Follow Us :              

Hormati Jasa Pahlawan, Ganjar dan Komunitas Photocycling Ziarah ke Makam Sugiarin

  14 August 2021  |   07:00:00  |   dibaca : 273 
Kategori :
Bagikan :


Hormati Jasa Pahlawan, Ganjar dan Komunitas Photocycling Ziarah ke Makam Sugiarin

14 August 2021 | 07:00:00 | dibaca : 273
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama Komunitas Photocycling, pewarta foto yang hobi gowes di Semarang berziarah ke makam seorang jurnalis di masa penjajahan, Sabtu (14/8/2021) pagi. 

Saat tiba di kompleks pemakaman umum Bergota Kota Semarang, sudah ada seorang kakek berusia 92 tahun bernama Soegiarno sudah menanti kedatangan mereka. 

Di bawah tempat Soegiarno berdiri, terdapat sejumlah makam yang sangat sederhana, layaknya makam masyarakat umum lainnya. 

Tidak akan ada yang menyangka jika di salah satu makam itu bersemayam tokoh penting era kemerdekaan Republik Indonesia, Soegiarin. 

Soegiarin adalah seorang jurnalis pemberani menyelinap ke kantor Domei yang saat ini dikenal dengan Kantor Berita Antara, untuk mewartakan kemerdekaan Indonesia ke seluruh dunia dengan kode morse. Soegiarin ini adalah kakak kandung Soegiarno. 

"Waktu itu tidak mudah, karena Domei dijaga ketat oleh pasukan Jepang. Dan kita patut berbangga, orang Jawa Tengah berhasil menyiarkan kemerdekaan Indonesia ke seluruh dunia," jelasnya sambil terbata. 

Melihat Ganjar dan komunitas anak muda ziarah ke tempat itu, menghormati jasa pahlawan, Soegiarno merasa bahagia. Pada mereka ia juga mengingatkan pentingnya selalu menjaga persatuan bangsa. 

"Yang penting itu persatuan. Untung sekali negara kita masih tercengkram Pancasila, jadi semua bersatu. Hanya Pancasila, nggak ada yang lain," pungkasnya.

Salah satu anggota Komunitas Photocycling, Chandra Adi Nugroho mengatakan kedatangan mereka ke makam Soegiarin selain sebagai penghormatan juga untuk lebih memperkenalkan kisah kepahlawanan Soegiarin pada masyarakat. 

"Banyak orang yang belum tahu kisah perjuangannya, kondisi makamnya saja seperti ini, sangat sederhana. Untuk itu kami para pewarta ini mengangkat kisah Soegiarin, agar sosoknya lebih dikenal dan mungkin ada pengakuan," ucapnya. 

Sepakat dengan Chandra, Ganjar juga ingin masyarakat lebih menyadari peran penting tokoh ini. 

"Kalau zaman sekarang, beliau inilah yang memviralkan kemerdekaan Indonesia. Saya tidak membayangkan, kalau waktu itu tidak diviralkan, mungkin dunia tidak tahu bahwa Indonesia sudah merdeka atau belum," pungkasnya.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama Komunitas Photocycling, pewarta foto yang hobi gowes di Semarang berziarah ke makam seorang jurnalis di masa penjajahan, Sabtu (14/8/2021) pagi. 

Saat tiba di kompleks pemakaman umum Bergota Kota Semarang, sudah ada seorang kakek berusia 92 tahun bernama Soegiarno sudah menanti kedatangan mereka. 

Di bawah tempat Soegiarno berdiri, terdapat sejumlah makam yang sangat sederhana, layaknya makam masyarakat umum lainnya. 

Tidak akan ada yang menyangka jika di salah satu makam itu bersemayam tokoh penting era kemerdekaan Republik Indonesia, Soegiarin. 

Soegiarin adalah seorang jurnalis pemberani menyelinap ke kantor Domei yang saat ini dikenal dengan Kantor Berita Antara, untuk mewartakan kemerdekaan Indonesia ke seluruh dunia dengan kode morse. Soegiarin ini adalah kakak kandung Soegiarno. 

"Waktu itu tidak mudah, karena Domei dijaga ketat oleh pasukan Jepang. Dan kita patut berbangga, orang Jawa Tengah berhasil menyiarkan kemerdekaan Indonesia ke seluruh dunia," jelasnya sambil terbata. 

Melihat Ganjar dan komunitas anak muda ziarah ke tempat itu, menghormati jasa pahlawan, Soegiarno merasa bahagia. Pada mereka ia juga mengingatkan pentingnya selalu menjaga persatuan bangsa. 

"Yang penting itu persatuan. Untung sekali negara kita masih tercengkram Pancasila, jadi semua bersatu. Hanya Pancasila, nggak ada yang lain," pungkasnya.

Salah satu anggota Komunitas Photocycling, Chandra Adi Nugroho mengatakan kedatangan mereka ke makam Soegiarin selain sebagai penghormatan juga untuk lebih memperkenalkan kisah kepahlawanan Soegiarin pada masyarakat. 

"Banyak orang yang belum tahu kisah perjuangannya, kondisi makamnya saja seperti ini, sangat sederhana. Untuk itu kami para pewarta ini mengangkat kisah Soegiarin, agar sosoknya lebih dikenal dan mungkin ada pengakuan," ucapnya. 

Sepakat dengan Chandra, Ganjar juga ingin masyarakat lebih menyadari peran penting tokoh ini. 

"Kalau zaman sekarang, beliau inilah yang memviralkan kemerdekaan Indonesia. Saya tidak membayangkan, kalau waktu itu tidak diviralkan, mungkin dunia tidak tahu bahwa Indonesia sudah merdeka atau belum," pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu