Follow Us :              

Ganjar dan Anggota Dewan Bersarung, Rapat Paripurna DPRD Bernuansa Santri

  22 October 2021  |   09:00:00  |   dibaca : 469 
Kategori :
Bagikan :


Ganjar dan Anggota Dewan Bersarung, Rapat Paripurna DPRD Bernuansa Santri

22 October 2021 | 09:00:00 | dibaca : 469
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SEMARANG - Suasana Peringatan Hari Santri Nasional mewarnai sidang paripurna digelar di Gedung Berlian, Jumat (22/10/2021). Bukan hanya Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah juga tampil berpakaian santri. 

Di ruang sidang, sejumlah anggota dewan memakai baju koko, memakai sarung dan berpeci. Gubernur Ganjar terlihat bersemangat dengan memakai baju koko putih lengan panjang, sarung batik serta peci hitam. 

"Selamat Hari Santri. Mudah-mudahan spirit ini bisa membawa kita lebih mencintai bangsa dan negara. Dan spirit perjuangan para ulama dan santri, menjadi semangat pengingat kita untuk menghormati guru dan kiai kita," sapa Gubernur Ganjar mengawali sambutan.

Ditemui usai paripurna, Ganjar mengatakan sengaja pakai sarung hari ini. Karena, bertepatan dengan Hari Santri, sekaligus hari Jumat. 

"Jadi pas, maka kita merayakan bersama. Ini anggota DPRD juga banyak yang pakai sarung. Spiritnya kebersamaan," ucapnya. 

Gubernur berharap, peringatan Hari Santri Nasional kali ini akan semakin meningkatkan kualitas diri dalam segala aspek. 

"Mudah-mudahan tidak hanya sarungnya, bajunya, kopiahnya. Tapi spiritnya. Bagaimana spiritual kita menjadi baik, intelektual dan emosional semakin kuat. Kita semakin kompak," pungkasnya. 

Para anggota legislatif yang mengikuti Rapat Paripurna mengaku terkesan dengan suasana rapat kali ini. Mereka mengatakan mendapat suasana baru yang unik. 

"Saya terimakasih, selaku bagian dari santri dan juga anggota DPRD Jateng. Hari ini peringatan Hari Santri, semangatnya Indonesia banget. Terimakasih Pak Ganjar, yang mengeluarkan edaran pada seluruh OPD memakai pakaian ala santri. Ini saya ikut-ikut pakai baju santri," kata Ahmad Fadlun, anggota DPRD fraksi PKB. 

Hal senada disampaikan Sriyanto Saputro, anggota DPRD fraksi Gerindra. Menurutnya, rapat hari ini menjadi hal baru dan luar biasa. 

"Kita menghormati Hari Santri, ada informasi katanya pakai pakaian ala santri. Saya bilang pakai sarung boleh nggak, ternyata boleh. Nyaman ternyata, pakai sarung, koko, peci dan pakai sandal," katanya. 

Menurutnya hal ini tidak mengurangi makna dari sidang paripurna itu sendiri. Bahkan ke depan, ia berharap hal semacam ini menjadi tradisi, termasuk kebiasaan memakai baju nusantara seperti yang dilakukan Pemprov Jawa Tengah. 

"Tidak menutup kemungkinan. Dari tata tertib kamipun memungkinkan, sehingga suatu saat paripurna ke depan anggota dewan pakai baju adat juga nggak masalah. Ini bentuk keberagaman kami," tanggapnya.


Bagikan :

SEMARANG - Suasana Peringatan Hari Santri Nasional mewarnai sidang paripurna digelar di Gedung Berlian, Jumat (22/10/2021). Bukan hanya Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah juga tampil berpakaian santri. 

Di ruang sidang, sejumlah anggota dewan memakai baju koko, memakai sarung dan berpeci. Gubernur Ganjar terlihat bersemangat dengan memakai baju koko putih lengan panjang, sarung batik serta peci hitam. 

"Selamat Hari Santri. Mudah-mudahan spirit ini bisa membawa kita lebih mencintai bangsa dan negara. Dan spirit perjuangan para ulama dan santri, menjadi semangat pengingat kita untuk menghormati guru dan kiai kita," sapa Gubernur Ganjar mengawali sambutan.

Ditemui usai paripurna, Ganjar mengatakan sengaja pakai sarung hari ini. Karena, bertepatan dengan Hari Santri, sekaligus hari Jumat. 

"Jadi pas, maka kita merayakan bersama. Ini anggota DPRD juga banyak yang pakai sarung. Spiritnya kebersamaan," ucapnya. 

Gubernur berharap, peringatan Hari Santri Nasional kali ini akan semakin meningkatkan kualitas diri dalam segala aspek. 

"Mudah-mudahan tidak hanya sarungnya, bajunya, kopiahnya. Tapi spiritnya. Bagaimana spiritual kita menjadi baik, intelektual dan emosional semakin kuat. Kita semakin kompak," pungkasnya. 

Para anggota legislatif yang mengikuti Rapat Paripurna mengaku terkesan dengan suasana rapat kali ini. Mereka mengatakan mendapat suasana baru yang unik. 

"Saya terimakasih, selaku bagian dari santri dan juga anggota DPRD Jateng. Hari ini peringatan Hari Santri, semangatnya Indonesia banget. Terimakasih Pak Ganjar, yang mengeluarkan edaran pada seluruh OPD memakai pakaian ala santri. Ini saya ikut-ikut pakai baju santri," kata Ahmad Fadlun, anggota DPRD fraksi PKB. 

Hal senada disampaikan Sriyanto Saputro, anggota DPRD fraksi Gerindra. Menurutnya, rapat hari ini menjadi hal baru dan luar biasa. 

"Kita menghormati Hari Santri, ada informasi katanya pakai pakaian ala santri. Saya bilang pakai sarung boleh nggak, ternyata boleh. Nyaman ternyata, pakai sarung, koko, peci dan pakai sandal," katanya. 

Menurutnya hal ini tidak mengurangi makna dari sidang paripurna itu sendiri. Bahkan ke depan, ia berharap hal semacam ini menjadi tradisi, termasuk kebiasaan memakai baju nusantara seperti yang dilakukan Pemprov Jawa Tengah. 

"Tidak menutup kemungkinan. Dari tata tertib kamipun memungkinkan, sehingga suatu saat paripurna ke depan anggota dewan pakai baju adat juga nggak masalah. Ini bentuk keberagaman kami," tanggapnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu