Follow Us :              

Angka Pergerakan Jateng Masih Tinggi, Ganjar Dukung Kapolda Lakukan Pengetatan

  13 July 2021  |   13:00:00  |   dibaca : 429 
Kategori :
Bagikan :


Angka Pergerakan Jateng Masih Tinggi, Ganjar Dukung Kapolda Lakukan Pengetatan

13 July 2021 | 13:00:00 | dibaca : 429
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SEMARANG -Penutupan arus lalu-lintas di 27 exit tol yang masuk wilayah Jawa Tengah pada 16-22 Juli 2021 mendapat dukungan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Diketahui, keputusan itu disampaikan oleh Kapolda Jawa Tengah Irjen Polisi Ahmad Luthfi dalam Rapat Lintas Sektoral di Pendopo Kabupaten Semarang, Selasa (13/7/2021). 

"Pak Kapolda kemarin sudah lapor ke saya untuk melakukan pengetatan-pengetatan itu,” ujar Ganjar ditemui usai memimpin Rakor Ketersediaan Oksigen Medis di kantornya, Selasa (13/7/2021).  

Ganjar menegaskan jika pengetatan ini bukan upaya lockdown Jawa Tengah, namun untuk menekan mobilitas masyarakat selama PPKM Darurat. 

Agar pengetatan ini lebih efektif, Ganjar meminta agar keberadaan jalur-jalur alternatif yang bisa dimanfaatkan warga yang akan melakukan pergerakan juga harus dipertimbangkan. Menurutnya, jika masyarakat masih tetap diperbolehkan pergi, maka mereka pasti akan mencari jalan lain. Akibatnya, daerah yang menjadi perlintasan jalur alternatif akan komplain, seperti yang dikeluhkan Kabupaten Grobogan. 

"Karena faktanya peningkatannya masih tinggi, (dan) faktanya ini variannya kita sudah tau delta, terus kemudian kok faktanya orang masih cuek, padahal kalau kita tahu kita ngurus oksigen saja udah kaya begini," jelas Ganjar. 

Tren baru mematikan lampu juga sempat Ganjar bahas. Langkah itu memang terbukti cukup mampu mendorong masyarakat untuk tidak pergi dan mengurangi pergerakan. Meski begitu ia berharap langkah diiringi pengaman jalan yang memadai. 

"Cuman saya minta juga perhatian ketika ada yang mengawal, ada yang jaga agar tidak terjadi kejahatan atau kecelakaan. Itu dua hal yang saya minta kepada kawan-kawan," ujarnya. 

Di sisi lain, Ganjar berharap masyarakat mendukung upaya pemerintah dalam penanganan Pandemi Covid-19. Apalagi, Covid-19 varian delta sudah ditemukan di beberapa wilayah Jawa Tengah. 

"Maka tolong masyarakat, tolong betul kalau anda tidak bergerak. Insya Allah Anda akan terlindungi. Kalau Anda terlindungi Anda tidak akan pergi ke rumah sakit. Kalau semua tidak terlindungi dan sakit, akhirnya pergi ke rumah sakit maka rumah sakit juga penuh dan nanti orang akan marah-marah soal ambulans, soal tempat tidur, oksigen dan semua marah," tandasnya. 

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi menjelaskan, selain menutup 27 titik exit tol, Polda Jawa Tengah juga melakukan penyekatan di 224 titik lokasi. Kendaraan dari Jakarta maupun Jawa Timur tidak diperbolehkan masuk Jawa Tengah kecuali yang masuk dalam Surat Edaran Mendagri Nomor 15 Tahun 2021.


Bagikan :

SEMARANG -Penutupan arus lalu-lintas di 27 exit tol yang masuk wilayah Jawa Tengah pada 16-22 Juli 2021 mendapat dukungan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Diketahui, keputusan itu disampaikan oleh Kapolda Jawa Tengah Irjen Polisi Ahmad Luthfi dalam Rapat Lintas Sektoral di Pendopo Kabupaten Semarang, Selasa (13/7/2021). 

"Pak Kapolda kemarin sudah lapor ke saya untuk melakukan pengetatan-pengetatan itu,” ujar Ganjar ditemui usai memimpin Rakor Ketersediaan Oksigen Medis di kantornya, Selasa (13/7/2021).  

Ganjar menegaskan jika pengetatan ini bukan upaya lockdown Jawa Tengah, namun untuk menekan mobilitas masyarakat selama PPKM Darurat. 

Agar pengetatan ini lebih efektif, Ganjar meminta agar keberadaan jalur-jalur alternatif yang bisa dimanfaatkan warga yang akan melakukan pergerakan juga harus dipertimbangkan. Menurutnya, jika masyarakat masih tetap diperbolehkan pergi, maka mereka pasti akan mencari jalan lain. Akibatnya, daerah yang menjadi perlintasan jalur alternatif akan komplain, seperti yang dikeluhkan Kabupaten Grobogan. 

"Karena faktanya peningkatannya masih tinggi, (dan) faktanya ini variannya kita sudah tau delta, terus kemudian kok faktanya orang masih cuek, padahal kalau kita tahu kita ngurus oksigen saja udah kaya begini," jelas Ganjar. 

Tren baru mematikan lampu juga sempat Ganjar bahas. Langkah itu memang terbukti cukup mampu mendorong masyarakat untuk tidak pergi dan mengurangi pergerakan. Meski begitu ia berharap langkah diiringi pengaman jalan yang memadai. 

"Cuman saya minta juga perhatian ketika ada yang mengawal, ada yang jaga agar tidak terjadi kejahatan atau kecelakaan. Itu dua hal yang saya minta kepada kawan-kawan," ujarnya. 

Di sisi lain, Ganjar berharap masyarakat mendukung upaya pemerintah dalam penanganan Pandemi Covid-19. Apalagi, Covid-19 varian delta sudah ditemukan di beberapa wilayah Jawa Tengah. 

"Maka tolong masyarakat, tolong betul kalau anda tidak bergerak. Insya Allah Anda akan terlindungi. Kalau Anda terlindungi Anda tidak akan pergi ke rumah sakit. Kalau semua tidak terlindungi dan sakit, akhirnya pergi ke rumah sakit maka rumah sakit juga penuh dan nanti orang akan marah-marah soal ambulans, soal tempat tidur, oksigen dan semua marah," tandasnya. 

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi menjelaskan, selain menutup 27 titik exit tol, Polda Jawa Tengah juga melakukan penyekatan di 224 titik lokasi. Kendaraan dari Jakarta maupun Jawa Timur tidak diperbolehkan masuk Jawa Tengah kecuali yang masuk dalam Surat Edaran Mendagri Nomor 15 Tahun 2021.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu