Follow Us :              

Sidak Pasar di Purwokerto, Ganjar Temukan Harga Bahan Pokok Masih Stabil

  22 April 2022  |   15:00:00  |   dibaca : 165 
Kategori :
Bagikan :


Sidak Pasar di Purwokerto, Ganjar Temukan Harga Bahan Pokok Masih Stabil

22 April 2022 | 15:00:00 | dibaca : 165
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

BANYUMAS - Jelang lebaran Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan sidak di Pasar Wage Purwokerto Kabupaten Banyumas, Jumat (22/4). Gubernur ingin memastikan, persediaan dan harga bahan pokok makanan tersedia dengan harga wajar. 

Ganjar yang tiba di Pasar Wage sekitar pukul 07.30 WIB, disambut para pedagang dengan gembira. Ia menyapa mereka dan menanyakan perihal harga maupun persediaan bahan pokok, terutama minyak goreng curah. 

"Minyak goreng curah kepriwe? Ana apa ora? Ragane larang (minyak goreng bagaimana? Ada tidak barangnya Harganya mahal apa tidak)?" tanya Ganjar menggunakan bahasa ngapak.

"Ana Pak, regane sekilo Rp17.000, tapi biasane nyong nganggo sing kemasan pak sing luwih sehat (ada Pak, harganya perkilo Rp17.000. Tapi biasanya saya pakai yang kemasan Pak, lebih sehat)," ucap salah satu pembeli. 

Ganjar juga berkeliling menemui sejumlah pedagang, diantaranya pedagang ayam. Dari mereka Ganjar mendapat info jika harga masih stabil, sekitar Rp38.000-Rp40.000. 

Sementara harga kebutuhan lain juga masih stabil. Harga cabai justru menurun. Sementara harga bawang merah naik namun tidak terlalu tinggi. 

"Cabai masih stabil, bahkan untuk rawit turun. Bawang merah yang agak naik, tapi tidak banyak. Secara keseluruhan semuanya masih normal," kata Yatno, 35, salah satu pedagang sembako. 

Namun ada harga yang naik cukup signifikan yakni harga daging sapi. Kenaikan di pasar itu mencapai Rp20.000 perkilogram dari semula Rp120.000 menjadi Rp140.000 ribu. Harga itu merupakan harga kulakan. Sehingga pedagang menjual di harga Rp150.000 sampai Rp160.000 perkilogram. 

"Harga naik mulai hari ini. Katanya (stok daging) sapinya susah, jadi naik. Dampaknya sepi pembeli, biasanya sehari bisa jual 20 kilogram. Hari ini bawa daging 30 kilogram saja masih sisa banyak," kata Sarni, 68, pedagang daging di pasar Wage. 

Setelah mengecek ke beberapa pedangan lain, Ganjar memastikan bahwa harga-harga kebutuhan pokok di Pasar Wage Purwokerto memang masih stabil jelang lebaran saat ini. Ia juga mengatakan jika persoalan minyak goreng juga sudah relatif terpenuhi. 

"Kalau saya cek tadi, problem minyak goreng relatif terpenuhi, termasuk yang curah. Suplai sudah lancar dan harganya rata-rata Rp17-18 ribu perkilo," katanya. 

Terkait kenaikan harga daging sapi, meski memang secara resmi telah diumumkan, Ganjar tetap akan mencari tahu penyebab kenaikannya yang dianggap cukup signifikan. 

"Yang naik daging sapi, sudah ada pengumuman dan naiknya signifikan sampai Rp20.000 perkilogram. Katanya sapinya sulit, maka ini saya minta nanti dinas saya melakukan kontrol kenapa terjadi lonjakan cukup tinggi," tegasnya. 

Meski bergitu, secara keseluruhan, Ganjar menilai sejauh ini harga kebutuhan pokok di Jawa Tengah, masih cukup stabil. Tidak ada lonjakan berarti, kecuali daging sapi. 

"Maka nanti kita akan pastikan suplai aman. Kalau saya lihat dari seluruh kebutuhan tadi, saya masih melihat ada barangnya dan rata-rata posisi stabil kecuali daging sapi yang naiknya signifikan. Nanti kita pantau terus persoalan ini," pungkasnya.


Bagikan :

BANYUMAS - Jelang lebaran Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan sidak di Pasar Wage Purwokerto Kabupaten Banyumas, Jumat (22/4). Gubernur ingin memastikan, persediaan dan harga bahan pokok makanan tersedia dengan harga wajar. 

Ganjar yang tiba di Pasar Wage sekitar pukul 07.30 WIB, disambut para pedagang dengan gembira. Ia menyapa mereka dan menanyakan perihal harga maupun persediaan bahan pokok, terutama minyak goreng curah. 

"Minyak goreng curah kepriwe? Ana apa ora? Ragane larang (minyak goreng bagaimana? Ada tidak barangnya Harganya mahal apa tidak)?" tanya Ganjar menggunakan bahasa ngapak.

"Ana Pak, regane sekilo Rp17.000, tapi biasane nyong nganggo sing kemasan pak sing luwih sehat (ada Pak, harganya perkilo Rp17.000. Tapi biasanya saya pakai yang kemasan Pak, lebih sehat)," ucap salah satu pembeli. 

Ganjar juga berkeliling menemui sejumlah pedagang, diantaranya pedagang ayam. Dari mereka Ganjar mendapat info jika harga masih stabil, sekitar Rp38.000-Rp40.000. 

Sementara harga kebutuhan lain juga masih stabil. Harga cabai justru menurun. Sementara harga bawang merah naik namun tidak terlalu tinggi. 

"Cabai masih stabil, bahkan untuk rawit turun. Bawang merah yang agak naik, tapi tidak banyak. Secara keseluruhan semuanya masih normal," kata Yatno, 35, salah satu pedagang sembako. 

Namun ada harga yang naik cukup signifikan yakni harga daging sapi. Kenaikan di pasar itu mencapai Rp20.000 perkilogram dari semula Rp120.000 menjadi Rp140.000 ribu. Harga itu merupakan harga kulakan. Sehingga pedagang menjual di harga Rp150.000 sampai Rp160.000 perkilogram. 

"Harga naik mulai hari ini. Katanya (stok daging) sapinya susah, jadi naik. Dampaknya sepi pembeli, biasanya sehari bisa jual 20 kilogram. Hari ini bawa daging 30 kilogram saja masih sisa banyak," kata Sarni, 68, pedagang daging di pasar Wage. 

Setelah mengecek ke beberapa pedangan lain, Ganjar memastikan bahwa harga-harga kebutuhan pokok di Pasar Wage Purwokerto memang masih stabil jelang lebaran saat ini. Ia juga mengatakan jika persoalan minyak goreng juga sudah relatif terpenuhi. 

"Kalau saya cek tadi, problem minyak goreng relatif terpenuhi, termasuk yang curah. Suplai sudah lancar dan harganya rata-rata Rp17-18 ribu perkilo," katanya. 

Terkait kenaikan harga daging sapi, meski memang secara resmi telah diumumkan, Ganjar tetap akan mencari tahu penyebab kenaikannya yang dianggap cukup signifikan. 

"Yang naik daging sapi, sudah ada pengumuman dan naiknya signifikan sampai Rp20.000 perkilogram. Katanya sapinya sulit, maka ini saya minta nanti dinas saya melakukan kontrol kenapa terjadi lonjakan cukup tinggi," tegasnya. 

Meski bergitu, secara keseluruhan, Ganjar menilai sejauh ini harga kebutuhan pokok di Jawa Tengah, masih cukup stabil. Tidak ada lonjakan berarti, kecuali daging sapi. 

"Maka nanti kita akan pastikan suplai aman. Kalau saya lihat dari seluruh kebutuhan tadi, saya masih melihat ada barangnya dan rata-rata posisi stabil kecuali daging sapi yang naiknya signifikan. Nanti kita pantau terus persoalan ini," pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu