelayanan kesehatan gratis.

Ditambahkan, pada 5 - 7 Juni pihaknya akan menyelenggarakan Jambore halal, bekerja sama dengan MUI dan HIPMI. Jambore yang rencananya digelar di halaman Kantor Gubernur itu bakal melibatkan 250 UKM dengan berbagai produk. Mulai dari fashion, kecantikan, hingga kuliner.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Dr Ir Sri Puryono KS MP sangat mendukung inovasi yang dilakukan Dinas Koperasi dan UMKM. Sebab, inovasi itu menjadi harapan untuk menggerakkan ekonomi rakyat.

"Ini langkah bagus. Inovasi dan kreasi. Harapan kita mampu menggerakkan ekonomi rakyat dan rakyat juga mau memanfaatkan produk UMKM. Prinsip kita, produk  dari rakyat, dari UMKM, dari koperasi ya kita harus beli. Beli itu sama dengan membantu," ajaknya.

Puryono juga meminta masyarakat tidak perlu risau dengan kecukupan stok kebutuhan pokok hingga Lebaran nanti.  Pemerintah punya kewajiban untuk mencukupinya. Hingga saat ini, dia menilai, harga kebutuhan pokok masih relatif stabil.

"Harapan saya, sampai Lebaran tetap terkendali. Dan ini TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) memandu, terus bergerak. Nanti mulai tanggal 28 (Mei) akan terjun ke lapangan, memantau kepokmas di pasar-pasar tradisional, memantau masalah transportasi, terminal, pelayanan kesehatan.  Pokoknya pemudik di Jateng kita service sebaik-baiknya," tutupnya.

(Rita/Puji/Humas Jateng)

 

Baca Juga : Sayangkan Jika Produk Bagus Tak Dikenal


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu