Follow Us :              

Bangun Jembatan Sinabung di Jepara, Pemprov Jateng Hidupkan Akses Sosial dan Pendidikan

  24 August 2022  |   13:00:00  |   dibaca : 247 
Kategori :
Bagikan :


Bangun Jembatan Sinabung di Jepara, Pemprov Jateng Hidupkan Akses Sosial dan Pendidikan

24 August 2022 | 13:00:00 | dibaca : 247
Kategori :
Bagikan :

Foto : istimewa (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : istimewa (Humas Jateng)

JEPARA - Keberadaan Jembatan Sinambung yang diinisiasi Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo berhasil menghubungkan dua kampung  yang terpisah sungai di Desa Mulyoharjo Kecamatan Jepara Kota, Kabupaten Jepara. Jembatan selebar 1,40 meter dan panjang 24 meter itu dibangun dari anggaran bantuan Provinsi (Banprov) sebesar Rp 200 juta di tahun 2021. 

Jembatan besi bercat warna merah itu kini setiap hari ramai dilewati warga untuk beraktivitas. Mulai dari pekerja, ibu-ibu belanja, jamaah pengajian hingga anak-anak sekolah. Padahal dulunya, akses penghubung dua kampung yakni RT 4 RW 4 dengan RT 3 RW 5 tersebut hanya jembatan bambu, yang bisa dilewati pejalan kaki. Jembatan bambu itu sangat berbahaya bagi penyeberang di saat musim hujan. 

Yitno, warga Desa Mulyoharjo RT 3 RW 5 mengatakan bahwa pembangunan jembatan dari Banprov tersebut membuat hubungan sosial dua kampung semakin dekat. “Beda jauh, dulu antar kampung kurang dekat sekarang berhubung ada jembatan bantuan dari Pak Ganjar, jadi lebih dekat hubungan warga, tidak perlu muter, padahal deket sekali,” katanya, Rabu (24/8/2022) 

Manfaat Jembatan Sinambung juga dirasakan oleh Sukarmi, warga Desa Mulyoharjo yang lain. Ia menceritakan, waktu jembatan masih berupa bambu sering ada warga yang terpeleset. Bahkan ada yang nekat bawa sepeda ontel, dan kecemplung ke sungai. 

“Kalau lagi musim banjir nempel airnya ke jembatan bambu, bahaya, tidak bisa dilewati sepeda harus jalan kaki. Sering terpeleset pakai sepeda juga kecemlung. Sekarang sudah bisa pakai motor, saya pengajian rutin tiap hari jumat,” paparnya. 

Begitu pula dengan Winarti, tetangga Sukarmi, yang mengaku senang karena jembatan itu mempermudah dirinya untuk berbelanja di warung yang berada di seberang sungai. “Belanja lebih mudah karena ada jembatan. Ya, saya belanja biasanya dua hari sekali,” tuturnya. 

Bukan hanya para ibu, anak-anak sekolah juga merasakan manfaat jembatan yang diresmikan Ganjar di bulan Mei 2022 itu. “Dulu kalau mau pergi ke sekolah harus diantar ayah lewat jembatan yang di sana jauh. Sekarang (jembatan) sudah bagus kalau sekolah naik sepeda sendiri,” ucap Kalista siswa kelas 5 SDN 5 Mulyoharjo. 

Sebagai catatan, tahun 2021 Pemprov Jateng telah menyalurkan bantuan keuangan kabupaten/kota untuk pembangunan jembatan dua di Kabupaten Magelang, yakni Jembatan Senowo senilai Rp7,2 miliar dan Tangsi Rp8,4 miliar. Sedangkan Bankeu Desa di Jepara ada 7 titik pembangunan. Masing-masing nilainya Rp200 juta.


Bagikan :

JEPARA - Keberadaan Jembatan Sinambung yang diinisiasi Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo berhasil menghubungkan dua kampung  yang terpisah sungai di Desa Mulyoharjo Kecamatan Jepara Kota, Kabupaten Jepara. Jembatan selebar 1,40 meter dan panjang 24 meter itu dibangun dari anggaran bantuan Provinsi (Banprov) sebesar Rp 200 juta di tahun 2021. 

Jembatan besi bercat warna merah itu kini setiap hari ramai dilewati warga untuk beraktivitas. Mulai dari pekerja, ibu-ibu belanja, jamaah pengajian hingga anak-anak sekolah. Padahal dulunya, akses penghubung dua kampung yakni RT 4 RW 4 dengan RT 3 RW 5 tersebut hanya jembatan bambu, yang bisa dilewati pejalan kaki. Jembatan bambu itu sangat berbahaya bagi penyeberang di saat musim hujan. 

Yitno, warga Desa Mulyoharjo RT 3 RW 5 mengatakan bahwa pembangunan jembatan dari Banprov tersebut membuat hubungan sosial dua kampung semakin dekat. “Beda jauh, dulu antar kampung kurang dekat sekarang berhubung ada jembatan bantuan dari Pak Ganjar, jadi lebih dekat hubungan warga, tidak perlu muter, padahal deket sekali,” katanya, Rabu (24/8/2022) 

Manfaat Jembatan Sinambung juga dirasakan oleh Sukarmi, warga Desa Mulyoharjo yang lain. Ia menceritakan, waktu jembatan masih berupa bambu sering ada warga yang terpeleset. Bahkan ada yang nekat bawa sepeda ontel, dan kecemplung ke sungai. 

“Kalau lagi musim banjir nempel airnya ke jembatan bambu, bahaya, tidak bisa dilewati sepeda harus jalan kaki. Sering terpeleset pakai sepeda juga kecemlung. Sekarang sudah bisa pakai motor, saya pengajian rutin tiap hari jumat,” paparnya. 

Begitu pula dengan Winarti, tetangga Sukarmi, yang mengaku senang karena jembatan itu mempermudah dirinya untuk berbelanja di warung yang berada di seberang sungai. “Belanja lebih mudah karena ada jembatan. Ya, saya belanja biasanya dua hari sekali,” tuturnya. 

Bukan hanya para ibu, anak-anak sekolah juga merasakan manfaat jembatan yang diresmikan Ganjar di bulan Mei 2022 itu. “Dulu kalau mau pergi ke sekolah harus diantar ayah lewat jembatan yang di sana jauh. Sekarang (jembatan) sudah bagus kalau sekolah naik sepeda sendiri,” ucap Kalista siswa kelas 5 SDN 5 Mulyoharjo. 

Sebagai catatan, tahun 2021 Pemprov Jateng telah menyalurkan bantuan keuangan kabupaten/kota untuk pembangunan jembatan dua di Kabupaten Magelang, yakni Jembatan Senowo senilai Rp7,2 miliar dan Tangsi Rp8,4 miliar. Sedangkan Bankeu Desa di Jepara ada 7 titik pembangunan. Masing-masing nilainya Rp200 juta.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu